Wara-Wiri di Berbagai Perusahaan
“Jadilah orang yang bermanfaat bagi sekeliling kita dan jalani semua prosesnya dengan baik”
Susetyo Ardhi Wibowo merupakan Alumnus Fakultas Ekonomi (Kini Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Airlangga (UNAIR). Ardhi, panggilan akrabnya, menempuh pendidikan sarjana di jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) FE UNAIR. Pria kelahiran Surabaya 48 tahun silam, kini berprofesi sebagai National Sales Manager di PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI). WGI merupakan Perusahaan swasta yang bergerak dibidang oil dan gas, utamanya memproduksi pelumas.
Tidak Hanya Sekadar Belajar di Kelas
Pada awal lulus sekolah SMA, Ardhi sebenarnya tidak terlalu memusingkan mengenai jurusan mana yang harus ia ambil. Ketika itu, tujuannya seusai SMA adalah bisa masuk perguruan tinggi negeri. Alasannya sederhana, ia tidak ingin membebankan kedua orangtuanya biaya mahal untuk proses belajarnya di kampus. Dari itu, akhirnya tiga kampus negeri menjadi pilihannya saat mendaftar, yaitu UNAIR, ITS, dan Universitas Brawijaya.
Takdir berkata, dirinya diterima menjadi mahasiswa IESP UNAIR. Ketika itu Ardhi tidak tahu banyak mengenai apa itu IESP. Dirinya belum tau apa yang akan dipelajari, bagaimana prospek kerjanya, dan segala hal mengenai IESP. Syukurlah, ketika menempuh pendidikan pengenalan mahasiswa baru, banyak kakak tingkat dan dosen-dosen yang mengenalkan serta meyakinkannya untuk bisa bertahan di IESP hingga lulus.
“Dulu ketika mahasiswa baru, ada senior kami dan dosen-dosen yang memberikan testimoni dan pandangan bahwa IESP ini memiliki prospek yang luas. Terdapat banyak sekali bidang pekerjaan yang membutuhkan, termasuk di pemerintahan,” katanya.
Dalam proses perkuliahannya, Ardhi memang cenderung menyukai mata kuliah yang berhubungan dengan hitungan atau kuantitatif. Sebut saja seperti Ekonometrika, Evaluasi proyek, Akuntansi, hingga Ekonomi Makro dan Mikro. Baginya, pada mata kuliah hitungan terdapat tantangan tersendiri yang tidak terdapat di mata kuliah lainnya. Selama itu pula, ia banyak di ajar oleh dosen-dosen yang begitu aktif, salah satunya Bambang Eko Alfiatno yang menjadi dosen favoritnya semasa kuliah.
“Pak Bea (Panggilan Bambang Eko Alfiatno) ini kalau mengajar memang lugas, simple, dan jelas ya. Kita juga berpikir kalau beliau itu dosen yang cukup bebas kalau dibandingkan yang lainnya,” tambahnya.
Tampaknya Ardhi memang bukan mahasiswa yang hanya menghabiskan waktu untuk belajar di kelas saja. Tercatat, ia pun pernah menjabat sebagai Ketua Bidang IV Himpunan Mahasiswa Jurusan IESP. Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi eksternal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dari sanalah ia banyak belajar hal baru utamanya tentang kepemimpinan yang kini cukup memberkas dan membentuk dirinya.
“Dulu di FE itu ada dua kantin, kantin depan dan kantin belakang. Kantin depan itu sekarang Sudah berubah jadi parkiran. Dulu biasanya mahasiswa aktivis-aktivis suka kumpulnya di kantin belakang,” kisahnya.
Bekal Kuliah Hingga Bekerja
Ia menuturkan, banyak sekali ilmu yang ia dapatkan saat berkuliah dan itu mampu memengaruhinya bahkan hingga di dunia kerja. Kegiatan pembelajaran di kelas seperti membuat model, menyusun kerangka berpikir, hingga membaca sebuah tren membentuknya menjadi pribadi yang cermat dan terukur dalam berpikir. Saat di organisasi pun ia banyak belajar tentang marketing sebagaimana profesinya saat ini. Sebut saja ketika menyebar proposal, hingga mengajak mahasiswa untuk mengikuti acara yang dibuatnya.
Ardhi sudah mencoba peruntungan bekerja di beberapa instansi, bahkan kegiatan itu ia lakoni sejak bangku kuliah. Saat kuliah ia sudah mulai untuk bekerja, utamanya di bidang yang ia senangi, yaitu marketing. Menurutnya, walaupun gaji yang diberikan tidak seberapa, namun pengalaman yang didapatkan sangat berkesan dan hal tersebutlah yang sangat penting. Ia pernah menjadi salesman, tenaga asuransi, hingga petugas dealer motor.
Akhirnya, seusai lulus, ia mencoba melamar di beberapa perusahaan dengan mengambil posisi sebagai tenaga penjualan atau marketing. Ketika itu ia diterima di PT Astra International Tbk selama tiga tahun dengan posisi terakhir sebagai Senior Sales. Setelah tiga tahun, ia mencoba melamar kembali dan diterima sebagai Area Supervisor di PT Tigaraksa Satria Tbk. Jelasnya, sebagai sales, dirinya berpindah bukan karena tidak kerasan, namun ia ingin mencari prospek karier yang lebih baik.
“Sales ini banyak dibutuhkan perusahaan. Sales ini akan dilihat bagaimana dia mengembangkan perusahaannya. Lalu sales juga berhubungan dengan partner langsung. Sales juga berhubungan dengan benefit,” ucapnya.
Sales dan Target Penjualan
Selama bekerja, ia tidak hanya sekadar uang dan karier saja yang menjadi tujuannya. Ia terus berupaya belajar hal baru. Ia mencoba menjalani pekerjaan di berbagai perusahaan dengan sektor yang berbeda. Sebut saja sektor otomotif PT Astra, sektor FMCG di PT Tigaraksa, sektor farmasi di PT DNR corporation, dan sektor lainnya.
Puluhan tahun ia menjalani profesi dibidang penjualan, tentu tidak selamanya berjalan mulus. Bagi seorang sales, akan menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri apabila target penjualan yang sudah ditentukan tidak terlaksana dengan baik. Akan tetapi, dibalik itu semua, seorang sales akan memiliki pengalaman dan lingkup yang begitu luas. Mereka terbiasa untuk menghadapi banyak orang dengan beragam karakter. Lebih-lebih, apabila memiliki area yang luas, seorang sales dapat ditugaskanke berbagai daerah.
Ia pun berpesan bahwa saat ini persaingan dunia kerja memang menjadi tantangan tersendiri. Ketersediaan lapangan kerja yang minim justru diimbangi dengan lulusan perguruan tinggi yang cukup banyak. Hal tersebut mengharuskan fresh graduate untuk bersaing dengan yang lain. Baginya, sebagai fresh graduate ambilah kesempatan yang datang. Tidak salah untuk menjadi seorang yang idealis, akan tetapi, jika terlalu tinggi, justru akan menyulitkan diri sendiri.
“Saya punya teman-teman yang dulu karena terlalu idealis, mereka tidak mau mengambil kesempatan kalau bukan bidang kuliahnya. Akhirnya karier nya tidak berjalan dengan baik, atau terlambat,” ceritanya.
Bagi UNAIR, Ardhi berharap agar alumni dari kampus ternama tersebut dapat memegang jabatan atau posisi strategis di berbagai bidang, baik sektor pemerintahan maupun sektor swasta. Selain itu, kesolidan dan jalinan kekeluargaan yang kuat dan kokoh harus terus terjaga.
“Dengan itu semua, tidak heran jika UNAIR akan memiliki pengaruh kebaikan yang begitu luas untuk masyarakat,” pungkasnya.