Isy Karimah Syakir

Kiprah Isy Karimah, Notaris & PPAT yang Sukses Pimpin Sejumlah Organisasi

“Janganlah bosan untuk belajar karena untuk naik ke jenjang lebih tinggi itu perlu proses, pematangan jiwa”

Universitas Airlangga (UNAIR) tak pernah kekurangan alumnus hebat yang bergelut di berbagai bisang. Ialah Dr. Isy Karimah, SH, MKn, MH, salah satu alumnus membanggakan itu. Isy, panggilan akrabnya, yang lahir di Sidoarjo, 17 Agustus 1967 itu merupakan alumnus Ilmu Doktoral Fakultas Hukum (FH) UNAIR tahun 2021. Kini, ia menjadi notaris dan PPAT sekaligus menahkodai berbagai organisasi bidang hukum di Jawa Timur.

Kiprah sebagai Pemimpin

Baru-baru ini, ia resmi dinobatkan sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) periode 2024-2027 Jawa Timur. Isy secara resmi terpilih pada 9 Januari 2024 lalu. Tidak hanya itu, Isy ternyata juga merangkap sebagai Ketua Pengwil Jatim IPPAT Jawa Timur. selama dua periode, yakni 2018-2021 dan 2021-2024. Bagi Isy, ini adalah prestasi yang membanggakan. Lantaran, ini menjadi kali pertama, khususnya di Jawa Timur, seorang notaris dan PPAT yang menjabat posisi penting pada dua organisasi sekaligus. 

Tentu saja kiprah dan keberhasilan Isy menjadi seorang pemimpin itu tidak dapat terlepas dari kerja keras dan kiprah Isy selama menjalani masa pendidikan di UNAIR. Sejak kecil, keinginan menjadi seorang notaris telah ada dalam benak Isy. Keinginan itu berasal dari pengalamannya ketika ia kerap diajak sang orang tua mengunjungi notaris guna mengurus keperluan persuratan. Isy kecil memandang notaris sebagai profesi yang menyenangkan. 

“Dulu pas kecil di Sidoarjo saya sering ikut orang tua ke notaris untuk mengurus persuratan, utamanya surat-surat tanah memang. Pikiran saya waktu itu, sepertinya menyenangkan hati ya, profesi ini,” terangnya.

Perjalanan Pendidikan

Keinginan menjadi seorang notaris terus bertumbuh hingga Isy memasuki masa pendidikan krusial, yakni SMA, di mana ia harus menentukan langkahnya ke depan. Isy akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang. Setelah lulus, pada tahun 1991 Isy kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Kenotariatan FH UNAIR, dilanjutkan dengan Magister Kenotariatan pada 2009, dan Program Doktoral Ilmu Hukum FH UNAIR tahun 2021. Bagi Isy, bukan hal yang mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di UNAIR. 

“Dari S1 di kampus swasta kemudian spesialis di negeri, saya merasakan perbedaan signifikan,” tutur Isy.

Isy merasa perlu lebih banyak belajar untuk bersaing dengan rekan sejawatnya yang notabene merupakan lulusan UNAIR. Isy berhasil menepati itu. “Saat masuk, saya berpikir bahwa saya harus bisa mengimbangi, jadi saya bekerja keras untuk mengimbangi teman-teman lulusan S1 di UNAIR. Selain itu, saya juga bekerja untuk mengimbangi ilmu teori maupun praktik sehingga saya bisa bersaing,” ujar Isy.

Dari Kota ke Kota

Isy lulus dari pendidikan spesialis kenotariatan di FH UNAIR pada 1993. Tiga tahun setelahnya, tepatnya tahun 1996, Isy mengabdikan diri serta meniti perjalanan kariernya sebagai seorang notaris dan Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Peterongan, Jombang. Pada tahun 1999, ia mendapatkan peluang untuk menjadi notaris di Kota Surabaya. 

“Tentu ada banyak proses yang saya jalani. Dulu saya sempat jadi notaris di Peterongan, Jombang, selama kurang lebih tiga tahun,” ungkapnya.

Momentum menjadi notaris di Kota Santri itu memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi Isy. Sebab, kiprahnya di kota yang terbilang kecil itu justru memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. “Justru saya bersyukur karena saya sudah dapat ilmu di sana, jadi ketika di Surabaya sudah lebih maksimal. Maka dari itu, janganlah bosan untuk belajar karena untuk naik ke jenjang lebih tinggi itu perlu proses, pematangan jiwa,” tutur Isy.

Giat Belajar dan Mengajar

Bagi Isy, hidup adalah tentang pembelajaran. Kiprah Isy dalam melanjutkan pendidikan ke berbagai jenjang, kiprahnya dalam berkarier di berbagai kota, menunjukkan bahwa Isy adalah sosok perempuan yang giat belajar. 

Semangatnya dalam belajar dan bekerja menjadi inspirasi tersendiri bagi sang anak untuk mengikuti jejak langkah ibunda. “Sejak kecil memang sudah tumbuh di lingkungan keluarga notaris. Saya dan suami sama-sama notaris. Layaknya anak pada umumnya yang meniru orang tua, barangkali anak-anak kami juga terinspirasi untuk menjadi seorang notaris,” tutur Isy.

Dengan semua ilmu yang ia miliki melalui proses belajar sepanjang hayat itu, Isy juga tidak lupa membagikan ilmunya. Selain menjadi notaris, ia juga menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Timur, di antaranya UNAIR, Universitas Narotama, Universitas Surabaya, Universitas Islam Malang, hingga Universitas Jember. 

Dengan segala pengalaman dan dedikasi yang dimilikinya, Isy berharap dapat terus meningkatkan kualitas diri serta memberikan kontribusi yang lebih besar lagi, baik sebagai praktisi maupun pengajar. Keberhasilannya sebagai lulusan UNAIR telah menjadi sumber kebanggaan, dan ia bertekad untuk mempertahankan reputasi UNAIR dengan memberikan yang terbaik dalam kariernya.

Riwayat Pekerjaan

  • Notaris & PPAT di Kec Perorangan, Kab Jombang

    1996

  • Notaris Kota Surabaya

    1999

  • PPAT Surabaya

    2000

  • PPAT Surabaya I

    2012

  • Ketua Pengurus Wilayah

    Ikatan Notaris Indonesia (INI) Jawa Timur

Riwayat Pendidikan

  • S1 FH

    Universitas Merdeka Malang

    1986

  • Spesialis Kenotariatan

    Universitas Airlangga

    1991

  • Magister Kenotariatan

    Universitas Airlangga

    2009

  • Magister Ilmu Hukum

    Universitas Islam Indonesia

    2010

  • Doktor Ilmu Hukum

    Universitas Airlangga

    2021

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga