| Abstrak |
Pemanfaatan Limbah Panen Rumpu Laut (Sargassum sp. dan Gracilaria sp.) Sebagai Biofertilizer Terhadap Tanaman Air Kangkung (Ipomoea aquatica) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pada Sistem Akuaponik
Abstrak
Limbah panen rumput laut merupakan organisme laut yang tidak memenuhi syarat-syarat dalam budidaya. Limbah yang dihasilkan oleh pembudidaya rumput laut biasanya hanya dibiarkan menumpuk di lokasi penimbunan. Meski tidak berbahaya, timbunan limbah tersebut berpotensi menimbulkan masalah, terutama jika lokasi penimbunan sudah tidak mampu menampung limbah hasil produksi. Salah satu upaya agar limbah panen rumput laut dapat dimanfaatkan kembali yaitu sebagai pupuk (biofertilizer) yang dapat diaplikasikan terhadap tanaman air kangkung dan ikan nila pada sistem akuaponik dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Pemberian cairan limbah panen rumput laut 1% (A), 0,75% (B), 0,5% (C), 0,25% (D), kontrol (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis cairan pupuk organik yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang tubuh mutlak, kelulushidupan, pertumbuhan panjang daun, lebar daun, panjang tangkai, panjang akar dan jumlah daun. Berdasarkan hasil uji Jarak Berganda Duncan menunjukkan bahwa bahwa perlakuan D (pemberian cairan limbah panen rumput laut 0,25%) memberikan pengaruh terbaik diantara semua parameter. Perlakuan E (kontrol) memberikan pengaruh yang terendah diantara semua perlakuan.
Kata Kunci : Limbah Panen Rumput Laut, Biofertilizer, Tanaman Air Kangkung, Ikan Nila, Akuaponik
|