Dianugerahi CEO of The Year Monday, 22 August 2022 22:05

Edison Manalu atau yang sering dipanggil Edison adalah salah satu alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga jurusan S1 Sastra Inggris tahun 1993. Edison saat ini menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan di bidang industri makanan dan minuman terbesar di Indonesia, Mount Scopus Group Indonesia.

Perjalanan karier alumnus kelahiran Surabaya, 14 Juli 1970 itu cukup panjang.Edison telah menyelami karier di bida ng retail sejak 22 tahun terakhir. Bahkan tidak hanya di dalam negeri, dia juga memiliki pengalaman berkarier di perusahaan retail multinasional hingga internasional. Selama itu, telah banyak apresiasi yang dia raih. Salah satunya adalah gelar CEO of The Year yang didapatkan Edison pada 2017 lalu.

“Ada banyak prestasi dalam berkarier. Namun, yang paling berkesan adalah pada tahun 2017 lalu saya terpilih sebagai salah satu CEO of The Year yang diselenggarakan oleh tujuh badan kementerian Republik Indonesia,” ungkap penggemar olahraga triathlon itu.

Gemari Bisnis Sejak Kuliah

Sejak kuliah, ketika FIB masih bergabung dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Edison sudah menunjukkan minat yang besar dalam dunia bisnis. Dia kerap berinisiatif menyuplai kebutuhan merchandise dalam berbagai kesempatan acara prodi. Sejak saat itu, Edison mulai menyukai bisnis.

“Saya cari supliernya, lalu membuat merchandise itu hingga jadi. Barulah dijual kepada teman-temen prodi. Dari sana mulai terasah kecintaan saya terhadap proses bisnis,” ujarnya.

Edison memang memiliki relasi yang cukup luas selama kuliah. Dia termasuk mahasiswa yang aktif pada berbagai kegiatan organisasi keagamaan dan sosial. Dia juga cukup populer di kalangan mahasiswa angkatan, bahkan kakak tingkat.

Lulusan Sastra Inggris, Dalami Bisnis Retail 

Perjalanan karier Edison bisa dibilang cukup unik. Bagaimana tidak? Edison merasa jurusan yang dia ambil semasa kuliah sama sekali tidak berkaitan dengan kariernya. Meski begitu, saat ini Edison sukses dalam berkarier. Sebelum benar-benar berkarier di industri retail seperti sekarang ini, Edison sempat menjajal bekerja freelance di sebuah perusahaan properti.

Ketika itu dia bertanggungjawab atas pengadaan bahan baku dan logistik untuk suatu perusahaan kontraktor. “Saya coba bekerja sambil menunggu wisuda yang masih enam bulan lagi saat itu,” kata Edison.

Tidak lama setelah wisuda, sekitar tahun 1994, Edison memulai karier dengan mendaftar program pelatihan manajemen dari salah satu perusahaan retail terkemuka, PT Hero Supermarket.

Setelah melewati enam hingga tujuh tahapan seleksi, Edison dinyatakan lolos dan mengikuti program tersebut selama satu setengah tahun. Di sana dia mendapat cukup bekal untuk mengelola bisnis retail seperti supermarket. “Saat itu ada 12.000 pelamar dari seluruh Indonesia, sedangkan yang dibutuhkan hanya 18 posisi management trainee. Jadi benar-benar sangat ketat,” ujarnya.

Namun, Edison lebih unggul. Dia termasuk satu di antara tiga peserta pelatihan yang berprestasi dan menempuh akselerasi. Program pelatihan yang seharusnya dia selesaikan selama 18 bulan, hanya ditempuh 8 bulan oleh Edison. 

Pada tahun 1995, setelah menyelesaikan pelatihan itu, Edison diberikan jabatan sebagai Assistant Store Manager di salah satu cabang Hero Supermarket di Jakarta. Tak butuh waktu lama, Edison kemudian naik jabatan sebagai Store Manager kala itu. “Dari sinilah sebenarnya awal kecintaan karier saya muncul.

Karena ternyata dalam mengelola satu bisnis retail, kita diajarkan hal-hal yang sangat detail dan komplit mengenai bagaimana kita memimpin suatu unit usaha dan organisasi,” imbuh Edison.

Satu tahun kemudian, pada 1996, Edison direkrut oleh salah satu perusahaan retail dari Prancis di bawah naungan PT Contimas Utama Indonesia, Continent Hypermarket. Selama di Continent, Edison sempat menjajal beberapa posisi saat itu. Nama Continent cukup tersohor pada waktu itu karena menjadi hypermarket pertama di Indonesia.

Selepas dari Continent, Edison bergabung dengan Carrefour. Edison juga pernah bekerja di Price Smart, yang kemudian berganti nama menjadi The Club Store, sebuah perusahaan retail dari Amerika yang berafiliasi dengan perusahaan retail di Indonesia. Edison sempat merasakan berkarier di Amerika meski sebentar kala itu. Dia juga sempat menempuh studi di University of Stirling pada jurusan Retail Management selama 12 bulan pada tahun 2000.

“Saya sempat berkarier di Amerika selama beberapa waktu saja. Saat itu karena penugasan dari Price Smart,” jelas Edison.

Pada titik ini, Edison terus fokus untuk berkarier dalam bidang industri retail. Hingga pada tahun 2014, dia memutuskan untuk meninggalkan posisi Chief Operating Of¤Éicer (COO) di PT Hero Supermarket dan bergabung dengan PT Cardig Aero Services.

Di perusahaan yang baru itu, Edison membawahi tiga anak perusahaan, yakni PT Purantara Mitra Angkasa Dua, PT Cardig Anugrah Sarana Catering, PT Arang Agung Graha. “Posisi saya sebagai CEO dan President Director di masing-masing perusahaan tersebut,” pungkasnya.

Kunci Sukses Edison 

Edison sebenarnya adalah pribadi yang selalu menarget capaian dalam pekerjaan. Dia bersyukur, semua targetnya telah tercapai tepat waktu.

Menurut Edison, seorang pemimpin setidaknya harus memiliki tiga prinsip. Pertama, tegas dalam berprinsip. Kedua, luwes dalam bertindak. Ketiga, bijak dalam mengambil keputusan.

Saat ini, Edison termasuk dalam Platinum Circle Hundred. Yaitu perkumpulan CEO dengan omzet perusahaan mencapai USD 100.000.000. Edison juga tengah disibukkan sebagai konsultan lepas di beberapa lembaga konsultan khusus bisnis retail di Singapura.

Edison bersyukur, perusahaan yang dia pimpin saat ini berkembang dengan sangat baik. “Apapun karier atau profesi yang kita jalani, jadilah yang terbaik. Setelah kita menjadi yang terbaik dan memimpin, kita harus menciptakan satu penerus yang jauh lebih baik daripada kita,” tandasnya.

Sumber : Jejak Langkah Ksatria Airlangga Edisi V

 

Tags :