Dukungan Penuh Keluarga Antar Iyen Suhesti Lulus Terbaik S2 FH UNAIR Tuesday, 13 March 2018 03:15

dukungan keluarga

IYEN Suhesti berjabat tangan dengan Rektor UNAIR usai menerima piagam penghargaan sebagai wisudawan terbaik, dalam wisuda periode Maret 2018. (Foto: Bambang Bes)

 

UNAIR NEWS – Ditunjang dengan tesisnya tentang ”Pembentukan Perusahaan Cangkang Oleh Penanam Modal Asing di Indonesia”, Iyen Suhesti, Ibu tiga orang anak ini berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik Program Magister Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Ia meraih IPK 3,79.

Perusahaan cangkang adalah perusahaan yang didirikan untuk tujuan tertentu (Special Purpose Vehicle), khususnya untuk menampung dana/uang dan atau perusahaan perantara untuk transaksi tertentu. Perusahaan ini sering didirikan di negara yang memungut pajak rendah dan memungkinkan adanya Beneficiary Owner.

Menurut Iyen, Indonesia sebenarnya telah memiliki peraturan perundang-undangan yang cukup untuk mencegah pembentukan anak perusahaan (subsidiary) dalam bentuk perusahaan cangkang. Peraturan perundang-undangan dalam bidang perseroan terbatas (PT), pasar modal, perbankan, perpajakan, pencucian uang, dan penanaman modal, sudah memberikan mekanisme agar setiap pendirian PMA melalui pembentukan PT dilakukan melalui pendaftaran, dan pencatatan nama pemegang saham.

Demikian juga transaksi perbankan mensyaratkan penyebutan identitas pemilik dana. Peraturan perpajakan bahkan melarang beneficiary owner untuk mendapatkan fasilitas pembebasan perpajakan. Secara umum regulasi Indonesia itu mengimplementasikan dua strategi dalam membatasi beneficiary owner, yaitu melalui sistem keterbukaan langsung di muka (up-front disclosure system); dan kewajiban kepada corporate service provide.

Ia yang juga aktif sebagai Notaris dan PPAT di Surabaya ini, juga aktif sebagai sekretaris Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengda Surabaya. Pada INI Jatim sebagai anggota bidang TI dan Komunikasi. Sedang pada Ikatan PPAT Pengda Surabaya sebagai Kabid. Bahkan Iyen juga menjadi Korlas di SMPN 1 Surabaya dan SMAN 5 Surabaya.

”Lulus S1 FH UNAIR dalam 3,5 tahun, lalu lanjut Spesialis Notariat juga di UNAIR,” ujar Iyen saat berbagi cerita terkait studi dan professinya. Saat itu ujian PPAT tidak setiap tahun, jadi meski tengah hamil tujuh bulan, ia tetap mendaftar ujian PPAT di Kota “Gudeg” Yogyakarta.

”Saya sangat bersyukur atas pengertian dan support dari suami, mertua, dan ketiga anak saya yang bisa mandiri saat saya tinggal kuliah dan bekerja,” imbuhnya.

Ditanya tips kesuksesan studi ini untuk adik kelasnya, Iyen menyarankan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, sehingga ilmu yang didapat saat kuliah dapat mengembangkan potensi keilmuan dan mendukung praktik di dunia kerja. 

 

Sumber: http://news.unair.ac.id/2018/03/11/dukungan-penuh-keluarga-antar-iyen-suhesti-lulus-terbaik-s2-fh-unair/ 

Tags :