Menuju Kesuksesan yang Berlipat Ganda
“Jangan pernah mengeluh, teruslah melangkah, karena titik terang mungkin hanya tersisa satu atau dua langkah saja. Berjuang dengan semua kemampuan, segala kesulitan, dan jerih payah yang kelak akan menjadi cerita indah di akhir perjalanan”
Sedekah Membuka Pintu Rezeki
Benar nyatanya, sedekah mampu membuka pintu rezeki menjadi lebih luas. Seperti yang dilakukan oleh drh. Ilsan Arvan Nurgas, M.Si., yang kini menjabat sebagai Direktur PT Satwa Medika Utama Bogor, Direktur Badan Pengelola Harian Ibnul Qayyim Islamic School Makassar, dan Pimpinan Usaha Portal Berita usahamuslim.id yang mengawali kariernya melalui bersedekah. Tepatnya, pada 2012 silam di sebuah masjid, Ilsan bertemu dengan seorang pekerja yang kehilangan sepatu. Tanpa berpikir panjang ia berinisiatif untuk memberikan sandal baru yang ia pakai saat itu. Keesokan harinya, pria kelahiran Makassar itu bertemu dengan dua peternak. Ia menawarkan bantuan modal kepada peternak tersebut sebesar Rp1 miliar yang kemudian bertambah hingga modalnya mencapai Rp15 miliar. Berawal dari modal yang Ilsan tawarkan tersebut, mereka membentuk PT. Satwa Medika Utama di Bogor.
"Berkat sedekah, Allah menggantikan dengan yang lebih baik, berkali lipat jumlahnya," ungkap Ilsan.
Selain itu, Ilsan juga berkontribusi dalam mendirikan Pesantren Islam Imam Syafii di Kabupaten Enrekang dan Sekolah Islam Ibnul Qayyim Makassar. "Awalnya karena merasakan bagaimana sekolah Islam di tempat kami saat itu tidak memiliki citra kualitas yang baik, kami tergugah untuk turut serta menghidupkan sekolah Islam hingga bisa menjadi sekolah yang baik dengan kualitas pendidikan yang sesuai harapan orang tua," jelasnya.
Dari Tanpa Cita-cita hingga Jadi Ahli Vaksin Hewan
Menariknya, Ilsan tidak pernah bercita-cita menjadi dokter hewan. Ia bercerita bahwa sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dirinya sama sekali tidak mengerti bahwa dokter hewan merupakan profesi yang sangat luar biasa. Hingga pada akhirnya, ia mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB).
Memilih melanjutkan pendidikan S2 Vaksinologi dan Imunoterapetika di Universitas Airlangga (UNAIR) bukan tanpa sebab bagi Ilsan. Pentingnya sektor vaksin dalam bisnis obat hewan menjadi salah satu alasan baginya untuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah alat untuk membangun cara berpikir yang strategis, logis, dan realistis.
"Bisnis vaksin adalah bisnis yang tidak akan pernah mati, karena vaksin menjadi kebutuhan bagi usaha ternak," ujarnya.
Saat ini, ia melanjutkan studi S3 di UNAIR untuk menyelami bidang vaksin hewan lebih jauh. "Saya harus bersiap-siap sedari sekarang dengan cara sekolah lagi untuk mengetahui segala seluk-beluk dunia vaksin di dunia hewan," jelasnya.
Selama menjadi mahasiswa UNAIR di Surabaya, Ilsan tidak pernah mengalami culture shock. Ia termasuk mudah beradaptasi dengan teman-teman yang umurnya jauh lebih muda dan memiliki keakraban yang baik.
"Mungkin karena kami telah terbiasa untuk bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai budaya dalam perjalanan hidup kami sebelumnya," ujarnya. Selain itu, latar belakang sang istri yang asli Jawa Timur juga membantu dalam proses adaptasi tersebut.
Kesuksesan Berkat Doa dan Dukungan Keluarga
Bagi Ilsan, keluarga adalah motivator terbesar dalam hidupnya, terlebih orang tua angkatnya. Melalui sang orang tua angkat, ia banyak mendapatkan nilai-nilai hidup yang sangat berharga seperti bekerja keras, tidak malu atau gengsi, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi segala keadaan.
"Kesulitan dan jerih payah kita akan menjadi cerita bersejarah dalam hidup," katanya.
Pria kelahiran 1975 tersebut mengaku, meski dirinya jarang berada di rumah karena pekerjaan yang mengharuskannya berkeliling kota, komunikasi yang baik dan pengertian dari keluarga menjadi kunci utama keberhasilannya.
"Doa dan dukungan mereka sangat berarti bagi saya," tambah Ilsan.
Saat namanya disebut sebagai Mahasiswa Lulusan Terbaik dari Program Studi S2 Vaksinologi UNAIR, Ilsan merasa sangat terharu. Dirinya tak pernah menyangka bisa meraih predikat tersebut. Di tengah kesibukan perkuliahan dan bekerja, Ilsan masih menyempatkan waktu untuk keluarganya, seperti travelling atau sekadar berkunjung ke pantai.
Menurutnya, kunci keberhasilan yang ia peroleh saat ini berkat memperbaiki hubungan kepada Allah dan sesama manusia. Prinsip bekerja ikhlas lillahi ta’ala menjadi dasar dari semua usahanya, sehingga Allah memberikan banyak kemudahan dalam berbagai urusan.
"Berdoa memohon kemudahan kepada Allah, berbuat baik kepada orang lain sesuai porsi kita, dan mengerjakan semuanya dengan maksimal," tuturnya.