UNAIR NEWS – Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Komunitas Program Mahasiswa Wirausaha (KPMW) UNAIR dan BEM Ekonomi Kreatif Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR menyelenggarakan Webinar 1 dari rangkaian acara Go World Export 2025 pada Sabtu (6/9/2025). Kegiatan itu menghadirkan Ronnie Aban, Founder dan Chief Indonesian Export Channel dengan memberikan materi mengenai strategi dasar ekspor bagi pemula dan pelaku UMKM.
Strategi Ekspor bagi Pemula dan UMKM
Ronnie menjelaskan ekspor sebagai kegiatan mengeluarkan barang dari wilayah ke luar negeri sesuai aturan perdagangan. Ia menegaskan bahwa ekspor tidak hanya melibatkan barang, tetapi juga jasa.
“Teman-teman harus memperhatikan regulasi negara tujuan, termasuk sertifikat khusus untuk produk tertentu,” ujarnya.
Ia menekankan ketelitian dalam dokumen ekspor sangatlah penting. Menurutnya, dokumen utama yang terdiri dari Commercial Invoice dan Packing List, harus disertai Bill of Lading atau Airway Bill sebagai bukti barang sudah dikirim. “Kesalahan kecil dalam dokumen, seperti salah tulis, bisa jadi masalah besar dan menimbulkan biaya tinggi,” ungkapnya.
Ronnie juga memaparkan pentingnya memilih moda transportasi yang tepat sesuai kebutuhan barang. “Kesalahan dalam pemilihan moda bisa menimbulkan miskomunikasi dengan pembeli, terutama jika tidak memahami IncoTerms,” jelasnya.
Ia mendorong calon eksportir baru untuk bijak memilih pasar yang ramah pemula dengan regulasi longgar. Ia mencontohkan negara di Asia Tenggara yang memiliki kebutuhan mirip dengan Indonesia. “Contohnya gula aren, laku sekali di Filipina. Jadi sebaiknya mulai dari negara yang dekat dulu,” jelasnya.
Pesan untuk Calon Eksportir
Ronnie menegaskan pentingnya legalitas dan kesiapan produksi sebelum masuk pasar ekspor. Eksportir perlu memiliki badan usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta perizinan sesuai komoditas. “Pastikan dokumen lengkap sebelum mengambil kontrak ekspor, supaya tidak ada hambatan saat pengiriman,” tegasnya.
Ronnie berpesan agar pemula membangun fondasi bisnis secara bertahap. Ia menegaskan bahwa ekspor membutuhkan persiapan matang, mulai dari riset pasar, legalitas, hingga perencanaan logistik.
“Jangan instan. Biasakan berproses dengan trial-error, mulai dari skala kecil. Kalau F&B, bisa dicoba dulu di lingkungan sekitar. Kalau tetangga suka, baru masuk marketplace,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun dan menjaga relasi bisnis agar ekspor berkelanjutan. “Relasi itu modal utama. Ekspor berarti kuantitas besar, jadi kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Karena itu, pemula harus hati-hati dan konsisten menjaga hubungan bisnis,” pungkasnya.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia
Sumber : https://unair.ac.id/dpkka-unair-bekali-mahasiswa-strategi-ekspor-bagi-pemula/