Is Not Just Smart! Wednesday, 03 May 2017 01:36

Pria angkatan 2010 ini merupakan salah satu mahasiswa yang cukup dikenal dikalangan mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga. Tidak jauh dari hobi dan latar belakang yang dimiliki oleh Alvin, dia memilih untuk berbisnis di bidang edukasi yaitu dengan membuat bimbingan belajar baik dari TK hingga mahasiswa. Bisnis yang digeluti Alvin ini ternyata tidak hanya dia saja yang menjalankan, akan tetapi ada 2 temannya yang juga bergelut didalamnya. Setiap orang memiliki tanggung jawab yang berbeda dalam mengelola LBB ini baik di TK dan SD, SMP dan SMA, serta mahasiswa. Alvin sendiri memiliki tanggung jawab dalam mengelola bimbingan belajar khusus untuk mahasiswa.

Lembaga bimbingan belajar yang didirikan sejak April 2014 ini bernama Cozynus dan bertempat di ruko Twenty One Building jalan Dharmahusada Surabaya. Kesukaannya terhadap dunia pendidikan ia lampiaskan dengan mengajar mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan bimbingan ketika kesulitan dalam menghadapi mata kuliah. Adanya Cozynus pun mendapat respon yang baik dari mahasiswa. Terlebih lagi bagi mahasiswa yang masih membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam mata kuliah yang tergolong sulit.

Ketertarikan mahasiswa yang lebih memilih Cozynus dibandingkan dengan lembaga bimbingan belajar yang lainnya adalah karena ada perbedaan yang diciptakan oleh Alvin. Jika biasanya LBB lain sudah menyediakan jadwal, namun berbeda halnya dengan Cozynus yang menyesuaikan jadwal dari siswanya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa yang memang tidak bisa menyesuaikan jadwal jika jadwal yang ditawarkan memang sudah fix. Terlebih lagi dengan mentor yang berpengalaman akan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan nyaman.

Sedangkan sistem yang diberlakukan untuk siswa SMP dan SMA lebih ke arah privat class. Hal ini dilakukan karena dalam strategi marketing yang dilakukan oleh Cozynus adalah dengan menjemput bola atau menawarkan jasa pembelajaran secara privat. Sistem privat ini ternyata juga banyak diminati oleh siswa-siswi yang bergabung di Cozynus karena mereka tidak perlu harus datang ke kantor dan orang tua pun lebih nyaman karena tidak ada kekhawatiran.

Selain bergerak dalam bidang pengajaran, Cozynus juga menawarkan pelatihan dalam pengelolaan data. Menurut Alvin pengelolaan data sangat diperlukan untuk para mahasiswa terutama mahasiswa ekonomi atau pun statistik. Pengolahan data ini memiliki konsep layaknya workshop. Sama halnya dengan bimbingan belajar, jasa pengolahan data ini juga bertempat di ruko.

Dari pengalaman tutor tersebut Alvin menemui banyak kendala seperti tempat pembelajaran di FEB sendiri masih sangat kurang yang berada di luar kelas. Selain ruangan yang terbatas, begitu juga fasilitas penunjang dalam pengajaran juga masih sangat terbatas. Sehingga Alvin memiliki ide untuk membuka bisnis ini dari permintaan tutor yang banyak akan tetapi keterbatasan sumberdaya dalam proses pengajaran. Segmentasi mahasiswa lebih banyak juga dikarenakan ruko yang dekat dengan kampus sehingga mahasiswa dapat mengakses lebih mudah.

Alvin tidak mempungkiri bahwa ada kisah jatuh bangun dan perjuangan dalam mengembangkan lembaga bimbingan belajar ini. Terdapat profit dan loss yang dialami oleh Alvin, hal ini sangat lumrah menurutnya karena untung dan rugi pasti berjalan secara berdampingan dalam sebuah bisnis. Promosi atau sistem marketing diakui menjadi masalah awal yang dihadapi oleh Alvin sendiri, nama Cozynus yang masih belum dikenal oleh masyarakat luas sehingga biaya yang dikeluarkan  lebih banyak di awal.

Permasalahan terjadi ketika pengeluaran yang besar tidak mendapatkan respon yang setimpal dari masyarakat sekitar. Akan tetapi bisnis tersebut tetap dijalankan karena tahapan awal terbukanya Cozynus ingin dilakukan branding sehingga dapat dikenal, keadaan rugi pun terjadi dalam beberapa waktu awal pembentukan Cozynus. Sesuai dengan keyakinan ekonomi yang dipercaya oleh Alvin, bahwa dalam jangka pendek pasti mengalami kerugian, akan tetapi dalam jangka panjang belum tentu rugi atau bahkan mendulang keuntungan yang membuat Alvin tetap berjuang untuk meneruskannya.

Dalam proses promosi yang dilakukan oleh Cozynus sendiri dengan memanfaatkan media sosial, media elektronik, media patner, dan mensponsori beberapa acara yang dapat menunjang pengenalan Cozynus. Branding yang dilakukan tersebut ternyata lebih mengena di lingkungan dan kalangan mahasiswa dibandingkan dengan siswa-siswi SMP dan SMA. Dari kendala yang terus dihadapi hingga kini, mebuahkan hasil dengan omset yang didapatkan oleh Cozynus dapat sekitar 36 juta rupiah per bulan.

 Alvin sendiri memiliki target pencapaian dalam bisnis ini, dalam bisnis dibidang jasa maka dalam menjaga konsumen diperlukan rasa nyaman dan kepuasan mamakai jasa tersebut yang harus dijaga dan dikembangkan. Adanya evaluasi setiap selesai tutorial menjadi kunci penting dalam menjaga pelayanan yang ada di Cozynus, sehingga dapat mengetahui keinginan konsumen. Selain melakukan evaluasi pembelajaran, juga dilakukan evaluasi setelah ujian untuk mengetahui apakah dapat mengerjakan atau bagaimana dalam menjalani ujian.

Sebuah penghargaan yang dijunjung tinggi dalam bisnis ini adalah ketika konsumennya merasa nyaman dan senang serta yang terpenting dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dalam ujian. Alvin juga menuturkan bahwa ada seorang mahasiswa yang harus mengulang mata kuliah sebanyak 3-4 kali, dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Bagi Alvin pencapaian-pencapaian tersebut yang menjadi tolak ukur dari proses pembelajaran yang ada di Cozynus.

Pengembangan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu harapan ke depan yang diinginkan oleh Alvin. Dengan pengembangan sekmentasi pasar di jurusan-jurusan lain yang membutuhkan tutor, baik seperti statistik, mipa, farmasi, kedokteran, dan yang lainnya. Target jangka pendek tahun 2016 adalah dapat menyediakan tutorial untuk kebutuhan seluruh jurusan kampus A, B, dan C.

Dalam memulai usaha modal merupakan sumberdaya nomer kedua, yang paling penting dalam usaha itu adalah niat. Alvin sendiri memiliki kepercayaan bahwa selama niatan itu ada maka modal akan datang dengan sendirinya dari berbagai cara. Selain itu juga menjadi seorang pengusaha harus tahan banting, karena membuat usaha tidak hanya seperti membalikkan telapak tangan, tetapi semuanya membutuhkan proses. Jatuh bangun pengembangan usaha pastilah ada, dan ketika ingin meraih kesuksesan dalam berusaha maka harus pantang menyerah dan tidak putus asa.

Sumber : Buku Jejak Entrepreneur Universitas Airlangga