UNAIR NEWS – Kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah cita-cita. Bagi, Letkol Cpm Rifky Nurachman SH, alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), kegagalan justru menjadi pintu yang mengantarkannya mengemban amanah sebagai Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IV/4 Surakarta. Melalui perannya, ia bertanggung jawab menegakkan hukum dan disiplin prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah kerjanya.
Perjalanan Panjang
Perjalanan panjang Rifky lampaui. Ia mengaku sempat mendaftar seleksi militer usai lulus SMA, namun belum berhasil. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Hukum UNAIR dan sempat bekerja di sektor swasta, ia kembali mencoba mendaftar atas dorongan sang adik.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Hingga, pada 2002 ia resmi bergabung dengan TNI Angkatan Darat di Korps Polisi Militer. Sejak dilantik, karier Rifky terus berkembang. Ia menjalani berbagai penugasan dan pendidikan militer. termasuk bertugas di Sumatra Utara hingga Aceh. “Jadi, terpakai ilmu hukumnya di situ. Tapi sebelumnya, ya sudah terpakai juga karena di situ jabatan saya pernah jadi pemeriksa, penyidik, dan sebagainya,” ungkap Rifky.
Tanggung Jawab
Kini, sebagai Dandenpom IV/4 Surakarta, Rifky memimpin satuan dengan wilayah tanggung jawab yang meliputi enam kabupaten dan satu kota. Ia menjelaskan bahwa tugas utama satuannya tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mencegah pelanggaran serta membina prajurit agar tetap profesional dan berintegritas.
Ia pun menceritakan salah satu pengalaman yang berkesan selama berkarir. Yaitu ketika ia dipercaya menjadi Komandan Satuan Pendidikan Perwira. Dalam posisi tersebut, ia tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan calon perwira agar mampu menjadi teladan di satuannya.
“Perwira itu menjadi motivator. Perwira itu harus bisa menjadi teladan dan bisa menjadi penutai. Oleh karena itu, besar tuntutan kepada seorang pemerintah apa pun sumbernya, ia harus menguasai sehingga mampu membawa satuannya, membawa anggotanya ke jalan yang benar ke arah yang benar,” tuturnya.
Dalam perjalanan kariernya, ia menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi kekuatan utama yang membawanya hingga berada pada posisi saat ini. Ia menyebut kedua orang tua, saudara, serta keluarga besarnya menjadi sosok yang selalu memberi dorongan dan motivasi dalam setiap fase kehidupan.
“Jangan takut berusaha dan jangan pernah tidak punya cita-cita. Apa pun itu cita-citakan, kita harus bisa mendapatkannya, caranya usaha seoptimal mungkin dan semaksimal mungkin dan jangan lupa untuk berdoa,” pesannya.
Penulis: Adinda Octavia Setiowati
Editor: Yulia Rohmawati
Sumber : https://unair.ac.id/emban-amanah-detasemen-polisi-militer-alumnus-fh-perwira-harus-lebih-dari-sekadar-pemimpin/