Masjid Ulul ‘Azmi Bantuan Alumni UNAIR Diresmikan Wednesday, 17 August 2016 10:07

Secara bersama-sama (dari ke kanan) wakil alumni UNAIR, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua IKA-UA   Prof. M. Hatta Ali, ide awal pembangunan masjid Prof. Fasich, Drs. Haryanto Basyuni (Pimpro), dan Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih, menekan tombol sirine tanda diresmikannya masjid “Ulul ‘Azmi” di kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo Surabaya. (Foto: Bambang Bes)

 

UNAIR NEWS – Masjid “Ulul ‘Azmi” persembahan alumni Universitas Airlangga, Jumat (27/5) diresmikan oleh Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNAIR Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, SH., MH. Dengan didampingi Gubernur Jawa Timur Dr. Soekarwo, SH., M.Hum., Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh Nasih, SE., MT., Ak., MCA., penggagas awal masjid Prof. Dr. H. Fasich, Apt., dan Pimpro Drs. Ec. Haryanto Basyuni, bersama-sama menekan tombol sirine tanda diresmikannya bangunan megah artistis di kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo Surabaya ini.

Peresmian ini tidak ada kaitannya dengan tujuan apapun, selain karena momentum yang tepat agar pada bulan Ramadhan 2016 nanti, masjid ini sudah bisa dimanfaatkan untuk beribadah. Hadir dalam acara ini antara lain pimpinan UNAIR, ratusan alumni, donatur, perwakilan karyawan dan mahasiswa UNAIR. Usai peresmian dilanjutkan dengan salat Jumat dengan khatib Ustadz Drs. H. Taufik AB.

Menurut Drs. Ec. Haryanto Basyuni, yang juga Wakil Ketua IKA UNAIR, ide awal pembangunan masjid ini dari Prof. Dr. H. Fasich, Apt., Rektor UNAIR periode 2006-2015 pada tahun 2014. Kemudian ia mendialogkan dengan Ketua Umum IKA-UA dan Gubernur Jatim, dimana keduanya sangat menyetujui bahwa pendanaannya akan digotong bersama para alumni UNAIR.

”Itu ide sangat bagus, untuk sangu kita nanti ke ‘roro maksar,” kata Haryanto mengutip komentar “Pakde” Karwo saat ditemuinya di suatu acara di Gresik. Prosesnya begitu cepat. Selanjutnya pada 31 Desember 2014 dilaksanakan pemancangan perdana tiang pembangunan masjid. Pada saat itu masjid tiga lantai ini dirancang akan menelan dana Rp 25 miliar dengan pelaksanaan dua tahun.

“Tapi alhamdulillah berkat kerja keras kita semua, pembangunannya tak sampai dua tahun. Hanya 17 bulan. Dananya pun tak sampai Rp 25 miliar, tetapi hanya Rp 17 miliar,” kata alumni FEB UNAIR yang berprofessi sebagai pengusaha itu.

Masjid “Ulul ‘Azmi” yang artistik dan megah sumbangan dari Alumni UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

Pasca dimulainya pembangunan, langsung mengalir donasi dari para alumni, baik pribadi maupun alumni angkatan suatu fakultas, IKA Perwakilan, potong gaji secara sukarela karyawan yang setiap bulan disumbangkan ke masjid, serta dari mahasiswa dan donatur lainnya.

”Tanpa kerja keras dan sumbangsih dari teman-teman semua, mungkin masjid yang kita cintai ini tidak akan terwujud,” tutur Haryanto dengan perasaaan ”trenyuh-nya” hingga bicaranya terbata-bata dan tak kuasa untuk menahan air matanya jatuh mengaliri wajahnya.

Ketua Umum IKA UNAIR Prof. Dr. M. Hatta Ali menyampaikan berterima kasih kepada alumni yang sangat perduli, dengan harapan semua ini menjadi bukti cinta kita para alumni terhadap almamater yang kelak masjid ini akan digunakan sebagai tempat beribadah. Jadi masjid “Ulum ‘Azmi” ini adalah bantuan alumni sebagai bentuk cinta almamater untuk digunakan sivitas dan masyarakat luas.

”Masjid itu ibaratnya bagai bintang di langit, karena itu dari sinilah akan menerangi bumi dan kita semua,” kata Prof. M Hatta Ali, yang juga Ketua Mahkamah Agung RI itu, seraya bersyukur dan berterima kasih bahwa pembangunan masjid ini lebih cepat dari yang direncanakan.

Sementara Rektor UNAIR Prof. M Nasih dalam sambutannya berharap agar sarana ini merupakan bagian dari upaya UNAIR untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Karena itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada alumni yang telah berkontribusi secara luar biasa. “Apalagi Pak Haryanto, saya tahu persis beliau yang mengawal pembangunan ini full 24 jam,” kata Rektor.

Hadirnya “Ulul ‘Azmi” juga diharapkan menginspirasi kita dalam mengatasi persaingan di segala persoalan, sebagai spirit, berteguh hati dan sabar secara istiqomah yang luar biasa.

”Kita berharap dari masjid inilah menjadi bagaikan Nabi Nuh bisa mengatasai masalah bah, bagai Nabi Ibrahim bisa menghancurkan berhala-berhala orang kafir, serta bagaikan Nabi Musa yang dengan gagahnya mampu mengalahkan fir’aun-fir’aun. Semua itu akan mengarahkan kita semua menuju pada peradaban dengan akhlak yang mulia,” kata Prof. M Nasih mengakhiri sambutannya. (*)

 

Sumber : http://news.unair.ac.id/2016/05/27/masjid-ulul-azmi-bantuan-alumni-unair-diresmikan/