Elvira Devinamira Wirayanti

Berawal dari Cak dan Ning Surabaya
Universitas Airlangga terbukti bukan ha nya sebagai kampus yang melahirkan akademisi. Salah satu diantara alumni Unair juga telah menorehkan sumbangsih prestasi yang membanggakan dalam dunia pageant dari seorang alumni Fakultas Hukum. Ialah Elvira Devinamira Wirayanti atau yang akrab de ngan disapa Elvira Devinamira. 
Elvira diterima menjadi mahasiswa Unair pada 2010. Ia diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum (FH). Sejak menjadi mahasiswa  FH Unair, Elvira tak 
lantas sekadar kuliah lalu pulang.  Masa-masa awal studinya pun sudah ia penuhi dengan beragam aktivitas positif non akademik yang menambah daftar prestasinya. 
Misalnya, di FH Unair Elvira tercatat sebagai anggota ALSA (Association of Law Student in Asia) Unair. Elvira juga bahkan aktif dalam kegiatan Model of United Nations.
Pada 2011, Elvira berkesempatan menjalani study trip ke Seoul, Korea Selatan. Pada 2012, Ia pertama kali bisa berkunjung ke Harvard University, di Boston, Amerika Serikat sebagai delegasi dalam Harvard Model of United Nations atau yang popular di kalangan mahasiswa sebagai HMUN. 
“Kunjungan itu merupakan kunjungan pertama saya ke Amerika Serikat dan untuk kali pertama juga mengunjungi Harvard University,” tutur Elvira kepada UNAIR News pada 2017 

Sebelum ke Intertainment Hanya Mahasiswa Nerd
Anak pertama dari Henida Prabawati ini memang memiliki jiwa prestatif sejak kecil. Meskipun sebenarnya ia tak pernah membayangkan akan memasuki dunia pageant yang mengantarkannya sebagai wakil Indonesia di kancah internasional.
Elvira yang ternyata juga pandai bermain piano ini sebenarnya tidak terlalu tertarik dalam dunia intertainment. Dulu, Elvira bahkan tak terlalu peduli dengan style atau fashion, apalagi modelling. Ia bahkan sempat dikenal sebagai “nerd” oleh teman-temannya karena terlalu serius belajar.


Raih Best National Costume Lewat The Chronicle of Borobudur
Nama Elvira baru mencuat kepermukaan ketika ia berhasil mengharumkan Indonesia di kontes kecantikan ratu sejagat “Miss Universe” pada 2014 Florida, AmerikaSerikat. 
Elvira bukan hanya mampu mempertahankan posisi di 15 besar. Ia dieluelukan oleh publik seantero negeri,  saat kostum The Chronicle of Borobudur seberat 20 kilogram yang ia kenakan berhasil menyabet gelar sebagai best national costume.
Ajang Miss Universe yang ia ikuti adalah puncak karir cemerlangnya dalam dunia pageant dari deretan daftar prestasi yang ia kantongi terlebih dulu sebelumnya.
 

Dorongan Sang Bunda
Atas dorongan sang Ibundalah, Elvira menjajal bidang baru yang ia tak terlalu pedulikan sebelumnya. “Ibu mempersiapkan saya mengikuti Cak dan Ning Surabaya sebagai uji coba. Apakah saya siap memasuki dunia kontes kecantikan, dan industri hiburan seperti sekarang.
Pada 2012, Elvira mengikuti Kontes Cak Ning yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Di ajang tahunan Surabaya ini Elvira meraih dua gelar sekaligus. Yakni sebagai runner up pertama dan juara favorit.

Sejak itu, Elvira giat melatih diri sendiri dengan dukungan penuh ibundanya. Menjajal untuk menekuni dunia modeling tanpa agen. Berlatih sendiri. Selama dua tahun, Elvira mempersiapkan diri agar bisa terpilih mewakili Jawa Timur di ajang Puteri Indonesia.
“Persiapan mental, fisik, kemampuan bicara di publik. Saya mempersiapkan pertarungan di wilayah Jawa Timur dengan sangat serius. Saya percaya preparation makes perfection,” tuturnya
Dengan persiapan matang, pada 2014 Elvira mengikuti kontes Putri Indonesia. Ia berhasil menjadi juara satu di Jawa Timur karena itu ia terpilih mewakili provinsi di timur Jawa itu ke level nasional.

Pada 29 Januari 2014, pada pemilihan putri Indonesia di Jakarta Convention Center, Elvira terpilh menjadi Putri Indonesia 2014. Mahkota Putri Indonesia 2014 pun disematkan kepada Elvira, yang kemudian menjadi pintu gerbang masuk ke ajang Miss Universe di Amerika Serikat.
 

Copyright © Universitas Airlangga