Membangun Budaya Kerja Astra Motor Tuesday, 25 April 2017 03:50

Di kalangan masyarakat, nama Astra Group sudah sangat dikenal. Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, perkebunan, dan bidang-bidang lain itu merupakan perusahaan besar dengan tradisi disiplin kerja yang kuat.

Astra punya budaya kerja tersendiri yang sering menjadi rujukan perusahaan-perusahaan lain. Tak banyak yang tahu bahwa budaya kerja astra tersebut, antara lain, dibangun Hery Widyarso, alumnus Psikologi, Unair.

Hery membangun budaya kerja karyawan astra ketika menjabat kepala bagian (Kabag) People Development & Company Culture, Astra Motor, pada 2010. Tugasnya memang mengembangkan budaya perusahaan. Dia mempelajari konsep budaya perusahaan dengan benchmark, training, dan diskusi di beberapa expert di bidang ini.

Ide kreatif sangat dibutuhkan dalam pengembangan budaya. Hery memprakarsai terbentuknya SPP (sel perubahan perilaku). Dengan sistem ini setiap kelompok kecil karyawan berusaha mengubah perilaku-perilaku yang tidak mendukung nilai-nilai perusahaan. Semua perilaku harus selaras dengan values tersebut.

Kultur di Sstra Motor pun berkembang dengan baik dan menjadi salah satu rujukan di Astra Group hingga saat ini. Astra Motor menjadi benchmark bagi perusahaan maupun institusi lain.

Hery bergabung astra Group setelah lulus dari Psikologi, Unair. Dia ditempatkan di salah satu corporate operation PT Astra International TBK, yaitu PT Astra International TBK – Honda (astra Motor).

Posisinya sebagai quality improvement development officer. Dia bertugas menggulirkan kegiatan improvement dan inovasi di perusahaan. tantangannya cukup berat. Dia harus menggerakkan kembali kegiatan improvement yang sempat berhenti beberapa tahun sebagai dampak krisis moneter pada 1999.

Berbagai upaya dilakukan. Misalnya, bimbingan circle, training secara berjenjang, pembuatan Buletin Improvement, sampai sistem reward yang lebih atraktif. Puncaknya membuat AMQC (Astra Motor Quality Convention). Alhasil, kegiatan perbaikan dan inovasi bergulir kembali dan menjadi budaya di astra Motor.

Pada 2008 dia dipindahkan ke bagian people Development & training. Tugasnya menangani kegiatan pengembangan karyawan melalui kegiatan training-nontraining.  

Beberapa program pengembangan disusun. Antara lain, program Sales Office Head Dev Program (SOHDP), Future leaders Development Program (FLDP), Admin-Finance SO Development Program (AFSODP), Trainee Orientation Program (TOP) for Salesforce, dan beberapa program pengembangan lain.

Program-program itu membantu pertumbuhan signifikan bisnis retail Astra Motor dalam kurun 2008–2010. Pada awal 2014 Hery dipromosikan sekaligus mutasi ke perusahaan lain Astra Group, yaitu PT Astra Honda Motor (AHM). Dia bertugas sebagai Learning Center Department Head hingga saat ini. Tanggung jawab utamanya berkaitan dengan aktivitas pelatihan bagi 24 ribu karyawan AHM.

Tahun lalu (2015), AHM mendapatkan penghargaan Knowledge Management sebagai pemenang dalam ajang MAKE Award (Most Admires Knowledge Enterprise). Tugas berat yang sedang dilakukan Hery saat ini adalah membangun learning organization culture. Tujuannya agar perusahaan selalu siap berkompetisi kapan saja.

Dari Dlangu, Jawa Tengah

Hery berasal dari Desa Dlangu, Purworejo, Jawa Tengah. Sebagai anak desa dia memasuki gerbang Unair dengan sedikit minder. Jalan kaki ke kampus dan mengenakan baju lungsuran (bekas pakai) bapaknya. Baju batik dipadu bekas celana dinas bapaknya kala jadi pns.

Dengan penampilan seperti itu, di kampus dia dijuluki pak lurah.

Namun, Hery tak peduli. Dalam perkembangannya dia justru aktif dalam organisasi kampus. Di antaranya, majalah Psikologi INSIGHT (pemimpin umum, 2002–2003), kelompok Studi Belenggu (sekretaris, 2001–2005), BLM (ketua bidang, 2003–2004), SKI Psikologi (ketua umum, 2004–2005), dan IMAMUPSI (Sekretaris Daerah Surabaya, 2002–2003).

Berkat aktivitasnya itu dia berkesempatan mengunjungi kampus-kampus lain, terutama di Jawa. pria yang hobi jalan-jalan dan  memasak itu juga beberapa kali memenangkan lomba karya tulis kala mahasiswa. Di antaranya, juara Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) 2004, pemenang harapan I Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) 2005, pemenang kedua Lomba Karya Tulis Bidang Teknologi, se-Unair (2003), pemenang ketiga lomba Mahasiswa Berprestasi, se-Psikologi Unair (2003), dan masih ada lagi.

Hari-harinya di kampus dihabiskan untuk kegiatan kuliah, kantin, perpustakaan, dan musala. Tapi, dia juga menyempatkan diri untuk cari duit. Hampir dua  tahun dia bekerja part time sebagai asisten trainers. Dia juga pernah mendirikan McD (Mojo Creative Design); jasa pembuatan spanduk dan baliho.

Pernah Utang Makan di Warung Bu Kun

Yang tak kalah berkesan waktu kuliah adalah lingkungan Fakultas psikologi yang humanis. Dia tak akan melupakan kenangan manis bersama teman-temannya cangkruk berlama-lama dan ngutang di warung Bu Kun.

Hery menilai kini sudah saatnya Unair menunjukkan kapasitas sebagai perguruan tinggi yang diperhitungkan dunia. Tentu harus kerja keras untuk meningkatkan kualitas, seperti dalam hal paper dan penelitian, sarana, dan prasarananya.

Selain itu, Unair perlu merangkul para alumni agar dapat memberikan masukan. Bukan hanya mendekati alumni yang sudah berhasil atau saat membutuhkan. Alumni yang baru lulus pun perlu dibantu.

Alumni Unair juga harus siap go nasional maupun go global. Bukan jago kandang. Jika kiprah alumninya terdengar, otomatis nama Unair akan  diakui.

Sumber : Buku Jejak Langkah Ksatria Airlangga