Inspiratif! Dua Alumni FIB Bagikan Cerita Berkarier di Jepang

24 Nov 2025

UNAIR NEWS – Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan berbahasa dan memahami budaya asing menjadi modal penting bagi generasi kini. Menyadari hal tersebut, Niseikai, Himpunan Mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kuliah tamu bertajuk Bahasa dan Sastra Jepang sebagai Gerbang Internasionalisasi. Kegiatan itu sukses terlaksana pada Sabtu (25/10/2025) secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam kesempatan tersebut, menghadirkan dua narasumber alumni program fast track FIB UNAIR, yakni Manuela Bernarda Serang dan Laily Raff Firdausy. Keduanya berbagi pengalaman tentang kiprah lulusan Bahasa dan Sastra Jepang di kancah global dengan peluang karier di berbagai bidang.

Hadir pula dalam acara, Nunuk Endah Srimulyani SS MA PhD selaku Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan peserta yang telah menyukseskan acara.

“Dua alumni kami ini adalah contoh baik yang bisa dijadikan role model dalam memanajemen waktu. Mereka mampu mengharmonisasikan kegiatan akademik, organisasi, dan tanggung jawab lainnya, hingga akhirnya lulus tepat waktu dan mendapatkan pekerjaan. Semoga semangat hari ini bisa menjadi energi berharga bagi kita semua,” ujar Nunuk.

Pentingnya Kompetensi Global 
Mengawali materi pertama, Nela, membagikan pengalamannya sebagai lulusan Bahasa dan Sastra Jepang. Ia menuturkan bahwa ketertarikannya pada jurusan itu sudah tumbuh sejak masa sekolah dasar saat ia mulai mempelajari mata pelajaran bahasa tersebut.

“Belajar bahasa dan sastra Jepang itu tidak hanya soal bahasa, tetapi juga tentang memahami karya sastra, nilai-nilai budaya, dan karakteristik masyarakat Jepang,” jelasnya.

Nela pun menekankan, sembari belajar penting juga untuk membangun kompetensi global sebagai kunci beradaptasi dalam lingkungan. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, memahami perbedaan budaya, dan komunikasi adaptif menjadi bekal utama lulusan untuk bersaing di dunia internasional.

“Ketika kompetensi global bertemu dengan jurusan kita, maka lahir kemampuan berkomunikasi lintas budaya. Itu yang membuat lulusan Sastra Jepang memiliki peluang luas di berbagai sektor, tidak hanya di bidang pengajaran atau penerjemah,” ucapnya.

Peluang Bekerja di Perusahaan Jepang
Sementara itu, Laily Raff Firdausy membagikan pengalaman bekerja di Jepang dan memaparkan kondisi kebutuhan tenaga kerja asing di negeri Sakura tersebut.

“Populasi produktif di Jepang terus menurun, sementara kebutuhan tenaga kerja tetap tinggi. Kini, Jepang mulai mencari tenaga profesional, termasuk bidang sosial humaniora punya peluang besar, tidak hanya di bidang penerjemahan atau perhotelan, tapi juga HR, logistik, dan industri kreatif,” ungkapnya.

Laily turut memberikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin berkarier di Jepang. “Be prepared and be informed. Pastikan kamu selalu up to date. Selagi masih mahasiswa, manfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan value diri. Kejar sertifikasi bahasa seperti JLPT N2, aktif di organisasi, dan perdalam pengalaman untuk CV,” pesannya.

Terakhir, ia mengingatkan pentingnya memahami budaya kerja Jepang yang menekankan kedisiplinan dan etika bisnis. “Kefasihan bahasa Jepang memang penting, tapi sikap terbuka, sopan, dan semangat belajar juga menjadi nilai tambah ketika kalian bekerja di perusahaan Jepang,” tutupnya.

 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Sumber : https://unair.ac.id/inspiratif-dua-alumni-fib-bagikan-cerita-berkarier-di-jepang/

Copyright © Universitas Airlangga