Ratih wirapuspita wisnuwardani

Semangat Pengabdian untuk Kampung Halaman

“Selalu berikan yang terbaik”

Menjadi seorang pengajar bukanlah hal yang mudah. Selain harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, seorang pengajar juga harus memiliki dedikasi yang tinggi. Bagaimana tidak, pengajar tidak hanya bertanggung jawab dalam mendidik murid, namun juga memikul beban untuk mencetak generasi berkualitas bagi keberlangsungan negeri.

Konsekuensi ini diterima penuh oleh Ratih Wirapuspita Wisnuwardani, saat ia bercita-cita menjadi dosen, selepas menempuh bangku SMA. Kecintaan Ratih untuk membangun daerah, membuatnya berkeinginan menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi terbaik dan tertua di tanah kelahirannya, Universitas Mulawarman (UNMUL).

Menempuh Pendidikan di Universitas Airlangga

Lahir di Samarinda membuat Ratih bertekad kembali demi mengabdikan diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak daerah. Kala itu, Ratih melihat bahwa UNMUL belum memiliki Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang menurutnya akan menjadi prioritas tertinggi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, Ratih memutuskan untuk melanjutkan jenjang sarjana di bidang kesehatan masyarakat.

Ia menjatuhkan pilihannya pada Universitas Airlangga (UNAIR). Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki reputasi yang sudah teruji, Ratih yakin bisa memanen ribuan buah ilmu melalui proses pembelajaran yang dilakukan. Ratih mengaku, sewaktu SMA ia rela memangkas lebih dari setengah jam tidurnya untuk belajar, agar bisa lolos di kampus impiannya.

Selama berkuliah, selain menimba ilmu, Ratih juga aktif melaksanakan pengabdian masyarakat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR PMI). Ratih menjadi mahasiswa pertama yang maju pada sidang hasil akhir skripsi di angkatannya, dan lulus dengan peringkat ke-3 tertinggi.

Sebagai alumni Universitas Airlangga, Ratih menyebutkan bahwa UNAIR telah memberikan pelayanan yang luar biasa bagi mahasiswanya. “Saya sendiri memetik banyak ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang menjadi bekal bagi saya untuk menjadi dosen, utamanya semangat akademisi di UNAIR yang bisa saya tularkan di daerah asal saya,” sebutnya. 

Ratih masih menjalin silaturahmi dengan teman-teman alumni, ia bahkan menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNAIR wilayah kalimantan timur 2021-2025

Mengabdi ke Kampung Halaman

Kelulusan Ratih rupanya bertepatan dengan akan dibukanya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di Universitas Mulawarman. Cita-cita masa SMA Ratih terwujud, Ratih akhirnya menjadi dosen di kampung halamannya. Dengan pekerjaan tersebut, Ratih bersyukur dapat mengajarkan kembali ilmu yang ia dapat selama berkuliah di FKM UNAIR.

Menjadi dosen pada fakultas yang baru dibuka bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari belum adanya gedung sendiri, kurikulum yang masih dalam pengembangan, hingga kekurangan tenaga pengajar.

“Sebenarnya saya merasa sangat tidak layak menjadi dosen, mengingat saat itu saya hanya lulusan S1. Namun, saya tidak pernah menyerah. Saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi fakultas dan mahasiswa, mengingat ini adalah impian saya untuk bisa mencerdaskan anak-anak di kampung halaman saya,” ujar Ratih.

Terima Penghargaan Wakil Dekan Terbaik

Dengan dedikasi dan komitmen yang dimilikinya, Ratih dipercayakan mengemban jabatan sebagai Wakil Dekan I di FKM UNMUL pada usia 38 tahun. Pada jabatan tersebut, Ratih mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan bidang akademik, kemahasiswaan dan alumni di tingkat fakultas.

Kepercayaan ini dimaknai Ratih sebagai sebuah tanggung jawab yang sangat disyukuri, untuk dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi instansi tersebut. Untuk itu, Ratih berupaya memberikan upaya terbaik dalam mengemban tanggung jawab tersebut. Hasil kerja Ratih diakui di tingkat universitas. Terbukti dari penghargaan sebagai Wakil Dekan terbaik tahun 2023, yang diberikan kepada Ratih dalam rangka Dies Natalis UNMUL ke-61.

Ratih merasa bangga, karena setelah 18 tahun sejak dibukanya FKM UNMUL, kini fakultas yang dibuka pada tahun 2015 tersebut telah berkembang ke arah yang sangat baik. “FKM UNMUL sekarang punya gedung sendiri, bahkan juga punya laboratorium empat lantai yang sangat mumpuni,” sebutnya

Selain memberikan yang terbaik bagi perkembangan fakultas, Ratih juga tak lupa berupaya mengembangkan dirinya melalui studi lanjut. Menurutnya, seorang pengajar harus dapat terus memperbarui diri dan ilmu, salah satunya adalah dengan cara mendapatkan pembelajaran formal.

Ratih berhasil menuntaskan gelar magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Gajah Mada, dan gelar doktoralnya di Ghent University, Belgia. Ia berhasil mendapatkan beasiswa pada kedua jenjang tersebut. Sebagai seorang akademisi, Ratih juga pernah mendapatkan penghargaan dari kemenristek BRIN, dan LPDP dengan total hadiah 150 juta rupiah, untuk 4 artikel terbaik.

Sebagai pendidik di bidang kesehatan masyarakat, Ratih memandang bahwa Indonesia butuh anak-anak muda yang visioner, berkualitas, bekerja dengan ikhlas, terus berkarya, serta mau berkontribusi bagi Indonesia. “Kota Samarinda kelak akan menjadi bagian dari salah satu kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN), sehingga saya selaku pendidik dan bagian dari sebuah universitas di Samarinda, berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda dan tenaga kesehatan yang dapat diandalkan,” sebutnya.

Riwayat Pekerjaan

  • Dosen

    FKM Universitas Mulawarman

    2005 - now

  • PIC Stunting Kalimantan Timur

    2001 - 2002

  • Wakil Dekan I FKM

    Universitas Mulawarman (2020 - 2024)

    2020 - 2024

Riwayat Pendidikan

  • S1 Kesehatan Masyarakat

    Universitas Airlangga

    2004

  • Magister Kesehatan Masyarakat

    Universitas Gadjah Mada

    2011

  • Dctoral, Faculty of Health Science and Medicine

    Ghent University, Ghent

    2020

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga