Ibarat Singgah di Bank, lalu ke Papua
Brigjen tni (aD) soebagijo, s.H., M.Hum. adalah salah satu alumnus unair yang meniti karir sebagai tentara nasional indonesia (tni) angkatan Darat (aD). saat ini dia menjadi oditoriat (jaksa) militer di Jakarta.
Berbeda dengan postur TNI yang pada umumnya kekar dengan fisik kukuh, soebagijo berpenampilan lembut. Orangnya sabar.
Gaya berbicaranya kalem. Kata-katanya tertata dengan baik. terkontrol. tidak reaktif. soebagijo diterima di Fakultas Hukum unair melalui seleksi penerimaan mahasiswa
baru (sipenmaru) pada 1979. semasa kuliah, dia menerima beasiswa supersemar.
setelah meraih sarjana hukum (sH) pada 1982 (lulus), setahun kemudian, Jan-
uari 1983, dia bekerja di Bank antar Daerah (BaD) di surabaya.
Hanya tiga bulan di BaD. ibaratnya hanya mampir. Dia menerima panggilan untuk mengikuti seleksi menjadi calon perwira tni aD. ”saya lulus. Masuk 10 besar,” tuturnya.
Menjadi tni harus berada di garis depan dalam menjaga integrasi nasional. itu pula yang dijalani soebagijo. Dia ikhlas bertugas dari daerah ke daerah.
penugasan pertama dijalani di irian (kini papua). Di papua ini pula dia mengi-kuti sekolah lanjutan perwira (selapa).
cukup lama dia ditempatkan di papua, 1983–1993. ”sepuluh tahun saya tugas
di papua,” tegas perwira tinggi bintang satu ini.
setelah itu soebagijo ”pulang” ke tanah Jawa. ”tahun 1994 saya ditugaskan di Malang. Di lingkungan Kodam V Brawijaya. saat itu saya sudah mayor,” lanjutnya. lima tahun dia di Malang (1994–1999). selama di Malang itulah soebagijo
mengikuti seskoad (sekolah komando angkatan darat).
Waktu terus menyertai soebagijo. tahun 1999 dipindah tugas ke Jakarta. Di ibu kota Ri dia bertugas sampai 2003.
Babak berikutnya (2003–2006) dia kembali ke Malang. Kali itu, perwira tinggi tni aD yang akrab disapa pak Bagio ini dipercaya menjadi kepala hukum Kodam V Brawijaya. pangkatnya pun menjadi kolonel. tahun 2006–2009, soebagijo balik ke Jakarta. Dia bertugas di Markas Besar (Mabes) tni. posisi yang dijabatnya ialah personel penghubung.
pada 2009 dia mendapatkan amanah menjadi anggota Kelompok Kerja pe-
nyelesaian pelanggaran HaM Berat dan penyelesaian masalah timor timur (kini, timor leste). Ketika itu di pundak soebagijo bukan lagi empat melati. tetapi sudah bintang satu. ”Ya, saat itu saya brigjen,” ceritanya.
Jangan Gunakan Manajemen Konflik
Soebagio memiliki filosofi sederhana era di mana pun harus berhasil Bermanfaat bagi bangsa dan negara, dan mendatangkan pahala.
Dia memiliki kesan khusus selama kuliah di unair. ”ada suasana akrab antarmahasiswa. ada kebersamaan yang mendalam dengan dosen,” katanya seraya menegaskan bahwa suasana kekeluargaan itu terus dirasakan saat menempuh pendidikan s-2, juga di unair.
Karena memiliki pengalaman dalam suasana keakraban dan kebersamaan itu, soebagijo berpendapat bahwa setiap menyelesaikan masalah harus dengan jalan damai.
selesaikan dengan kekeluargaan. ”Jangan saling menjatuhkan. Hindari peng-
gunaan manaemen konflik,” katanya
Alumni Harus Berjejaring Internasional
soebagijo merupakan salah satu wakil ketua dalam kepengurusan iKa ua 2012–2016. Dia berpendapat selama ini kelemahan iKa ua adalah tidak adanya data base alumni yang akurat.
selain itu, semua alumni unair harus berani keluar kandang. Bersaing sehat dengan alumni perguruan tinggi lain. unair memiliki renstra yang antara lain berupaya menjadi 500 perguruan tinggi kelas dunia.
Menurut soebagijo, upaya itu harus mendapat dukungan, termasuk dari jajaran alumni. Dia menyarankan agar unair, khususnya Fakultas Hukum, memiliki program yang lebih membumi terhadap persoalan-persoalan riil hukum di masyarakat.
”Yang selama ini ada ialah terkesan tidak peka terhadap permasalahan hukum di masyarakat,” ujarnya. (*)