Wujudkan Impian Membuat Vaksin
“Lakukan apa yang dicintai, Cintai apa yang dilakukan,”
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) merupakan salah satu fakultas yang memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Namun, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa lulusan FKH hanya bisa bekerja sebagai praktisi. Hal ini tentu saja tidak sepenuhnya benar.
Margaretha Prayudhi Novantiana, alumni FKH Universitas Airlangga (UNAIR), adalah salah satu bukti bahwa lulusan fakultas ini memiliki peluang kerja yang sangat luas. Nova, akrabnya, kini bekerja sebagai Product Manager di PT Sehat Cerah Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang importir dan distributor obat hewan.
Menempuh Pendidikan di FKH UNAIR
Sejak kecil, Nova sudah menyukai hewan-hewan terutama anjing. Ia memutuskan untuk kuliah di Kedokteran Hewan UNAIR dengan harapan bisa menjadi dokter hewan yang bisa membantu hewan-hewan yang sakit. Selama berkuliah, Nova termasuk mahasiswa yang cerdas. Ia berhasil mendapatkan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) atas kinerjanya sewaktu mahasiswa. Setelah terjun langsung ke masyarakat melalui praktik-praktik lapangan, Nova baru mengetahui bahwa jebolan FKH UNAIR memiliki peluang pekerjaan yang sangat luas, dan tidak hanya berujung sebagai praktisi saja.
Bagi Nova misalnya, bidang Virologi amat menarik untuk diteliti. Ia merasa terpanggil untuk mempelajari bagaimana virus dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Untuk itu, setelah lulus, ia memutuskan untuk mengambil jenjang profesi dan magister Vaksinologi dan Imunoterapika di waktu yang sama. Nova ingin mendalami ilmu dan praktik tentang cara vaksin mengatasi virus, dan pembuatan vaksin yang efektif dan aman.
Kolaborasi Ciptakan Vaksin
Setelah lulus dan disibukan dengan proses melahirkan dan membesarkan sang buah hati, Nova kemudian mencoba kembali mewujudkan impiannya membuat vaksin dengan melamar pekerjaan di pabrik vaksin. Nova diterima di PT. Biotis, salah satu perusahaan biofarmasi produsen vaksin hewan dan manusia terkemuka di Indonesia. Nova dilatih selama beberapa waktu di negara China, untuk kemudian kembali di Indonesia.
“Dari situ saya baru mengenal pembuatan vaksin sedari lab scale, production scale, hingga proses registrasi ke kementerian,” jelasnya. Nova kembali ke Indonesia dan ditugaskan untuk berkontribusi dalam bidang research and development (RnD) bagi proses pembuatan vaksin hewan (unggas). Nova akhirnya bisa menggapai mimpinya dalam menciptakan vaksin.
Tak hanya itu, sewaktu pandemi mulai merebak di Indonesia, Biotis akhirnya mulai mengembangkan sayap untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 bagi manusia. Bekerjasama dengan UNAIR, Nova juga ikut serta dalam pembuatan vaksin kebanggaan Indonesia ini. “Prof Fedik selaku ketua tim peneliti vaksin Merah Putih adalah dosen saya, saya senang bisa bekerjasama dengan sejawat dari UNAIR,” sebutnya.
Pindah Haluan sebagai Product Manager
Saat ini, Nova mengemban tanggung jawab sebagai product manager di PT Sehat Cerah Indonesia. Meski awalnya merasakan kesulitan, namun lama-kelamaan Nova mulai bisa mengatasi tantangan ini. Selama bertahun-tahun belajar cara pembuatan produk yang berkualitas melalui proses pengujian, sekarang Nova ditugaskan untuk masuk dalam pendekatan bisnis dan customer-centric mengusahakan agar strategi penjualan bisa berhasil.
“Yang biasanya kerja di laboratorium, ketemunya hanya sesama staf saja, sekarang sebagai Product Manager harus eksplorasi dan terjun langsung mengenal orang-orang baru,” jelasnya.
Melalui jabatan ini, Nova semakin banyak terjun langsung ke lapangan dan menemui para peternak. “Karena saya di bagian Poultry, jadi saya banyak menemui langsung para peternak. Saya merasa banyak belajar, karena peternak yang berhadapan langsung dengan unggas setiap harinya pasti memiliki pengalaman yang lebih luas dari saya,” jelasnya.
Pekerjaan ini tidak hanya membuat Nova berkeliling di pulau Jawa, namun hingga pulau-pulau lain di Indonesia. Jalinan relasi dengan para peternak di berbagai daerah secara tidak langsung memberikan Nova ilmu terkait peternakan unggas, teknik pembudidayaan, jenis ayam, hingga kebutuhan vaksin yang diperlukan.
Keseimbangan antara membagi waktu bagi keluarga dan pekerjaan menjadi sebuah hal yang mutlak Nova lakukan. Ia ingin sekaligus berkarir mencapai impiannya, tanpa mengabaikan waktu dengan keluarganya. Syukurnya, kondisi ini juga amat didukung oleh keluarga Nova.
Bagi Nova, pekerjaan ini menjadi satu dari impiannya yang sejalan dengan ilmu yang telah ia dapatkan semasa di FKH UNAIR. Di posisinya yang sudah baik saat ini, Nova masih meyakini bahwa ia akan terus berkembang dan tumbuh melalui proses pembelajaran yang ia dapatkan selama ini. Kisah Nova membuktikan bahwa kita dapat meraih impian kita, bahkan jika kita harus menundanya karena alasan tertentu.