Rohim Ariful

Berhasil Menyulap Kebun Sang Ayah Jadi Eduwisata Pertama di Ponorogo

“Bahwa tugas manusia itu hanya berusaha, Allah yang mewujudkannya”

Eksplorasi diri, itulah yang kiranya dilakukan oleh Rohim Ariful sejak duduk di bangku kuliah. Lulusan Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2015 itu sejak dulu telah melakoni berbagai hal untuk menemukan minat dan jalan karir yang sesungguhnya. 

Untuk memulai eksplorasi diri, Rohim selama berkuliah aktif berorganisasi. Misalnya saja, ia pernah tergabung dalam UNAIR Mengajar sebagai staf public relation, menjadi Kepala Departemen Medinfo BEM FST, Kepala Divisi Publikasi dan Dokumentasi Camp Pengabdian Bidikmisi UNAIR, dan masih banyak lagi. Ia juga tercatat pernah meraih segudang prestasi. Ia pernah menjuarai kompetisi video Hari Santri Nasional, hingga meraih medali emas ajang International Invention and Innovative Competition. 

Berawal dari Kebun sang Ayah

Kiprah Rohim saat kuliah membawanya menjadi sosok yang serba bisa dan luas pemikirannya. Saat ini, pemuda kelahiran Ponorogo itu tengah menjalani karir sebagai CEO dari sebuah agro dan eduwisata bernama Ndalem Kerto. Ia mengaku bahwa keberhasilannya merintis bisnis tersebut tidak dapat terlepas dari pengalaman dan pengetahuan yang telah ia tempa sejak duduk di bangku kuliah.

“Bagiku yang aku rasakan sekarang, kuliah itu paling banyak membentuk dalam pola pikir, habit, dan tentunya pengetahuan. Maka apa yang bisa aku manfaatkan sekarang dari hasil kuliah dulu? Ya salah satunya adalah skill tentang media yang sudah terasah sejak kuliah. Hal itu paling banyak membantu dalam marketing usaha yang aku jalankan sekarang,” ujarnya.

Rohim bercerita, berdirinya Ndalem Kerto bermula dari kebun jambu kristal sang ayah. Ia dan keluarga berhasil menyulapnya menjadi wahana edukasi perkebunan dan peternakan yang memberikan kesempatan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan alam. “Dari yang awalnya kebun bapak hanya sebagai kebun produksi buah jambu sekarang sudah menjadi agrowisata yang bisa dikunjungi oleh masyarakat meskipun belum banyak,” ceritanya.

Tentang Ndalem Kerto

Berdirinya Ndalem Kerto tidak dapat lepas dari kepiawaian Rohim dalam melihat peluang dan potensi yang ada. Pada masa pandemi Covid-19, pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan dan berkunjung ke wisata alam. Kemudian, tahun 2021 kebun jambu milik sang ayah mulai ramai pengunjung. Melihat potensi itu, pada 2022 Rohim dan keluarga menyulapnya menjadi eduwisata dengan nama Ndalem Kerto.

Ndalem Kerto menjadi eduwisata pertama di Ponorogo yang mengusung konsep bermain, belajar, dan mencintai alam sebagai ciptaan Tuhan. Tempat ini, kata Rohim, terbuka untuk umum sebagai tempat belajar. 

“Kami berusaha memberikan pengalaman bermakna anak belajar di luar kelas. Tempat ini terbuka untuk umum sebagai tempat belajar siswa sekolah dari PAUD – SMA (Mendukung Pemenuhan Kurikulum Merdeka), mahasiswa (program magang, KKN, PKL), juga bisa dijadikan tempat wisata keluarga maupun perorangan,” tuturnya.

Selain itu, Ndalem Kerto juga membawa konsep sustainable tourism. Ia melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadi mitra dalam penyediaan wahana belajar. “Sebuah konsep yang bersama-sama kita bawa di Ndalem Kerto adalah konsep sustainable tourism dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadi partner dalam penyediaan wahana belajar, seperti kandang kambing, kandang sapi, kebun jambu kristal, dan UMKM Jambu Kristal,” terang Rohim.

Lebih lanjut, Eduwisata Ndalem Kerto juga turut menjaga kelestarian alam dengan dengan menghadirkan satu-satunya tempat edukasi dan penangkaran merak hijau (Pavo muticus) yang sekaligus mendukung pengetahuan keberlanjutan kesenian Reog Ponorogo. 

Enggan Berputus Asa

Menemui tantangan dan merasa terperangkap dalam situasi yang sama menjadi hal yang tidak dapat dihindari oleh Rohim. Ketika awal merintis, ia mengaku sempat terhalang dengan kondisi keterbatasan dana dan tim. Kendati begitu, Rohim tidak lantas putus asa. Berbagai cara dan langkah berani ia tempuh demi mewujudkan ide dan gagasan cemerlangnya itu. 

“Salah satu cara untuk mengatasi stuck itu adalah dengan mencari inspirasi dan insight baru dari tempat yang bisa kujadikan benchmarking. Sebut saja Kebun Kumara di Jakarta, Bumi Langit Institute di Yogyakarta, Pesan Trend di Bandung, dan Sendalu Permaculture di Depok,” jelas Rohim.

Tidak hanya itu, di akhir tahun 2023, ia juga sempat mengikuti kuliah bisnis selama satu tahun di Kampus Bisnis Umar Usman, Tangerang. Dari situ, ia mendapatkan insight baru tentang bagaimana membangun sebuah bisnis dengan baik. Selain itu, ia juga mengikuti inkubator bisnis di BPBRIN milik UNAIR untuk tetap terhubung dengan dosen dan para alumnus.

“Dalam berbisnis juga butuh guru, maka di sini aku mendapatkan kesempatan coaching dari para praktisi bisnis dan profesional coach. Selain itu aku juga ikut inkubator bisnis di BPBRIN UNAIR untuk kembali menjalin hubungan dengan para dosen dan pengusaha alumni UNAIR,” imbuhnya.

Rohim akhirnya berhasil keluar dari posisi ‘terperangkap’ itu. Langkah-langkah yang ia ambil nyatanya membuahkan hasil. Eduwisata yang kini ia kelola semakin dikenal masyarakat. Namun demikian, Rohim tidak ingin berhenti sampai di sini saja. Rencana ke depan, ia ingin terus mengembangkan bisnis yang ia nahkodai itu agar bisa terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat khususnya di tanah kelahirannya.

“Bersyukur bisa memiliki jejak digital yang bermanfaat untuk dunia akademik meskipun sekarang belum memiliki rencana pasti untuk bisa melanjutkan pendidikan S2. Semoga suatu saat bisa mengambil studi S2 untuk bidang dan topik yang bisa bermanfaat untuk pengembangan bisnis wisata edukasi di Ponorogo,” tandasnya.

Riwayat Pekerjaan

  • Content Creator

    Nabila Bakery Ponorogo

    2020 - 2021

  • Freelance Content Creator

    RS Terapung Ksatria Airlangga

    2019 - 2024

  • SEO Team

    Fluxgate

    2021 - 2022

  • CEO

    Eduwisata Ndalem Kerto

    2022 - now

Riwayat Pendidikan

  • S1 Sistem Informasi

    Universitas Airlangga

    2015

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga