Indonesia Perlu Pemimpin Yang Berani Menata Ulang Pranata Kebangsaan Thursday, 06 July 2017 02:35

Salah satu alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair yang berhasil meniti karir di dunian perbankan adalah Bambang Setiawan, S.E. Saat ini alumnus angkatan 1984 ini menjadi direktur utama (Dirut) PT Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bambang menceritakan, selepas lulus dari FEB Jurusan Akuntansi Unair pada 1984, dirinya diterima di Bank Bumi Daya (BBD). Tugas pertamanya adalah petugas tata usaha urusan pengawasan umum. “Karir saya berkembang. Saya kemudian menduduki posisi manajer pada 1987,” tuturnya.

Melalui seleksi ketat pada 1991, pria kelahiran Semarang ini berhasil memperoleh beasiswa pendidikan S-2 di Amerika Serikat. Bambang pun melanjutkan  studi di Temple University, Pennsylvania. “Saya meraih gelar MBA pada 1994,” jelas pria penghobi musik dan traveling ini.

Pulang dari AS, Bambang kembali ke BPD. Dia menjadi pemimpin Bagian laporan Keuangan Bank Bumi Daya. itu sebelum BBD melebur kepada Bank Mandiri pada 1999.

Di Bank Mandiri, karir Bambang cukup baik. “Setelah melalui seleksi saya menduduki posisi kepala divisi akuntansi, kemudian kepala financial control project hingga group head compliance,” ujarnya.

Pada 2003 pemerintah RI menugasi Bambang menjadi wakil kepala PPATK sampai dengan 2005. Sesudah itu dia kembali ke Bank Mandiri untuk menduduki posisi EVP Koordinator. “Saya diangkat sebagai Direksi Bank Mandiri sampai 2010,” kata bapak tiga anak ini.

Dari Bank Mandiri, dia hijrah ke Bank Bumiputera. Dia pun menjadi direksi Bank Bumiputera sampai 2014.

“Baru setelah itu saya dipercaya memimpin Bank BPD DIY. Menjadi direktur utama sejak 2014 hingga sekarang,” ujar Bambang mengisahkan perjalanan panjangnya di dunia perbankan.

Prinsip Bermasyarakat adalah Menjalankan FAITH

Suami Eny Indrasti Yuliwati, S.E., ini mengaku selalu berupaya memberikan hasil terbaik. Baginya pekerjaan dan jabatan adalah amanah untuk ditunaikan. Karena itu, dia harus memberikan seluruh kemampuan lahir dan batin kepada pemberi amanah. tetapi, tutur Bambang, yang utama ialah tekad untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Juga tekad untuk memperoleh ridha Tuhan Yang Mahakuasa untuk memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat. “Prinsip saya bekerja dan bermasyarakat adalah menjalankan faith (kesetiaan) yang juga merupakan akronim dari fathonah, amanah, integritas, trustable (dapat dipercaya), dan humble (rendah hati).

Bambang mengatakan, Indonesia memerlukan pemimpin yang berani memberantas korupsi di semua aspek kehidupan negara. Berani menata ulang pranata kebangsaan dan kenegaraan yang salah.

Saatnya Unair Masuk 500 Dunia

Bambang mengatakan, Unair telah turut membina karakter dirinya menjadi pekerja yang tidak mudah menyerah. Unair memberikan kesempatan awal untuk

mempelajari dan mempraktikkan kepemimpinan serta pergaulan di tingkat yang

lebih luas dan lebih tinggi.

Oleh sebab itu, Unair sudah saatnya menjadi perguruan tinggi terkemuka, mengingat kualitas pendidikan, infrastruktur, dan kualitas manusia alumninya cukup tinggi.

Untuk masuk menjadi 500 perguruan tinggi kelas dunia, pimpinan Unair agar jangan cepat puas dengan pencapaiannya. “Saat ini ruang untuk berkembang dan bersaing dalam percaturan global sangat terbuka dengan tingkat kompetisi yang semakin tajam,” saran Bambang kepada almamater Unair.

Sumber : Buku Jejak Langkah Ksatria Airlangga

Tags :