Rr. Iswachyu Dhaniarti

Tinggalkan Bisnis, Urusi Pendidikan

Tak banyak orang rela meninggalkan bisnis yang sedang berkembang demi mengurus pendidikan. Tapi, itulah yang dilakukan Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti, DS., S.T., M.HP., Rektor Universitas Narotama.

Sejak 1984 Yayuk –panggilan akrab Iswachyu– mendirikan konsultan teknik, Duta Niaga, bersama empat temannya. Kliennya cukup banyak. Order pun terus berdatangan. Namun, seiring perjalanan waktu Yayuk harus meninggalkan bisnisnya itu karena merasa tidak sesuai dengan hati nurani.

Dia memilih membantu suami, H. R. Djoko Soemadijo, yang waktu itu mengelola Yayasan Pendidikan Pawiyata Gita Patria. Yayuk mulai masuk yayasan yang menaungi Universitas Narotama itu pada 2000. Dua tahun kemudian dia duduk sebagai Ketua Pembina sampai 2010.

Dari sisi finansial, mengurusi yayasan pendidikan tentu tidak sebanding dengan bisnis konsultan. Tapi, Yayuk yakin semua itu kehendak Allah. Melalui pendidikan itu dia ingin beramal jariyah. Alasan lain yang membuat dia ingin berkontribusi lebih jauh di dunia pendidikan adalah slogan Narotama, Pro Patria.

Pro Patria, Nasionalisme dalam Pendidikan

Dalam pandangannya, Pro Patria adalah terjemahan kebanggaan kepada negara. Yayuk memang punya jiwa patriot yang kuat. Hal itu tak terlepas dari didikan ayahnya, seorang perwira militer.

Pada 2011, Narotama membentuk tim seleksi dengan mengundang beberapa tokoh dari Unair. Tugasnya memilih rektor Narotama. Yayuk menjadi salah satu kandidat. Melalui beberapa penilaian, Yayuk dinilai paling layak memimpin universitas itu. Konsekuensinya, dia harus nonaktif di Yayasan Pawiyata Gita Patria.

Di bawah kepemimpinannya, Narotama terus berkembang secara positif, termasuk jumlah mahasiswa yang terus meningkat. Pembenahan dilakukan di semua lini. Antara lain, kualitas dosen. Yayuk mewajibkan seluruh dosen melakukan riset setidaknya sekali setahun. Mahasiswa juga harus menjalani training ISQ 65 untuk membentuk moral karakter. Begitu juga pembenahan sejumlah program studi, salah satunya, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kini, Narotama masuk peringkat 56 dari 4.200 perguruan tinggi di Indonesia versi Kemenristek Dikti. Sejak 2014, Narotama membangun tower 34 lantai yang diproyeksikan selesai pada 2019. Empat lantai akan digunakan sebagai kegiatan kampus, termasuk rektorat. Sisanya difungsikan sebagai apartemen berbintang tiga, untuk mahasiswa dan umum.

Segenap civitas akademika Narotama kini memang harus disiplin karena rektornya punya disiplin tinggi. Semuanya harus tertata dan terkonsep dalam menjalani keseharian. Kedisiplinan itu terbangun sejak Yayuk kecil karena menggeluti seni bela diri Kempo.

Pernah Juara Dunia Kempo untuk Mahasiswa

Di olahraga Kempo, Yayuk pernah mengharumkan nama bangsa. Dia meraih juara dunia di Tokyo pada 1980. Di kancah kejuaraan nasional, dia atlet terbaik 1976–1991. Dia juga atlet terbaik di kejuaraan mahasiswa se-Indonesia 1980. Gelar juara Kempo Jawa Timur tersandang sejak 1976 hingga 1991. Sampai sekarang pun dia masih aktif sebagai pembina Kempo di Universitas Narotama.

Prestasi lain juga diraih. Misalnya, anugerah Citra Wanita Indonesia Leader Achievement Award (2008). Dia juga aktif berorganisasi. Mulai Lions Club Srikandi, Sekretaris Lansia Masjid Al Akbar, dan sejumlah organisasi lain.

Meski hari-harinya sibuk, Yayuk tetap menomorsatukan suami. Dia rela melepas angan-angannya melanjutkan studi ke luar negeri demi suami.

Sebagai orang pendidikan, Yayuk menilai target Unair masuk 500 universitas top dunia merupakan hal yang wajar. Setidaknya dalam dua tahun terakhir, Unair sudah on the track, terutama dalam hal pembenahan internal.

Namun, Unair tetap perlu melakukan banyak pembenahan. Mulai tata kelola sampai pemangkasan jalur birokrasi. Hal ini sangat penting karena saat ini sudah memasuki era percepatan. (*)

Riwayat Pekerjaan

  • Rektor

    Universitas Narotama Surabaya

    2011

  • Ketua Pembina

    Yayasan Pendidikan Pawiyata Gita Patria

    2002 - 2010

  • Pendiri

    Konsultan Teknik Duta Niaga

    1984

Riwayat Pendidikan

  • SAINS HUKUM DAN PEMBANGUNAN (Doktor)

    Universitas Airlangga

    2014

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga