Theo Lekatompessy

Dirut Saat HITS di Ujung Bangkrut

awal 2012 merupakan salah satu titik penting dalam perjalanan karir theo lekatompessy sebagai profesional. Ketika itu dia diminta memimpin pt Humpuss intermoda transportasi (Hits) tbk sebagai direktur utama (Dirut). padahal, saat itu perusahaan di ujung kebangkrutan. Moral karyawan sedang berada di titik nadir. 
emiten perkapalan yang sempat berjaya pada dekade 1990-an itu sedang 
menghadapi banyak masalah. Mulai keuangan hingga tuntutan hukum di negara lain. tagihan hukum atau klaim hampir sama dengan aset yang dimiliki. 
theo bukan tidak tahu situasi yang harus dihadapi. sebab, dia sudah bergabung di Grup Humpuss pada 2008 sebagai direktur. salah satu yang dibawahi adalah Hits. 

Persoalan yang melanda Hits bermula pada 2006. perusahaan menyewa terlalu banyak kapal berukuran besar. prediksinya, market akan bertambah pada tahun-tahun berikutnya. namun, kenyataan justru sebaliknya. Market sama sekali tidak bersahabat. 
Kapal kemudian dikembalikan. Di situlah masalah hukum muncul. 

pemilik meminta ganti rugi. alasannya, kontrak dihentikan sebelum berakhir. Masalah hukum itu berlarut-larut meski sudah dilakukan negosiasi sejak 2008, sampai theo mengambil alih kepemimpinan. 
tangan dingin theo pun kemudian bekerja. Dengan prinsip lebih baik miskin tapi terhormat, dia memutuskan agar Humpuss segera membayar utangutangnya. langkah berikutnya settlement di bidang hukum. Bersamaan dengan itu ada upaya sungguh-sungguh untuk mengembalikan Humpuss ke core bussinnes yang diyakini masih sangat besar. Yaitu, angkutan ekspor gas alam cair (lnG). 
pada 2012 benar-benar menjadi masa rescue cash flow perusahaan. Keputusan yang diambil terbukti menjadi obat mujarab. tahun berikutnya, 2013, perusahaan mulai fokus ke stabilisasi dan sudah berbicara rugi laba. pada 2014 perusahaan mulai upaya recovery, untuk kemudian growing pada tahuntahun selanjutnya. 
Memang, pada 2015 pendapatan turun. sebab, pemerintah tidak melakukan tender. penjualan turun karena seluruh industri juga turun 25-30 persen. Meski demikian, laba perusahaan bisa naik sekitar 30 persen. 
 selain berupaya menyelesaikan hal-hal besar, pada saat yang bersamaan theo fokus meningkatkan kinerja perusahaan. Mengangkat moral karyawan menjadi kunci penting. Empowering sDM dilakukan. sebagai pemimpin, dia berupaya menerapkan prinsip ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani. 


Lekat dengan Penyelamatan Perusahaan

Dalam perjalanan karir profesional, theo seperti lekat dengan penyelamatan perusahaan. sebelum bergabung Humpuss, dia bergabung di sejumlah perusahaan yang juga relatif sedang berada dalam kondisi susah.sepulang dari menyelesaikan s-2 di Massachusetts institute of technology (Mit) di Boston, amerika serikat, dia ditawari posisi yang ditinggalkan temannya di Merubeni. sebuah perusahaan joint venture dengan Jepang yang sempat menjadi raksasa di bidang kayu. sekitar lima tahun dia di Merubeni. theo yang waktu itu masih berumur sekitar 30 tahun ikut terlibat ketika perusahaan harus mengubah haluan bisnis pasca pengembalian Hongkong ke tiongkok oleh inggris. 

lepas dari sana, theo menganggur selama beberapa waktu. Berbekal rekomendasi dari salah satu rekan supplier yang dikenalnya dengan baik, dia mencoba peruntungan di Djayanti Group, pada sekitar 1991. saat itu perusahaan sedang menyiapkan diri untuk go public. tentu hal itu tidak mudah. perusahaan yang sempat menjadi pemain terbesar kedua di indonesia untuk bisnis kayu itu sebelumnya adalah perusahaan keluarga. 

tidak sampai empat tahun theo bergabung di sana. Dia akhirnya memutuskan berhenti. Bukan karena gagal membawa Djayanti ipO, tapi karena dia 

berusaha profesional. sebab, theo berniat menikahi salah satu keponakan pemilik perusahaan. 
situasi yang penuh tantangan juga dihadapi ketika bergabung Gajah tung-
gal sekitar 1994. termasuk, ketika sekitar 1999, saat theo bergabung dengan salah satu perusahaan milik keluarga Bakrie. tak terkecuali, ketika pada 2004 dia berlabuh di perusahaan Malaysia, Hong leong, sebagai country director. 
Hidup penuh tantangan dan perjuangan sudah akrab dijalani kandidat ph.D. untuk WtO Law di universitas pelita Harapan, Jakarta, itu. saat kuliah s-1 di Fakultas ekonomi (Fe) unair, dia juga sudah harus nyambi. theo berjualan kopi yang diambil dari sejumlah daerah di indonesia. 
Motivasinya sederhana. sebagai anak pegawai BuMn, theo berusaha menjaga mimpinya. Yaitu, melanjutkan kuliah di luar negeri. Karena itu, mau tidak mau dia harus berjibaku mengumpulkan tabungan agar bisa membiayai kuliahnya sendiri.
pilihan itu tentu membawa konsekuensi. theo tidak sempat menikmati 
secara utuh atmofser dunia kampus semasa di unair. sebab, bisnis kecil-kecilannya berjualan kopi mengharuskan banyak beraktivitas di luar.
Meski demikian, kuliahnya relatif tetap terjaga. Bapak dua anak kelahiran surabaya, 1 september 1961 itu bisa lulus tepat waktu. Dia termasuk di antara mahasiswa yang mengantongi piagam penghargaan bertanda tangan Gubernur Jatim Wahono.
perjalanan semasa kuliah yang harus pintar-pintar membagi waktu dan konsentrasi tersebut ikut membentuk sosok theo sekarang. Meski harus mencurahkan energi dan pikiran memimpin perusahaan, dia tetap bisa berorganisasi dan melakukan sejumlah kegiatan sosial. 
sejumlah jabatan masih dipegangnya. Mulai ketua iKa Fe dan iKa ua Jakarta yang telah diemban hampir 20 tahun, dia juga aktif sebagai ketua alumni nederland (iKaneD). selain itu, theo tercatat sebagai supervisory board dari ina (indonesian netherlands association), sekretaris Komite Benelux Kadin (Kamar Dagang indonesia), wakil ketua umum asosiasi emiten indonesia (aei), dan ketua Yayasan indonesia national shipowner’s association (insa). *)

Copyright © Universitas Airlangga