UNAIR NEWS – Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Perusahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Webinar Airlangga Career and Internship Club (ACIC) pada Rabu (09/04/2025) secara online. Webinar tersebut menghadirkan pembicara Early Antarest, seorang praktisi di bidang Human Resource (HR) dan konsultan. Dalam paparannya, Early membahas tentang strategi untuk tampil menonjol di dunia kerja, terutama bagi para fresh graduate yang tengah bersaing di pasar tenaga kerja yang kompetitif. Ia menekankan pentingnya mengenali kekuatan diri, membangun CV yang autentik, serta terus mengasah keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Dalam webinar tersebut, Early juga menyinggung realita dunia kerja yang inkonsisten. Di satu sisi, jobseekers mengeluh sulitnya mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan justru kesulitan menemukan pegawai yang sesuai. Masalah utama yang terjadi adalah missmatch, yaitu ketidaksesuaian antara kualifikasi pelamar dan kebutuhan perusahaan. Hal ini turut memicu tingginya angka turnover atau fenomena pegawai resign lebih awal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat terdapat sebanyak 7,2 juta pengangguran di Indonesia, sementara Sensus Ekonomi 2016 mencatat terdapat lebih dari 26,71 juta perusahaan terdaftar. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara jumlah pelamar dan kebutuhan industri. Hal tersebut menunjukkan perlunya peningkatan relevansi keterampilan tenaga kerja terhadap kebutuhan pasar, serta dorongan bagi perusahaan untuk lebih adaptif dan inovatif dalam proses rekrutmen.
Early menegaskan bahwa untuk menghadapi proses rekrutmen, pelamar harus untuk menyesuaikan pengetahuan dan keterampilan yang ia miliki dengan kebutuhan dunia industri, pelamar dapat mengikuti pelatihan maupun sertifikasi sesuai dengan kebutuhan kerja. “Pengalaman praktik juga jadi aspek penting. Saya harap mahasiswa dapat bersikap proaktif untuk mencari informasi mengenai magang, kerja praktik, atau proyek freelance guna memperkaya portofolio,” ujar Early.
Tak hanya itu, kesiapan mental dan emosional turut berperan dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Sebagai penunjang, pelamar kerja perlu menyusun curriculum vitae (CV) dan portofolio secara cermat. Dokumen tersebut akan lebih kuat apabila ada pendukung, seperti kompetensi, sertifikasi, dan pengalaman yang relevan.
Penyusunan CV
Pelamar perlu menyusun CV secara cermat untuk menampilkan profil yang kuat dan profesional. Langkah awal yang penting adalah menulis identitas secara lengkap dan akurat. Selanjutnya, mereka dapat menggunakan bagian ringkasan diri untuk menonjolkan kepribadian serta arah karier secara singkat namun menarik. Pelamar dapat menuliskan pengalaman kerja atau organisasi secara detail termasuk posisi, tanggung jawab, dan pencapaian yang berhasil ia raih. Dengan demikian, pelamar dapat meningkatkan peluang untuk menonjol dan menarik perhatian perekrut.
“Penting untuk menyesuaikan jenis CV dengan bidang yang dilamar. Gunakan CV Kreatif jika ingin melamar di bidang desain atau marketing. Namun, jika ingin melamar di bidang non-kreatif seperti BUMN atau ODP, gunakan CV yang sesuai dengan sistem ATS (Applicant Tracking System) agar mudah terbaca oleh sistem rekrutmen otomatis,” jelas Early.
Early juga memberikan tips cara menghadapi wawancara kerja. Pelamar kerja harus dapat mempersiapkan diri sebelum wawancara dengan riset perusahaan, memahami posisi yang ia lamar, dan mempelajari pertanyaan umum. Early menyarankan hadir 15 menit lebih awal guna memberi waktu mempersiapkan mental dan fisik, sekaligus menunjukkan keseriusan.
Penampilan rapi dan bahasa tubuh yang sopan, seperti kontak mata, senyum, dan postur tegap, akan memberikan kesan profesional. Selama wawancara, pelamar dapat menunjukkan energi yang percaya diri dan antusias, serta fokus pada jawaban yang tegas, jujur, dan disampaikan dengan bahasa yang jelas. Di akhir wawancara, pelamar juga dapat mengajukan pertanyaan untuk menunjukkan minat dan inisiatif. Persiapan menyeluruh akan meningkatkan peluang diterima.
Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi
Editor : Edwin Fatahuddin
Sumber : https://unair.ac.id/acic-dpkka-kupas-strategi-tampil-menonjol-di-dunia-kerja/