Mantan Guru Les Privat, Kini Vice President PT Charoen Pokphand Wednesday, 12 April 2017 03:18

Saat menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair, Drh. Desianto Budi utomo, Ph.D. adalah aktivitis Masjid Nuruzaman Kampus B. Dia satu kolega dalam kegiatan masjid bersama Rektor unair Prof. M. Nasih.

Setelah lulus dari FKH (1986), Desianto mulai belajar bekerja. Dia menjadi tenaga pengajar bimbingan belajar (bimbel) airlangga di surabaya. ”saya juga menjadi guru les privat,” tuturnya.

Desianto menuturkan, pekerjaan pertama yang dilakoni adalah marketing pada PT. Pfizer Indonesia di Surabaya. Waktu pun berjalan. Pelan namun pasti, karir Desianto terus menanjak. Baik sebagai profesional maupun konsultan terkait keilmuannya.

Misalnya, pria kelahiran Tulungagung ini menjadi konsultan Nutrisi-Agrotech Co-operative Surabaya (1996–1997). Sebelum itu (1995–1996) dia menjadi asisten peneliti Roslin Institute (Edinburgh). Peneliti di Institute of Animal Physiology and Genetics Research, Edinburgh (1993–1995). ”Saya juga pernah mengabdi ke almamater menjadi dosen di FKH Unair pada 1987–2000. lumayan lama,” kata Desianto menceritakan pengalamannya.

Keluar dari dosen FKH, Desianto mulai melebarkan sayap profesinya ke ibu kota. Dia menjadi manajer R&D Devision Charoen Pokphand Jaya Farm, Tangerang, (2000–2005). ”Saya juga pernah menjadi Nutrisionis Coordinator CPI Group, Jakarta, 2005–2008,” katanya.

Desianto adalah tipe pribadi yang total dalam menjalankan profesinya. Dia, misalnya, saat ini menjadi Vice President Feed Technology Charoen Pokphand Indonesia (CPI) – Jakarta. ”Itu saya jalankan sejak 2005,” ujarnya.

Sejak 2008 sampai sekarang Desianto juga menjadi Government & Academic Liaison Officer, CPI – Jakarta dan Head of Indonesia Premix Business – Crown Pacific Biotech, Singapore.

Perjalanan akademis Desianto juga cukup berhasil. Dia meraih doktor (Ph.D.) dari the Roslin Institute, Scotland, UK, di bidang Poultry Physiology pada Department of Tropical Animal Health, Royal (Dick) Veterinary school The University of Edinburgh, UK.

Adapun gelar M.Sc. diraih dari The University of Edinburgh, Scotland, UK - M.Sc. Course in Tropical Animal Production and Health (TAPH) - Centre for Tropical Veterinary Medicine – CTVM, Royal (Dick) Veterinary School.

Jadilah Diri Sendiri yang Bermartabat

Desianto saat ini terbilang cukup mapan, baik pekerjaan, profesi –sebagai dokter hewan lulusan unair– maupun pimpinan puncak di PT. Charoen Pokphand Indonesia.

Dalam menjalani karir dan profesi, dia memiliki filosofi sederhana. Namun, filosofi tersebut sangat inspiratif bagi para mahasiswa dan kaum muda pada umumnya. ”Jadilah diri sendiri yang bermartabat”. Dengan filosofi tersebut, yang dia harapkan pada kaum muda ialah peneguhan sikap dan integritas diri.

Seperti alumni lain Unair, Desianto juga punya kesan menarik selama menjadi mahasiswa. Menurut dia, pengalaman yang tidak terlupakan ialah rasa senang mengenyam pendidikan di PTN (perguruan tinggi negeri) bergengsi dan berkualitas.

Karena itu, Desianto optimistis unair bisa masuk 500 perguruan tinggi kelas dunia pada 2019. Menurut dia, Unair harus mampu berprestasi dan dikenal di forum internasional karena mutu pendidikan yang bagus. Saatnya menunjukkan kepada dunia bahwa Unair mampu mempersembahkan prestasi gemilang. Hilangkan sikap menjadi ”jago kandang”.

Unair harus mampu mencapai standar kualitas secara internasional. Biarlah mata dunia yang menilai bahwa Unair mampu meraih prestasi ini dan itu. Buatlah significant quantum leap yang berkesinambungan; yang sustainable, dalam mengatasi ketertinggalan. semua program harus riil dan terukur secara empiris dan kuantitatif dalam gerakan yang terpola dan terstruktur. semua itu dimaksudkan agar mudah melakukan self assesment dalam kerangka/bingkai gerakan mencapai ”targeted quantum leap”.

Unair harus memantapkan diri dalam bench-marking –terhadap pt lain di ranah nasional dan regional.

Selain optimistis, Desianto menilai Unair masih lemah menggaet potensi alumni. Kalaupun ada, kegiatan itu dilakukan secara sporadis. ”Kurang follow up serius,” tegas bapak tiga anak ini. padahal, salah satu ciri PT sukses adalah mampu merangkul dan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi para alumni.

”Kebanggaan terhadap almamater harus istikamah. Ditanamkan sejak semester pertama dengan materi-materi atau pelatihan yang terstruktur,” demikian Desianto menilai almamaternya.

Sumber : Buku Jejak Langkah Ksatria Airlangga