Maria Chitra Astriana Hadiwidjana

Membangun Dunia Anak dengan Nada Kebahagiaan

"Tidak ada hasil yang instan"

Di tengah riuh musik modern, satu suara yang semakin teredam adalah lagu anak-anak. Dulu, nada dan cerita sederhana yang selalu mengiringi langkah kecilnya begitu mudah untuk ditemui. Akan tetapi, kiprah melodi kecil tersebut kian meredup dan lagu yang diciptakan khusus untuk mereka pun kian menurun.

Realitas yang sama juga dirasakan oleh salah satu alumnus Universitas Airlangga (UNAIR), Maria Chitra Astriana Hadiwidjana. Hal itu kemudian membawa srikandi lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tahun 2007 itu untuk membangun sebuah saluran YouTube yang diberi nama @babalilitata "Lagu Anak Indonesia Balita".

Hebatnya, hingga tulisan ini dibuat, saluran yang dibangun sejak 2015 tersebut telah memperoleh lebih dari 13 juta pengikut dan terus meningkat. Tentu bukan perjalanan yang mudah ataupun sebentar untuk meraih pencapaian tersebut dan Chitra, sapaan akrabnya, turut membenarkannya.

Masalah, Peluang, dan Kesempatan

Perjalanan dibangunnya saluran tersebut dimulai ketika Chitra sedang bekerja di sebuah taman kanak-kanak di Bali. Ia yang pada saat itu menjadi pengelola TK tersebut membuatnya sering kali berinteraksi dengan para guru dan orang tua, termasuk mendengarkan kebutuhan dan keluh kesah mereka.

"Interaksi saya dengan guru-guru dan orang tua banyak memberikan gambaran tentang kebutuhan materi ajar untuk anak TK di kelas serta kebiasaan konsumsi konten untuk anak-anak di rumah. Salah satu keluhan dari guru-guru saat itu adalah kurangnya referensi untuk lagu-lagu anak-anak yang berbahasa Indonesia," terangnya.

Dari permasalahan tersebut, ia bersama sang suami kemudian mendapatkan ide untuk membangun sebuah saluran di YouTube untuk mewadahi lagu anak Indonesia. Keduanya melihat bahwa YouTube di Indonesia semakin berkembang dan memungkinkan seorang kreator seperti mereka untuk mempublikasikan konten secara mandiri pada platform yang dapat diakses masyarakat luas.

"Kami melihat kedua hal tersebut sebagai sebuah peluang dan kesempatan untuk mengembangkan konten yang dapat menjadi solusi dari permasalahan yang kami sadari sebelumnya," tambahnya.

Perjalanan Membangun Konten

Chitra dan suaminya kemudian mengambil langkah dengan meluncurkan konten pertamanya tahun 2016. Awalnya, ia berperan sebagai penulis skrip dan pengisi suara, sementara suaminya memproduksi musik dan animasi. Keduanya kini telah memiliki tim produksi musik dan animasi, tetapi skrip, termasuk cerita dan lirik, masih dibuat oleh keduanya.

Saat bercerita, Chitra mengakui jika kesulitan dan tantangan kerap ia temui dalam selama berproses membangun @babalilitata. Kesulitan tersebut muncul dari luar seperti perubahan aturan dari YouTube untuk saluran anak-anak dan sengitnya persaingan konten anak hingga masalah internal seperti terbatasnya ide.

Kendati demikian, Chitra mengaku jika ia sering mendapatkan ide untuk kontennya dengan mengamati perilaku anak-anak di sekitarnya, termasuk interaksi mereka dengan orang tua. Ketika ia dan suaminya akhirnya memiliki buah hatinya sendiri, keduanya mulai mengamati perjalanan tumbuh kembang sehari-harinya dan kini menjadi sumber inspirasi terbesarnya.

"Salah satu contoh yang paling saya ingat adalah saat anak kami mulai belajar makan. Kebetulan karena jenis makanan yang paling menarik baginya adalah buah, di periode tersebut kami banyak sekali membuat lagu bertema buah-buahan." jelasnya.

"Hasil pengamatan tentang bagaimana ia berinteraksi dengan aneka jenis buah itulah yang kemudian berubah menjadi skrip untuk lirik lagu buah yang kami ciptakan," sambungnya.

Setelah mendapatkan skrip, suaminya kemudian akan mengolah skrip tersebut menjadi sebuah lagu yang bisa dinyanyikan. Jika nadanya dirasa sudah tepat, maka akan dilanjutkan dengan memproduksi aransemen musiknya.

Capaian dan Harapan

Dimulai dari mereka berdua, membentuk tim, hingga berkolaborasi dengan studio musik, belasan juta subscriber bukanlah satu-satunya capaian mereka. Kini, unit usaha @babalilitata telah merambah ke sektor lain, seperti produksi dan distribusi merchandise, aktivasi Instagram dan TikTok, hingga kegiatan live show dan meet and greet

"Sejalan dengan itu, maka kolaborasi kami dengan berbagai brand lain pun mulai meluas dengan berbagai bentuk kerja sama yang berhubungan dengan penggunaan lisensi karakter Baba Lili Tata untuk berbagai kebutuhan," imbuhnya.

Atas pencapaiannya itu, Chitra tidak lupa untuk menyebut almamaternya. Saat berkuliah, satu pelajaran yang dipegang teguh oleh Chitra adalah bagaimana menentukan, memahami, mempelajari, mengenal audiens. Bagaimanapun,  konten tersebut diperuntukkan bagi audiens, bukan untuk diri sendiri.

Di akhir, ia juga mengungkapkan harapannya agar konten dalam salurannya dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga Indonesia. Satu pelajaran yang didapatkannya selama berproses adalah tidak ada hasil yang instan, termasuk juga capaian-capaian tersebut. 

"Kami di Balita pun baru mulai melihat perkembangan yang menyenangkan setelah satu tahun menggeluti channel-nya dengan intensitas upload satu konten setiap minggu saat itu. Jadi, kalau baru menjalankannya beberapa bulan dan channel teman-teman belum hit, jangan berkecil hati, ya," tutupnya.

Riwayat Pekerjaan

  • Business Development Officer

    Business Wisdom Institute & SAM Design Surabaya

    2011 - 2013

  • Pengelola

    Tumble Bee Creative School for Kids Bali

    2013 - 2015

  • GM Marketing Communications

    PT Citra Balita Kirana

    2018 - now

  • Direktur

    PT Dean Astrid Psikologi Indonesia

    2018 - now

Riwayat Pendidikan

  • S1 Ilmu Komunikasi

    Universitas Airlangga

    2007 - 2011

  • MA Digital Technologies, Communications, and Education (2016-2017)

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga