Ratna Jonan

Jangan Berhenti Berpikir Jangka Panjang
"... Ratnawati Jonan, juga salah satu alumni Universitas Airlangga (Unair) yang memiliki karier cukup berprestasi. Alumnus Fakultas Ekonomi (FE) – kini Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair – ini sekarang bekerja di Earnst & Young, Jakarta..."

Unair Harus “Bermain” di Kancah Nasional
Manusia harus berani mengambil risiko dalam menjalankan karier. Tatak dan tegas melangkah dalam meniti kehidupan di masyarakat. Menata masa muda, menjadi langkah untuk menaklukkan masa depan.

Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, Indarto Ratnawati Jonan, mengaku ia memilih langkah berani tersebut sejak masih kuliah di FEB pada 1980-an.

Memilih langkah berani itu, kata Ratna, mengantarkannya pada kehidupan pribadi yang kemudian mampu meretas mimpi sampai ia mencapai karier yang sekarang ini, di Earnst & Young, Jakarta.

Dalam menjalani pekerjaan, tutur Ratna, juga jangan berhenti berpikir jangka panjang. Bekerja tidak untuk saat itu, tapi menyiapkan diri menghadapi masa depan. “Saya harus bikin rencana untuk diri sendiri,” ucapnya.

Karena itu, katanya, jangan takut resign dari suatu pekerjaan jika menurut rencana jangka panjang ada alternatif yang lebih menjanjikan di masa depan.

Jangan Takut Bersaing
Ratna menegaskan, ada satu hal yang harus ditekankan kepada para mahasiswa ataupun alumnus Unair. Mereka harus berani dan membuka wawasan. Jangan berpikir hanya berkarier di tingkat lokal. Harus bisa ke level atas di ibu kota. Harus berani bersaing di level nasional.

Menurut Ratna, saat ini masih ada alumni Unair yang tidak berani mengambil risiko keluar dari Jawa Timur. Karena itu, dia juga kaget saat dirinya tahu, ternyata di Jakarta lebih terkenal Universitas Brawijaya Malang dibanding Unair.

“Networking itu tak bisa dipungkiri, kunci penting keberhasilan. Itu yang membuat di Jakarta lebih banyak yang tahu Brawijaya daripada Unair,” jelasnya.

Membangun Karakter Mahasiswa dengan Kelas Inspiring
Di era serba digital revolusi industri 4.0 yang terus berkembang saat ini, Ratna berharap mahasiswa jangan hanya kuliah dengan cara lama. Mereka perlu dibedah imajinasinya. Salah satunya ada kelas entrepreneurship untuk mengajak mahasiswa membuat lapangan kerja sendiri.

Kemudian, untuk membangkitkan dan membuka wawasan dunia kerja, mereka perlu diperkenalkan dengan lembaga kerja pemerintahan dan BUMN yang jumlahnya ratusan. Mana yang favorit. Mana yang tidak.

Itu sekaligus membuka akses ke alumni, dengan mendatangkan mereka yang sukses di bidang masing-masing. Para alumni perlu diberi kesempatan memberi kelas ke mahasiswa. Bisa dua mingguan, atau bulanan.

“Jangan hanya saat ada mahasiswa baru saja, tapi itu dilakukan simultan setiap bulan,” terangnya.

Kalaupun tak ada alumni, bisa mendatangkan pengusaha yang sukses atau pejabat yang tinggi, untuk memberikan kuliah umum atau kelas inspiring.

“Mereka juga bisa menentukan mana karakter kerja yang tepat dengan minat dan karakter mahasiswa,” tandasnya.

Membangkitkan Rasa Ke-Unair-an
Alumni Unair menurut Ratna juga harus lebih dimatangkan dan diperkuat jejaringnya. Karena itu, perlu dibentuk image agar alumninya bangga pernah menjadi bagian Unair.

“Rasa Ke-Unair-annya itu harus dimunculkan, harus dipikirkan bersama itu,” ujarnya.

Menurut Ratna, agar Unair bisa masuk jajaran 500 kampus terbaik di dunia, diperlukan penguatan alumni, bukan hanya mahasiswanya.

Salah satunya, ialah memperkuat jejaring dan kiprah pengurus alumni Unair. Dia berharap alumni Unair bisa begitu besar eksposnya di media.

“Untuk memunculkan image itu, memunculkan rasa ke-Unairan-nya, bisa dengan memunculkan figur-figur alumni Unair yang jadi figur publik sekarang,” tandasnya.

Apalagi, lanjut dia, banyak sekali alumnus kampus Dharmawangsa yang kini menjadi pekerja media. Saat mereka disatukan untuk membangun image citra alumni Unair.

Memutakhirkan Database Alumni
PR yang harus segera dipenuhi oleh Unair adalah untuk memperbaiki database alumninya. Di era yang modern saat ini, tidak sulit untuk memutakhirkan database alumni tersebut. Misalnya, dengan menciptakan aplikasi khusus alumni, bisa diisi langsung dari gadget masing-masing.

Untuk cara yang menggunakan aplikasi ini, bisa bekerja sama dengan provider-provider tertentu untuk menyiapkan aplikasi database alumni Airlangga.

Atau kalau mau pakai tenaga mahasiswa untuk input. Database itu penting untuk menunjukkan dan membangkitkan rasa memiliki Unair dari alumni, begitu juga sebaliknya.

“Penting untuk jaringan, networking,” paparnya.

Kreativitas itu menurutnya sangat penting di era seperti ini. Dengan begitu, tak perlu capek-capek bergerak, tapi database alumni terpenuhi seluruhnya. (*)

Riwayat Pekerjaan

  • Pegawai

    Earnst & Young

Riwayat Pendidikan

  • Ekonomi (Sarjana)

    Universitas Airlangga

    1984

Alumni Berprestasi

Tidak ada data

Copyright © Universitas Airlangga