Widjajanto

Tulus Abdikan Diri Kepada NKRI 

Widjajanto, MA., adalah salah satu alumnus FISIP UNAIR tahun 1991. Dia lahir dan besar di Surabaya, pada 23 Februari 1970. Widjajantokini mengabdikan diri sebagai Staf Khusus Bidang Alat Utama Sistem Persenjataan Kementerian Pertahanan RI. Setelah lulus dari UNAIR, Widjajanto melanjutkan studi di University of Westminster, Inggris dan lulus pada tahun 1999. Dia mendapatkan beasiswa Chevening Awards dari pemerintah Inggris dan menekuni bidang Ilmu Komunikasi. 

Secuil Cerita Menjadi Mahasiswa FISIP 

Widjajanto menekuni bidang ilmu politik di FISIP UNAIR mulai dari tahun 1988 dan lulus pada 1991. Kala itu, FISIP masih kental dengan julukannya sebagai “Kampus Oranye”. Menjadi mahasiswa di kampus oranye menyisakan banyakpengalaman tak terlupakan. Widjajanto pernah menjadi aktivis untuk membantu kegiatan Bakti Sosial Hari Ibu FISIP UNAIR. Selama menjadi aktivis, Widjajanto dan teman-teman aktivisnya pernah berjualan jagung bakar, kue pukis, barang bekas hingga menjadi instruktur pengajar di sebuah lembaga kursus komputer demi mengumpulkan uang untuk kegiatan Bakti Sosial. 

Meskipun begitu, Widjajanto juga pernah bandel ketika duduk di bangku kuliah. Pada semester II dia bersama teman-temannya mengambil mata kuliah asas-asas manajemen dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Padahal saat itu mata kuliah asas-asas manajemen terbilang ‘angker’ di mata sebagian senior Angkatan 1987. 

Widjajanto juga merasakan susahnya menyelesaikan tugas makalah ketika kuliah. Kala itu sekitar awal tahun 90-an belum ada komputer, sehingga untuk menyelesaikan makalah atau paper harus menggunakan mesin ketik. 

Widjajanto juga pernah didapuk sebagai ketua penyelenggara FISIP Open Air pada tahun 1987. Acara itu merupakan agenda tahunan Senat Mahasiswa FISIP, sehingga digelar cukup meriah dengan penampilan musik rock

Namun, acara tidak berjalan lancar lantaran diguyur hujan menjelang petang. Hujan turun ternyata cukup deras hingga membuat panggung musik di depan perpustakaan UNAIR saat itu ambruk. 

Untungnya tidak ada yang celaka. Akan tetapi, penampilan tidak dapat dilanjutkan dan acara terpaksa ditutup dengan permintaan maaf ke pengunjung yang telah membludak sejak pagi hari. 

Meskipun acara itu terbilang gagal, justru menjadi kenangan manis Widjajanjo semasa kuliah. Bahkan untuk mengenang kejadian itu, dibuatkan kaos FISIP Open Air dengan desain tulisan ‘Grobyaaaak’ di bawahnya. 

Sempat Menjadi Wartawan 

Berbicara soal karir, Widjajanto memiliki kecintaan menulis sejak di bangku kuliah. Dia mulai mengisi konten majalah Retorika yang diterbitkan Senat Mahasiswa FISIP UNAIR kala itu. Hingga suatu ketika dia menulis kolom opini mahasiswa di halaman Jawa Pos. 

Dari sana, akhirnya Widjajanto memberanikan diri menjadi wartawan di Majalah Berita Mingguan Tempo pada tahun 1991. Berbagai suka duka dan dinamika kehidupan sebagai wartawan menjadi pelajaran hidup Widjajanto sehari-hari. Terutama, ketika dibreidel oleh Menpen Harmoko tahun 1994. 

Beberapa lama menggeluti dunia wartawan, Widjajanto kemudian mulai mendalami ilmu manajemen dan korporasi. Dia lalu menjadi konsultan media bersama beberapa mantan wartawan dan karyawan Tempo. 

Bersama-sama, Widjajanto kala itu membuat X-T Syndicate berkantor di Tebet, Jakarta. Dari sana mereka menjadi pers di beberapa perusahaan penerbitan, seperti Media Indonesia Group dan Matra. Widjajanto juga pernah menjadi ‘stringer’ untuk penerbitan asing, yaitu The New Yorker. 

Abdikan Diri ke NKRI 

Pasca tugas di PT Pindad Mei 2019, Widjajanto membantu Menteri Pertahanan RI sebagai Staf Khusus Bidang Alat Utama Sistem Persenjataan di Kementerian Pertahanan RI. Selain itu, dia juga masih aktif merintis sejumlah usaha bisnis dengan jejaring yang dia miliki di luar urusan produk militer. 

Terlibat Lahirkan Tempo News Room 

Ketika Tempo terbit kembali pada 1998, Widjajanto beruntung dirinya lolos seleksi beasiswa Chevening Awards dari pemerintah Inggris. Lantas dia melanjutkan studi Master of Arts di bidang Ilmu Komunikasi University of Westminster

Beberapa waktu berlalu, Widjajanto menyelesaikan kuliah dan sempat mencicipi kerja di Inggris. Dirinya lalu kembali ke Tempo dan diminta untuk membangun sistem kerja editorial berbasis internet. Hingga akhirnya dia ikut membantu lahirnya Tempo News Room sebagai cikal bakal ruang redaksi yang terintegrasi dari media di group Tempo. 

Bersumpah Mengabdi ke NKRI 

Rekam jejak karir Widjajanto memang cukup zig-zag. Dari Tempo dia bekerja di Sampoerna Foundation menjadi konsultan komunikasi almarhum Nurcholish Madjid; mengabdi di Badan Rehabilitas dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias pasca tsunami 2004; hingga ke Medco Group untuk mengurusi kegiatan bisnis perusahaan di lingkup energi dan non energi; serta kemudian ke PT Pindad terakhir sebagai Direktur Bisnis Produk Hankam hingga purna tugas pada 28 Mei 2019. 

Meskipun begitu, tak ada moto atau semboyan khusus bagi Widjajanto. Dia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi negara. I Vowto Thee My Country selalu menjadi penghias profil Whatsapp Widjajanto sekaligus sebagai cambuk penyemangat untuk mengabdi kepada NKRI. 

Riwayat Pekerjaan

  • Staf Khusus Bidang Alat Utama Sistem Persenjataan

    Menteri Pertahanan RI

    2019

  • Direktur Bisnis Produk Hankam

    PT. PINDAD (PERSERO)

    2017 - 2019

  • Direktur Komersial

    PT. PINDAD (PERSERO)

    2015 - 2017

  • Kadiv Pemasaran & Bang Bisnis

    PT. PINDAD (PERSERO)

    2015

Riwayat Pendidikan

  • S2 Bidang Ilmu Komunikasi

    University of Westminster

    1999

  • S1 Ilmu Politik

    Universitas Airlangga

    1988 - 1991

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga