Alumni Bangga, Rumah Sakit Terapung ”Ksatria Airlangga” Resmi Diluncurkan Monday, 13 November 2017 12:28

rumah sakit
DARI kiri ke kanan, Ketua IKA-FK Dr. Pudjo Hartono, Dekan FK Prof. Soetojo, Ketua IKA-UA Wilayah Jatim dr, Hendy Hendarto, dan Sekjen IKA-UA Budi Widajanto usai mencet bel kapal di dek III, sbg tanda peresmian RST “Ksatria Airlangga”, Sabtu (11/11). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Tidak seorang yang tidak menyatakan bangga, lega, dan bersyukur atas dioperasikannya Rumah Sakit Terapung (RST) “Ksatria Airlangga”. Itulah gambaran ekspresif yang terpancar dari raut muka para pimpinan dan alumni Universitas Airlangga yang hadir, ketika karya anak bangsa Alumni UNAIR ini di-launching, di Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di dermaga Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (11/11) petang.

Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Soetojo, Sekjen PP IKA-UA Dr. Budi Widajanto, Ketua IKA-UA Wilayah Jawa Timur Dr. Hendy Hendarto, Sp.OG., dan Ketua IKA FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG., menandai launching dengan bersama-sama memencet sirine (klakson) kapal. Ratusan alumni dan undangan yang hadir pun sontak bersorak-sorai.

Bersamaan dengan itu kapal Phinisi lebar 7,5 meter dan panjang 27 meter itu bergerak pelan meninggalkan dermaga. Tidak kemana-mana, hanya layar simbolis untuk berkeliling di sekitar Tanjung Perak hingga Pelabuhan Gresik. Nahkoda RST, Mudatsir, petang itu menjalankan kapal dengan kecepatan 12 knot. Lalu puluhan alumni dan ABK pun, bersama RST “Ksatria Airlangga” kembali merapat di dermaga Kesyahbandaran tepat pukul 18.30 WIB.

rumah sakit
KAPAL phinisi sebagai Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga”, yang diluncurkan. (Foto: Bambang Bes)

”Puas sekali, bahwa akhirnya Rumah Sakit Terapung Universitas Airlangga ini benar-benar bisa dioperasionalkan untuk bakti sosial pelayanan kesehatan untuk masyarakat di pulau-pulau terpencil dan terluar Indonesia,” kata Dekan FK Prof. Soetojo ketika diwawancarai pers.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dr. Pudjo Hartono, Sp.OG., yang juga Ketua II PP IKA-UA, bahwa ide pembuatan RST yang berawal dari para alumni FK UNAIR ini benar-benar terwujud. Ide itu berawal dari realita tugas yang dijalani seorang alumni FK yang berdinas di kawasan kepulauan di Provinsi Maluku, Dr. Agus Haryanto, Sp.B., akhirnya bisa diperluas dan diwujudkan oleh IKA UNAIR.

”Jadi kapal yang kami bikin di galangan Phinisi di Galesong, Sulsel, ini diprakarsai oleh Alumni UNAIR untuk pengabdian kesehatan bagi saudara kita yang sangat membutuhkan pelayanan di wilayah pulau terpencil. Wilayah Indonesia ini luas. Mudah-mudahan model ini nanti diikuti oleh pihak lain untuk tujuan sama, yaitu membantu pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan,” kata Pudjo Hartono, ketika diwawancarai di kamar operasi RST.

Pada Sabtu (11/11) pagi hingga siang sebelum peluncuran RST, juga diadakan “Festival Alumni” di Aula FK UNAIR di kampus A. Kegiatannya berupa diskusi dengan tema ”Peran Alumni, Apa yang Akan Kita Lakukan Sebagai Alumni?” menghadirkan alumni dari berbagai fakultas di UNAIR.

Hadir di acara ini antara lain Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Kakanwil Kesehatan Jatim Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An. KIC.KAP., Ketua PERDATIN (Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia) Dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An., KIC. MARS., Dekan FK UNAIr prof. Soetojo, Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YMKA) Dr. dr. Christrijogo Sumartono, Sp.An.KAR., dr M. Adib Kumaidi SpOT (Sekjen IDI Pusat) dan ratusan alumni UNAIR lainnya.

PARA Alumni UNAIR, diantaranya Dekan FK dan pengurus IDI Pusat dr M. Adib Kumaidi Sp.OT (Sekjen) ada diantara alumni yang mengikuti peluncuran RST Ksatria Airlangga. (Foto: Bambang Bes)

Pada diskusi inilah Dr. Pudjo Hartono dan Dr. Christrijogo selaku YKMA mengharap adanya partisipasi para alumni UNAIR untuk ikut berpartisi pada proyek sosial kemanusiaan ini. Hal ini disampaikan ke forum karena biaya operasional RST “Ksatria Airlangga” itu per tahun mencapai Rp 4 milyar. Akan sangat berat jika hanya mengandalkan uluran partisipasi dari para alumni.

Untuk itu, dalam diskusi kemarin banyak yang menyepakati bahwa selain peran alumni sangat diperlukan, juga para alumni UNAIR yang tersebar di berbagai instansi dan perubahaan besar untuk ikut mengupayakan memperoleh dana dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dan donatur lainnya. Seperti yang disampaikan Amang Rofi’i, SH., yang akan berusaha menghubungkan dengan PT PAL untuk mendapatkan bantuan parkir (sandar) bagi kapal RST ini.

Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/11/13/alumni-bangga-rumah-sakit-terapung-ksatria-airlangga-resmi-diluncurkan/