Berawal dari PT SIER, Rungkut, Surabaya Wednesday, 05 April 2017 04:53

Kesibukan Abdul Muis, M.M., sebagai direktur utama PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) Persero, tentulah sangat menyita waktu. Waktu luangnya sedikit. Muis memanfaatkan waktu yang sedikit itu untuk quality time bersama keluarga. Itu pun masih dibagi dengan mengikuti pengajian di Majelis Taklim di masjid sekitar rumahnya dan membaca buku bermanfaat.

Selain itu, Muis tetap menjaga kebugaran tubuh agar selalu fit. Untuk menjaga stamina dia rajin bermain tenis lapangan, joging, dan jalan di pagi hari. Tenis merupakan hobi yang dijalani sejak mahasiswa.

Bapak tiga anak itu tergolong orang baru di Makassar. Dia mendapat kepercayaan dari Kementerian BUMN sebagai Dirut KIMA sejak 2014. Namun, kiprahnya di bidang kawasan industri sudah cukup lama.

Beberapa bulan setelah lulus S-1 Akuntansi, Unair, dia diterima di BUMN  konstruksi bidang pengairan, PT Brantas Abipraya (1991). Beberapa bulan  kemudian dia pindah di IBM (USI Jaya). Tapi, tak lama, sekitar satu tahun.

Setelah itu dia masuk PT SIER (Persero) sebagai staf auditor di bagian Satuan Pengendalian Intern (SPI) selama setahun. Kemudian dipercaya sebagai kepala seksi (kasi).

Prinsip bekerja dengan baik, lebih keras, jujur, dan banyak belajar dari para senior, membuat prestasi Muis melejit. Berturut-turut dia menjabat sebagai asisten manager general accounting, asisten manager keuangan, asisten manager umum dan pengadaan. Setelah itu dia menjabat sebagai manager keuangan dan akuntansi, kemudian dipercaya sebagai direktur anak perusahaan SIER, PT SIER Puspa Utama.

Dari anak perusahaan itu Muis melompat ke anak perusahaan SIER lain yang lebih besar. Yaitu, PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) sebagai general manager.

Setelah enam tahun berkarir di PIER, pada 2012 Muis dipercaya menjadi direktur PT Kawasan industri Wijayakusuma (KIW) (Persero) di Semarang. Dua tahun kemudian dia ke Makassar.

Suami Aniek Yuliani itu punya filosofi kerja profesional, loyal, jujur, dan selalu ingat Allah. Dengan demikian, dia selalu percaya diri (pede) dan setiap langkahnya akan terkontrol dengan baik. Berusaha selalu memberikan kontribusi dalam setiap forum untuk melatih kepercayaan diri dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki.

Diterima di jurusan akuntansi bukanlah hal mudah bagi Muis. Sebab, dia berasal dari SMA jurusan IPA. Padahal, hampir semua pelajaran di jurusan akuntansi dari IPS. Tapi, dengan tekad yang kuat bahwa akuntansi adalah ilmu dan jurusan yang tepat dan bermanfaat di kemudian hari, dia mampu mengatasinya dengan baik.  

Selama jadi mahasiswa Muis pernah menjadi pengurus Senat Mahasiswa, ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), HMI Komisariat Ekonomi, dan juga menjadi tutor buat mahasiswa junior. Selain itu, dia aktif mengikuti kegiatan olahraga kempo. Sampai saat ini kemampuan kemponya masih terbina.

Silaturahmi dengan alumni fakultas juga dilakukan dengan baik. Karena itu, tak heran dia pernah menjabat sebagai ketua alumni Fakultas ekonomi unair angkatan 1986.

Penilaian Muis, Unair saat ini sudah lebih berkembang. akan berkembang lagi jika didukung usaha luar biasa para alumni. Bahkan, target masuk 500 universitas dunia bukan hal mustahil.

Untuk itu Unair harus dapat lebih berkontribusi nyata di masyarakat dan diperhitungkan di kancah dunia. Reputasi akademik dan publikasi perlu ditingkatkan. Database mahasiswa dan alumni perlu ditata lebih baik agar para alumni –terutama di daerah dapat dikoordinasi. Dengan demikian publikasi dan link menjadi lebih mudah.

Selain itu, harus terjalin kerja sama dengan universitas ternama di luar negri. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak dosen yang menimba ilmu di luar negeri dan kegiatan pertukaran mahasiswa dapat lebih berkesinambungan.

Sumber : Buku Jejak Langkah Ksatria Airlangga