Alumni Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia Pentaskan Ketoprak Humor Monday, 21 November 2016 09:12

Suasana latihan pemain ketoprak humor yang berasal dari HIMPUNI. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pada akhir November nanti, alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Himpunan Ikatan Alumni PTN se-Indonesia (HIMPUNI) menggelar sebuah pertunjukan ketoprak humor. Pagelaran yang melibatkan 80 orang alumni ini, akan digelar di Balai Budaya Surabaya, Jumat (25/11) mendatang.

Pagelaran ketoprak humor bertajuk “Menyatukan Kembali Nusantara” ini bertepatan dengan peringatan Dies natalis Universitas Airlangga ke-62 dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ke-56.

Beberapa tokoh penting dilibatkan, seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Jember Faidah, Rektor UNAIR Moh Nasih, Rektor ITS Jony Hermana, Wali  kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Direktur Utama BTN Maryono, Ketua Asosiasi Pengelola Carbon Muslich Ramelan, Advokat Senior Sirra Prayuna, dan pengurus HIMPUNI lainnya.

Guna mensukseskan acara, para alumni dari berbagai perguruan tinggi mengadakan latihan pementasan di Aula Siti Parwati, Fakultas Ilmu Budaya, UNAIR, Sabtu (12/11). Alumni yang datang berasal dari beragam perguruan tinggi, seperti UNAIR, ITS, dan Universitas Brawijaya.

“Latihan tadi hanya penampilan awal saja. Saya memerankan Raja Worawari dengan pembawaan tokoh antagonis,” ujar Pribadi Arkham selaku alumnus UNAIR, seusai latihan.

Ketoprak humor ini disutradarai oleh Aries Mukadi, seniman Wayang Orang Bharata. Cerita diambil dari nukilan kisah Majapahit pada tahun 1400-an yang bercerita tentang usaha mempertahankan kesatuan wilayah Nusantara dari berbagai ancaman yang menyebabkan munculnya perpecahan. Seperti pengaruh hasutan dari negara asing, tekanan ekonomi, konflik politik, gangguan keamanan oleh perampok dan pemberontak, luruhnya budaya, dan semakin menipisnya rasa persatuan diantara pemimpin lokal.

“Cerita pertunjukan ini mengajarkan persatuan dengan penghargaan terhadap eksistensi tokoh lokal,” ujar Aries.

Diceritakan pula, perjuangan Naraya Airlangga pada tahun 1000 M yang mencoba menyatukan Dwipantara yang terbagi atas kekuasaan Sriwijaya di wilayah barat dan Medang Mataram di wilayah timur. Karena sukses menyatukan kedua wilayah tersebut, Naraya Airlangga dinobatkan sebagai Raja Kahuripan dengan gelar Sri Maharaja Rakae Halu Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Ananthawikrama Tunggadewa. Tokoh ini nantinya diperankan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., Mt., Ak., CMA.

Tidak hanya ketoprak humor, HIMPUNI yang sekarang beranggotakan 23 organisasi alumni se-Indonesia ini kerap mengadakan beragam kegiatan. Seperti bakti sosial, olah raga, diskusi pokja di bidang ketahanan energi, industri pangan, hukum, dan pendidikan.

“Menyatukan seluruh alumni Indonesia itu tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tapi bisa melalui budaya seperti kotoprak ini,” tambah Totty Moekardiono alumni ITS. (*)

Sumber : http://news.unair.ac.id/2016/11/15/alumni-perguruan-tinggi-negeri-se-indonesia-pentaskan-ketoprak-humor/