Indonesia Harus Jadi Rujukan Layanan Kesehatan Negara Lain
Dokter Terawan Agus Putranto kuliah di Universitas Airlangga pada 2000 sampai 2004. Dia mengambil jurusan pendidikan spesialis radiologi pada Fakultas Kedokteran (FK).
Menurut Terawan, kesan yang membekas hingga saat ini semasa kuliah di FK Unair ialag hubungan erat senior dan junior, seperti keluarga sendiri.
“Saling membantu tanpa membedakan suku, agama, maupun ras. Istri dan keluarganya juga sangat berperan penting dalam kelancaran pendidikan-nya,” tutur Terawan.
Selama studi spesialis radiologi di FK Unair, dr. Terawan memiliki banyak pengalaman positif, seperti hubungan dosen dan mahasiswa seperti orang tua dan anak. Tampak nyata saling asah, as ih, dan asuh.
Ia juga terkesan dengan Kota Surabaya. Menurut Terawan, Surabaya kota yang ramah. Banyak makanan enak juga jadi pelecut semangat.
Sebagai perwira tugas belajar dari Kementerian Pertahanan dan perwira paling senior, dr. Terawan semasa kuliah ditugaskan menjadi koordinator semua mahasiswa perwira tugas belajar di Unair. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler yang dia ikuti tetap mencakup kedinasan.
Di Bagian Radiologi RSPAD Jakarta
Setelah lulus, dr. Terawan ditempatkan di bagian radiologi RSPAD Gatot Soebroto pada 2004 sebagai staf. Dia kemudian mendalami bidang yang disenanginya, yaitu intervensi, ke Jepang, Tiongkok, Prancis, Jerman, maupun Amerika Serikat.
Hasilnya ialah dr Terawan mampu mengembangkan radiologi intervensi di bidang onkologi, emergency, maupun neurologi yang gaungnya bisa dinikmati sampai sekarang.
Secara berjenjang, dr. Terawan menjabat sebagai kepala RSPAD Gatot Soebroto pada Mei 2015 dan naik pangkat menjadi Mayor Jenderal (bintang dua) tahun 2016 sampai sekarang.
Untuk Indonesia, dr. Terawan berharap bisa menjadi bangsa yang unggul, khususnya di bidang pela yanan kesehatan sehingga rakyat Indonesia memercayai pelayanan negara sendiri. Sehingga Indonesia menjadi rujukan bagi bangsa lain untuk memercayakan kesehatannya.
Dia yakin Indonesia bisa mewujudkannya dengan mengedepankan inovasi di bidang kesehatan berdasar Evidence Base Medicine tanpa melupakan manajemen pelayanan kesehatan yang baik.