Akuntan Yang Lebih Suka Mengajar Wednesday, 30 August 2017 03:44

Salah satu profesi yang dibutuhkan berbagai perusahaan adalah akunting. Karena itu, tak heran bila jurusan akunting di berbagai perguruan tinggi umumnya jadi favorit mahasiswa. Namun, bagi Dian Agustia, posisi menggiurkan sebagai akunting tak mampu mengalahkan panggilan jiwanya sebagai pengajar.

Alumnus Akuntansi Fakultas Ekonomi (sekarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis/FEB) Unair itu pernah merasakan bekerja sebagai akunting di bank dan kantor akuntan publik (KAP). Waktu di KAP dia merangkap mengajar di almamaternya. Namun, ketika harus menentukan karir, dia lebih memilih mengajar.

Ternyata pilihannya tak salah. Di almamaternya Dian Agustia mampu berkarir cemerlang. Sejak Oktober 2015 dia menjabat Dekan FEB.

Dimulai sebagai dosen, kemudian menjadi staf wakil dekan (Wadek) I, sekretaris program studi (prodi) D-3 Akuntansi, ketua departemen Akuntansi, dan  pernah dimintai bantuan menjadi ketua Panitia Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB).

Sebelum menjabat dekan FEB, Prof. Dian menjabat dekan Fakultas Vokasi. Meski waktunya disibukkan dengan mengajar dan urusan fakultas, ibu empat anak itu tetap aktif di asosiasi profesi. Misalnya, di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jatim dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jatim. Bahkan, dia menjabat  ketua IAI KAPD (Kompartemen Pendidik) Wilayah Jatim.

Perbanyak Doktor Menuju 500 Dunia

Seiring dengan target Unair dalam menggapai 500 universitas top dunia, Dian pun menyiapkan FEB mengikuti target tersebut. Sebagai akunting, dia bekerja sesuai dengan prinsip akuntansi. Dimulai dari mengidentifikasi problem, mencari solusi, baru menyesuaikan target.

Banyak kinerja yang mesti dibangun. perlu budaya kerja keras dan kebersamaan untuk meningkatkan kompetensi,  inovasi dosen, tata kelola, dan menginformasikan kinerja universitas pada publik.

Salah satu yang dilakukan adalah memperbanyak doktor dan guru besar. Sampai pertengahan 2016 FEB ’’baru’’ punya 11 guru besar. Karena itu, dosen-dosen  muda yang sedang menempuh pendidikan S-3 dimotivasi agar cepat lulus. Saat ini  sekitar 40 persen  dosen FEB menempuh program pendidikan S-3.

Mereka juga dipacu untuk memublikasikan karya ilmiah maupun hasil penelitian ke jurnal internasional. FEB ditargetkan bisa memublikasikan 38 karya ilmiah ke jurnal internasional.

Di sisi lain, lulusan FEB Unair diharapkan langsung siap bekerja. Karena itu, mahasiswa dibekali dengan tambahan soft skill. Antara lain melalui kegiatan kemahasiswaan.

Juga ada Program Alumni Kembali ke Kampus. Para praktisi ekonomi alumni FEB diundang untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang peluang pekerjaan.

Ada juga program magang selama sebulan bagi mahasiswa. Misalnya di Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau perusahaan-perusahaan lain.

Mahasiswa bisa memilih tempat magang sendiri atau dipilihkan fakultas. Keahlian pendamping tersebut disertifikasi dan diberikan kepada mahasiswa pada akhir semester.

Sumber : Buku Jejak Langkah Ksatria Airlangga