Puluhan Tahun Tak Bersua, Alumni FK UNAIR ‘Napak Tilas’ Tuesday, 15 November 2016 02:14

Para alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tahun angkatan 1959 melakukan napak tilas ke kampus kedokteran tertua kedua se-Indonesia. (Foto: Sefya Hayu I.)

UNAIR NEWS – Mengenang memori indah ternyata ampuh menghidupkan kembali semangat dan kebahagiaan dalam diri seseorang. Seperti yang dirasakan puluhan alumnus Fakultas Kedokteran Unversitas Airlangga tahun angkatan 1959. Rindu dengan masa-masa jadi mahasiswa, para sesepuh ini memilih napak tilas ke kampus tercintanya sekaligus temu kangen dengan kawan-kawan seperjuangan.

“Lho, pintu masuknya lewat mana sekarang?”
“ Di sini toh perpustakaan kita dulu, tapi sekarang kok sudah nggak ada ya?”
“ Di sini dulunya kolam ikan, lah sekarang sudah jadi taman,”

Itulah komentar rombongan alumnus sesaat setibanya di halaman FK UNAIR. Maklum, sudah puluhan tahun mereka tak berkunjung di kampus kedokteran tertua kedua di Indonesia ini. Mereka mengaku terkejut dengan banyaknya perubahan pada tatanan gedung maupun lingkungan sekitarnya.

Kedatangan para alumnus FK UNAIR tahun angkatan ke-59 ini disambut Wakil Dekan II Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K) di Ruang Sidang Khusus FKU, Rabu (9/11). Ketua rombongan Prof. Djohansjah Marzoeki, Sp.BP-RE (K) mengungkapkan keharuan dan kegembiraanya karena masih berkesempatan nyambangi (berkunjung) kampus.

“Rombongan yang datang kali ini adalah yang terbanyak, yakni 20 orang. Seringkali angkatan lawas hanya dikunjungi segelintir orang saja. Namun, kali ini banyak yang ikut. Senang sekali tapi sedih juga karena tidak sedikit dari teman seangkatan kami yang sudah mendahului (meninggal dunia),” ungkapnya.

Walaupun rata-rata mereka sudah berusia 75 tahun ke atas, mereka masih bersemangat mengikuti acara napak tilas sekalipun di antara mereka menggunakan kursi roda.

“Teman-teman angkatan 59 bersemangat sekali. Puluhan tahun nggak ketemu sejak lulus dokter. Ada yang jauh-jauh datang dari Jakarta hingga Pekanbaru hanya kepengin tau koyok opo seh wajahe konco-koncoku saiki (seperti apa wajah teman-temanku sekarang),” kelakarnya.

Menurut mantan Kepala Departemen Bedah Plastik FK UNAIR, mempertemukan teman-teman setelah sekian puluh tahun tak berjumpa sebenarnya tidak begitu sulit. “Kami selalu berkomunikasi lewat WhatsApp (WA), sehingga memudahkan kami berkoordinasi. Cara ini sangat membantu kami dalam menjaga silaturahim. Bisa becandaan, kirim-kirim foto lewat WA,” ungkapnya.

Dalam kunjungan kali ini, mereka diajak mengunjungi sejumlah tempat perkuliahan sambil sesekali melempar guyonan yang acapkali mengundang tawa rekan sesama. Keduanya mengaku bangga melihat perubahan kampus yang begitu signifikan. Banyak gedung bertingkat yang dibangun untuk mendukung aktivitas perkuliahan dan menunjang pendidikan. Dan yang terpenting lagi, arsitektur bangunan kuno ala Belanda yang sudah ada jauh sebelum mereka jadi mahasiswa ternyata masih dipelihara dengan baik sampai sekarang.

“Bahagia sekali bisa kembali sejenak ke kampus. Sambil mengingat-ingat memori dulu. Lucunya, setiap kali dari angkatan kami lulus ujian, akan langsung digendong lalu dilempar ke kolam ikan. Ndak cuma basah kuyup, badan juga belepotan lumpur. Cuma sekarang kolamnya sudah hilang,” kenang Imam Sukusno, dr., SpP. sambil tertawa.

Kebahagiaan lainnya yang dirasakan para alumnus itu adalah ketika melewati depan dinding prasasti dan menunjuk nama-nama mereka melekat disana. ”Ini sungguh penghargaan luar biasa, kami terharu,” ungkap Linus Purbojo, dr., Sp.B.

Setelah berkeliling kampus, mereka kemudian melanjutkan agenda kegiatan lainnya. Dengan mengendarai sebuah bus, mereka berkeliling Kota Surabaya dan menikmati kuliner khas. Para sesepuh ini juga mengagendakan kunjungan ke sejumlah tempat wisata ikonik di Surabaya seperti Suramadu dan Museum House of Sampoerna.

“Kapan lagi kami bisa kemari, bisa jadi ini menjadi momen pertemuan kami yang terakhir. Umur sudah berapa, mumpung ada kesempatan,” tutup Prof. Djohansjah dengan mata berkaca-kaca. (*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2016/11/11/puluhan-tahun-tak-bersua-alumni-fk-unair-napak-tilas/