Hadirkan Solusi Sampah Plastik, Mahasiswa UNAIR Kantongi Juara di Kancah Internasional

20 Apr 2026

UNAIR NEWS – Salah satu tantangan utama dalam manajemen sampah adalah jumlah sampah plastik kemasan. Kemasan plastik yang sifatnya multilayer dan juga tidak memiliki nilai ekonomi menjadi salah satu faktor penyebab sampah ini mustahil untuk terkumpul. Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menjawab tantangan tersebut dengan Netra, solusi sampah plastik berupa reuse jar yang bisa terpakai hingga 50 kali. 

Wujud kepedulian terhadap lingkungan inilah yang membawa Ridhwan Fadly Saputra (FST 2022), Farrelindra Nadhif Islami (FTMM 2024) dan Muhammad Dafi Aritama (FST 2024) meraih 4th Place Winner pada Senin (16/2/2026). Mereka berhasil bersaing dengan 3.600+ tim dalam kompetisi internasional GreenGeneration: Sustainable Case Competition. Kompetisi tersebut terselenggara oleh Nestle Indonesia Company. 

“Inovasi reuse jar atau Netra ini lengkap dengan dua komponen lain. Yakni refill machine system yang bekerja sama dengan outlet partner, dan kode QR pada setiap jar untuk keperluan monitoring penggunaan dari hulu ke hilir,” jelas Ridhwan, ketua tim Bismillah Sukses, Selasa (17/2/2026). 

Pantau Kuantitas Sampah Plastik

Memantau kuantitas sampah plastik yang menggunung setiap tahun, controlling dan monitoring sampah jenis ini sulit dilakukan. Transisi menuju kemasan berkelanjutan membutuhkan pendekatan ekosistem yang terintegrasi dari sisi produsen sampai sisi konsumen. 

“Tantangan utamanya bukan hanya pada inovasi material, tetapi bagaimana membangun arsitektur sistem yang mampu menghubungkan produsen, konsumen, hingga pengelola sampah. GreenGeneration mendorong kami berpikir lebih strategis dalam melihat solusi dari hulu ke hilir,” tambah Ridhwan. 

Sebagai satu-satunya tim perwakilan UNAIR yang masuk ke top 20 dan berkompetisi di babak final, Ridhwan mengaku terkendala dalam menyusun alur berpikir dan merumuskan inovasi terintegrasi dalam kurun waktu singkat selama kompetisi. 

“Untuk menyelesaikannya, kami membagi tugas dan porsi pekerjaan berdasarkan kemampuan dari masing-masing anggota lintas jurusan. Dengan kolaborasi lintas jurusan dan fokus pada keahlian masing-masing, kami akhirnya dapat merumuskan ide yang dapat menjawab masalah dengan waktu yang terbatas,” ungkap Ridhwan. 

Melalui kegigihan dan dedikasi itulah, Ridhwan dan tim berhasil pulang dengan mengantongi predikat juara. Belajar dari pengalaman, ia menyarankan kolaborasi lintas jurusan dalam mengikuti lomba real case problem. “Untuk kalian yang ingin menyelesaikan real case problem. Terutama di bidang industri, pengetahuan dan kolaborasi lintas jurusan akan membantu memberikan ide penyelesaian yang tidak hanya inovatif, tapi juga solutif,” pungkasnya. 

 

Penulis: Dinnaya Mahashofia 

Editor: Yulia Rohmawati 

Sumber : https://unair.ac.id/hadirkan-solusi-sampah-plastik-mahasiswa-unair-kantongi-juara-di-kancah-internasional/

Copyright © Universitas Airlangga