Indonesia Pasar yang Potensial
Hexana Tri Sasongko kuliah di Jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Unair (1982—1986). Dia sering berdiskusi dengan teman-temannya dalam case study.
Bagi dia, mengikuti kuliah Prof J.E.
Sahetapy merupakan pengalaman pen ting. Meski tidak berkarir di bidang hukum, Hexana masih mengingat dan mengimplementasikan nilai-nilai yang ditanamkan Prof Sahetapy. Selama kuliah, dia juga aktif di senat mahasiswa dan tim sepak bola fakultas.
Setelah lulus dari FH Unair, Hexana berkarir sebagai asisten dosen FH. Hanya beberapa bulan, atas izin Djoko Soemadijo, dekan FH saat itu, dia pindah ke Setneg pada Juli 1987. Menurut dia, pindah ke Setneg didukung FH karena membawa nama almamater. Sebab, dari hampir seribu calon, hanya empat orang yang diterima untuk belajar ke Amerika.
Ke Setneg lalu ke Bank BRI
Namun, setelah lebih dari 10 bulan tak kunjung diberangkatkan, dia pindah ke Bank BRI pada Mei 1988. Selama 30 tahun berkarir di bank itu, dia mendapat peran penting dan kesempatan untuk berkembang.
Sebagai alumni program Calon Pimpinan BRI, Hexana ditempa di bidang treasury hingga menjadi Treasurer Kepala Global Market selama 15 tahun sebelum akhirnya dipromosikan sebagai general manager (executive vice president) corporate development & strategy.
Dari situ, karirnya semakin menanjak. Kini, dia mendapat tugas baru dari Kementerian BUMN sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak November 2018.
Menurut dia, situasi sosio-ekonomi-politik yang kondusif dan didukung kepastian hukum yang baik akan menjadikan Indonesia sebagai negara besar. Indonesia telah menjadi anggota G-20 dalam hal ekonomi dan akan menjadi top 5 dalam 10 tahun mendatang. Pada era pasar ASEAN yang terbuka dan ASEAN-China Free Trade Agreement, Indonesia menjadi tujuan pasar yang potensial untuk produk dan jasa.