Alumnus Ilmu Hukum yang Mengabdi untuk Pertanian Negeri
“Jangan menutup diri, kembangkan potensi”
Wiwit Wijayanti adalah salah satu alumnus Universitas Airlangga (UNAIR) yang sukses berkarier di pemerintahan. Lulusan Fakultas Hukum (FH) UNAIR itu kini berkarier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan auditor di Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.
Perempuan kelahiran Tuban 1986 itu mengawali karier sebagai auditor di kementerian pada tahun 2018. Namun sebelum itu, ia pernah menjalani profesi sebagai bankir di Bank Permata Cabang Surabaya, selepas lulus dari S1 FH UNAIR 2009 silam.
Sejak dulu, keinginan menjadi PNS memang telah ada dalam benak Wiwit. Namun, setelah bertahun-tahun bekerja sebagai bankir, ia mulai terbiasa dan menikmati kariernya itu, meski tidak selaras dengan latar belakang pendidikannya. “Keinginan menjadi PNS itu sebenarnya sempat hilang karena sudah menikmati pekerjaan saya di bank,” katanya.
Panggilan hati untuk mengabdi kepada negara itu kembali datang. Terlebih dengan adanya dorongan dari kedua orang tua Wiwit. “Orang tua meminta saya coba ikut CPNS. Untuk membahagiakan orang tua, akhirnya saya ikuti dan alhamdulillah masuk keterima CPNS, bisa mengabdi untuk negara,” tambahnya.
Bertugas dari Satu Daerah ke Daerah Lain
Wiwit secara resmi diangkat sebagai auditor berstatus PNS Kementan RI pada 1 Januari 2018. Di sana, ia bertugas untuk melakukan pengawasan audit dan evaluasi terhadap para peternak, petani, dan pemangku kebijakan bidang pertanian di daerah-daerah.
“Jadi, tugas saya adalah turun ke lapangan langsung, mengawasi, memeriksa kondisi lapangan. Apakah yang ada di dokumen dan di lapangan keduanya sudah sesuai? Apakah sudah benar? Atau apakah itu fiktif? Istilahnya, saya memotret apa yang terjadi di lapangan dan menyesuaikannya dengan dokumen yang sudah terjadi,” terang Wiwit.
Menjadi auditor, Wiwit merasa ada banyak hal mengesankan yang ia temui. “Pernah suatu saat saya ditugaskan ke kawasan pedalaman Sumbawa yang sangat jauh. Di situ saya benar-benar takjub, karena di tengah kawasan pedalaman dan marjinal, ternyata ada pertanian terpadu,” imbuh Wiwit.
Tugasnya yang mengharuskan ia turun langsung di lapangan, bertemu dengan para petani dan peternak di berbagai penjuru wilayah Indonesia, tidak hanya menjadi pengalaman berharga tetapi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Wiwit.
“Tantangannya kita harus benar-benar kuat secara fisik, logical thinking juga. Karena bagaimana pun juga, di lapangan nggak semuanya mulus. Banyak lokasi di pedalaman dengan medan berat yang harus kita lalui. Kemudian di lapangan, bertemu para petani dan peternak, kita juga harus pintar-pintar memotret kondisi, kebenarannya, harus bisa memformulasikan,” tuturnya.
Kembali ke FH UNAIR
Meskipun telah menjalani karier cemerlang sebagai PNS, tetapi keinginan Wiwit untuk belajar tidak pernah pudar. Pada tahun 2021, ia mengajukan beasiswa tugas belajar dan dinyatakan lolos. Enggan menyia-nyiakan kesempatan, Wiwit pun memutuskan untuk kembali ke FH UNAIR guna melanjutkan studi magister dengan harapan dapat membawa pulang ilmu dan pengetahuan mendalam untuk diterapkan di pekerjaannya.
Meskipun menjalani perkuliahan pada masa pandemi dengan sistem daring, tetapi situasi tersebut tidak lantas menghilangkan fokus Wiwit. Dengan mengusung penelitian tesis berjudul “Prinsip Akuntabilitas dalam Pengadaan Pekerjaan Konstruksi melalui Metode E-Purchasing”, Wiwit yang lulus pada Desember 2023 itu berhasil meraih dua gelar sekaligus. Tidak hanya gelar magister hukum, tetapi juga gelar wisudawan terbaik.
Ingin Berikan Kontribusi
Pekerjaan sebagai auditor telah membawa Wiwit berkelana ke tempat dengan kultur dan manusia-manusia yang beragam. Masyarakat setempat dengan latar belakang pendidikan dan budaya yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi Wiwit untuk melancarkan tugasnya. Kendati demikian, hal tersebut tak lantas mengendurkan semangat Wiwit untuk menjalankan tugas pengawasannya sebagai auditor.
Berkeliling dari satu daerah ke daerah lain membuat mata Wiwit terbuka, bahwa masih ada banyak permasalahan, khususnya yang menyasar para petani dan peternak, yang harus dibenahi. Untuk itu, selaras dengan keinginannya mengabdi pada negara, Wiwit berharap, ke depan dirinya bisa memberikan kontribusi khusus dengan harapan dapat memperbaiki sistem yang ada di masa mendatang.
“Sebagai auditor, aku ingin memberikan nilai tambah yang membangun ke satuan kerja di daerah-daerah. Supaya mereka bisa menjalankan tugas sesuai aturan. Jadi, aku ingin memberikan rekomendasi dan saran serta pembinaan agar mereka bisa bekerja selaras dengan kebijakan dan aturan yang ada. Dengan begitu, semoga mereka yang di daerah ini bisa bekerja dengan lebih baik lagi,” harapnya.