Ahli Bayi Tabung dengan Sosok Pelukis
Dokter (dr.) Aucky Hinting adalah salah satu dosen senior di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Alumnus SMA St Louis Jurusan Paspal (kini IPA) 1971 ini masuk FK Unair pada 1972.
Berbeda dengan kebanyakan dokter lain, ada yang unik dalam sosok dr. Aucky. Selain dokter spesialis andrologi, ia seniman. Dokter Aucky Hinting adalah pelukis.
Uniknya, sebagian besar tema dan objek lukisannya ialah proses
perkembangan janin sampai menjadi bayi. Menurut dr. Aucky, dengan melukis ia menjadi lebih fres dalam menjalankan profesi dokternya. Tidak stres.
Sifat dan jiwa seni itu ditunjukkan dr. Aucky sejak masih mahasiswa di FK Unair. Dalam banyak kegiatan semasa kuliah, ia sering mengurus kegiatan terkait kesenian. Misalnya, saat menjadi personel Biro Penerangan Dewan Mahasiswa (DM) Unair, dia pernah menggelar pentas Grup Band populer di era 1970-an, yakni Trio Bimbo asal Bandung.
Sering pula, kata dr. Aucky, selama menjadi mahasiswa kumpul-kumpul seniman arek Suroboyo, seperti Franky and Jane atau Leo Kristi. Karena setiap aktif dalam even kesenian sering mewakili Unair, saat acara kesenian di Bandung, ia diberi panitia jaket FK Unair.
Bagi dr. Aucky, seni dan kesenian adalah sarana batin untuk membangun keseimbangan antara belajar ilmu kedokteran dan hobi seninya.
Tertarik Keahlian Bayi Tabung
Pada 1978 satu tahun sebelum lulus dari FK Unair pada 1979, dr. Aucky mulai tertarik pada keahlian kedokteran andrologi dengan sepealisasi IVF (invitro fertilities). IVF dalam bahasa masyarakat ialah program kehamilan ibu-ibu yang tidak bisa hamil normal melalui perkawinan sperma dan sel telur menjadi benih di luar kandungan. Yakni, pembuahan menjadi benih, cikal-bakal janin, dilakukan di laboratorium. Setelah berkembang, benih baru disuntikkan ke ibu yang bersangkutan.
Dokter Aucky mengaku tertarik pada IVF setelah mengikuti kuliah-kuliah dosen senior FK Unair (saat itu) Prof. Arif Adimoelja.
Babak berikutnya, pada Maret 1980, setelah lulus dari FK Unair, dr. Aucky bekerja di Departemen Biologi. Di departemen ini juga ada Prof. Arif Adimoelja yang mengembangkan keahlian andrologi dengan fokus pada spermatologi.
Pada 1982 dr. Aucky mulai mengembangkan keahliannya di mancanegara. Kebetulan saat itu WHO (organisasi kesehatan dunia) memiliki tugas Human Production yang menyediakan beasiswa untuk penelitian.