Semangat Muda, Pilih Beternak Sebagai Jalan Merubah Hidup
“Berbuatlah sebaik-baik mungkin, mumpung masih muda kerja sekeras-keras mungkin, nikmati di hari tua nanti”
Masa muda merupakan waktu yang paling produktif bagi manusia. Semangat muda pun berkobar-kobar, ingin ini, ingin itu, semua dilakukan. Chusnul Rizal salah satunya, ksatria airlangga yang kini menjabat sebagai ketua tim IGD RS Surya Medika Gresik, sekaligus menjadi pemilik peternakan kambing RZ Farm. Lahir di Nganjuk, besar di Surabaya, kini Rizal berkarir di Kabupaten Gresik menjalani dua karir bersamaan.
Menurutnya, selagi masih muda, energi bisa digunakan untuk bekerja sekeras mungkin, berusaha, dan menikmati hasilnya nanti. Selain itu, bagi Rizal peternakan merupakan salah satu jalan dalam melaksanakan sunnah Rasul.
RZ Farm dan Ceritanya
Berawal dari masa COVID-19, Rizal mengalami penurunan pendapatan akibat tak bisa home care atau mengunjungi pasien saat itu. Setelah berpikir keras dan mencari inspirasi, ia akhirnya memutuskan untuk beternak kambing.
“Waktu itu kan ndak ada pemasukan, ya agak-agak berkurang lah. Saya mikir, mikir usaha apa ya? ya saya keseringan lihat YouTube peternakan jadi keracunan dan saya juga suka juga dalam dunia hewan juga saya suka jadi makanya memilih beternak,” paparnya.
Selain itu, ada tiga alasan lainnya yakni ingin menjalankan sunnah Rasul, ingin membuktikan apakah dengan mengikuti sunnah Rasul bisa merubah hidup, dan potensi industri ternak yang ia anggap memiliki prospek besar.
“Teman-teman zaman sekarang itu jarang ada yang mau di lingkungan peternakan itu. Mereka jarang yang mau peternakan atau perikanan, saya mau melanjutkan ke generasi kedepan,” tambahnya.
Rizal memilih kambing untuk peternakannya karena semua hal dapat dimanfaatkan, mulai dari kotoran untuk pupuk, daging, dan susu. Khasiat yang dimiliki oleh kambing juga menjadi salah satu faktor pendorong. Namun yang terpenting adalah rasa atau feeling yang menjadi faktor utama mengapa Rizal memilih kambing.
Meskipun baru memiliki 11 kambing, konsumennya sudah berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa. Dari Jakarta, Depok, Bogor, hingga Banyuwangi. Ke depannya, ia berencana untuk memproduksi susu kambing berasa, dan banyak usaha lain yang sedang ia pikirkan.
Cerita Masa Kuliah
Resmi menjadi bagian dari diploma 3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga pada tahun 2016 dan lulus pada 2020, Rizal memiliki banyak pengalaman menarik dan unik semasa studinya. Ia menghabiskan hari-hari studinya bersosial ria lewat organisasi-organisasi.
“Masuk organisasi, masuk himpunan mahasiswa itu jadi ya pengalamannya kita satu, dekat sama dosen, terus dekat sama staf, dekat sama masyarakat, dan dekat sama mahasiswa lain jadi kita itu punya space untuk bisa ke mana-mana saja,” tuturnya.
“Saya kan suka mempelajari karakter seseorang jadi semakin banyak kita bertemu orang ya semakin banyak kita ilmu yang kita dapat dari orang tersebut jadi buat bekal suatu saat,” tambahnya.
Rizal mengatakan bahwa ada tiga dosen yang berkesan baginya, Dr. Abd. Nasir, S.Kep., Ns., M.Kep yang ia anggap sebagai dosen friendly, Hafna Ilmi Muhala, S.Kep., Ns.,M.Kep., Sp. KMB dianggap sebagai dosen killer namun juga memotivasi, dan juga Rindayati, S.Kep., Ns.,M.Kep yang menurutnya berada ditengah-tengah, kadang galak dan kadang tidak.
“Beliau-beliau berbeda karakter ya, saya juga masih kontakan sama mereka. Agar tidak terputus silaturahmi dan juga ketika mereka butuh hewan ternak juga bisa hubungi saya nanti,” ujarnya.
Tips dan Pesan
Ia berpesan bagi para ksatria airlangga untuk jangan takut kegagalan, dan apabila gagal pun, jadikan itu sebagai ‘biaya’ belajar. Ketika ingin memulai sesuatu, Rizal menyarankan untuk mempelajari terlebih dahulu lewat literatur ataupun cerita kehidupan orang sukses dalam bidang yang ditekuni.
“Harus menerima kalau kita menemui kegagalan. Kebanyakan teman-teman saya memulai usaha ketemu kegagalan ya udah besoknya nggak mau lagi. Makanya untuk teman-teman kalau mau berbisnis ya harus pelajari dulu setelah itu harus mau harus legowo,” tegasnya.