Menjalani Hidup Bagai Air Mengalir
“Push yourself and believe in yourself.”
Sejatinya manusia tentu mempunyai prinsip sebagai pedoman hidup, tak terkecuali dengan Alef Theria. Sepanjang mengarungi sungai kehidupan, perempuan yang akrab disapa Alef itu memegang teguh prinsip hidup ibarat air yang mengalir. Ia percaya bahwa setiap orang telah memiliki takdirnya masing-masing. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat Alef pasrah begitu saja. Ia tetap berusaha melakukan yang terbaik dan membiarkan semesta bekerja sebagaimana mestinya.
Siapa sangka prinsip hidup inilah yang memotivasi Alef selama 35 tahun berkarier. Saat ini, ia menjabat sebagai production director sekaligus human resources (HR) PT Yupi Indo Jelly Gum. Ia pun merefleksikan perjalanannya meniti karier dengan bekal ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Tempuh Kuliah Dua Jurusan Sekaligus
Tidak seperti mahasiswa pada umumnya, Alef menjalani kuliah di dua jurusan berbeda dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Pada tahun 1984, ia berhasil diterima di kampus impiannya, Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai salah satu mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH). Satu tahun berikutnya, ia dihadapkan pada pilihan antara bertahan di jurusan yang ia minati atau mengikuti keinginan orang tua, yakni berkuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Alef pun memilih keduanya. Meski kerap mengalami kendala dalam mengatur waktu, namun ia bersyukur karena mendapat dukungan dari dekan dan dosen pembimbing skripsinya.
“Waktu disuruh pindah, saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan FH. Sementara orang tua bilang, eman kalau yang di teknik kimia ITS tidak diambil,” kenang perempuan asal Kabupaten Gresik itu.
Kendati sibuk kuliah dua jurusan, Alef masih meluangkan waktunya untuk berorganisasi. Ia pernah menjadi sekretaris Badan Perwakilan Mahasiswa FH dan mewakili UNAIR dalam ajang cerdas cermat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Alef juga berhasil membuktikan kepada orang tuanya dengan lulus menyandang dua gelar sarjana secara tepat waktu.
Sempat Cicipi Karier di Perusahaan Multinasional
Alef mengawali perjalanan kariernya sebagai karyawan di salah satu bank. Kemudian, ia mencoba peruntungan di bidang keahliannya sebagai engineer di suatu perusahaan asal Jepang. Hanya selang empat tahun, Alef memutuskan beralih ke PT Yupi Indo Jelly Gum hingga sekarang.
Ia mengatakan, meski jurusan yang ditekuni selama kuliah tidak linier, namun keduanya bermanfaat dalam mendukung pekerjaan Alef. “Mungkin sudah jalannya begitu, saya tidak berkarier di bidang hukum maupun teknik kimia, tapi yang terpenting ilmunya bisa diaplikasikan,” ujarnya.
Rahasia Bertahan di Satu Perusahaan Selama Hampir Tiga Dekade
Bagi sebagian orang, mampu bertahan lama dalam satu perusahaan merupakan sebuah pencapaian. Salah satunya, Alef yang hampir tiga dekade mendedikasikan dirinya di PT Yupi Indo Jelly Gum. Suka duka pernah ia lewati, mulai dari pertama kali pindah ke Jakarta dan tinggal di mess pabrik. Di sini, ia juga sudah tiga kali memegang posisi yang berbeda.
“Saya walaupun 27 tahun, tapi tidak dalam satu scope. Jadi awalnya dari purchasing, kemudian dipindah ke production planner dan saat ini production director merangkap HR. Tantangan yang berbeda inilah yang membuat saya betah,” terang Alef.
Lebih lanjut, ia juga terinspirasi dengan semangat beberapa rekan kerjanya yang tetap memilih bekerja di usia yang tidak muda. “Orang-orang tersebut yang menginspirasi saya untuk terus berkarya,” imbuhnya.
Menjawab Tantangan Produksi Saat Pandemi
Selaku production director, Alef bertanggung jawab dalam bidang produksi perusahaan. Saat pandemi Covid-19 melanda, ia harus menghadapi tantangan agar perusahaannya mampu bertahan dan menyelamatkan nasib sembilan ribu karyawan aktif PT Yupi Indo Jelly Gum.
“Masa pandemi dua tahun, Yupi tidak tutup produksi. Alhamdulillah, kami terus berupaya untuk melakukan yang terbaik sehingga bisa dilalui,” tuturnya.
Meski begitu, tantangan selanjutnya menurut Alef terkait daya beli masyarakat yang kian menurun akibat pandemi. Maka dari itu, ia bersama timnya tengah gencar melakukan kegiatan ekspor. Saat ini, ekspor Yupi telah mencapai sekitar 40 negara di seluruh dunia.
Tanamkan Mindset Mandiri Sejak Dini
Di era digital yang menyajikan berbagai kemudahan, Alef memberikan pesan kepada Ksatria Airlangga agar bisa memanfaatkan peluang secara maksimal. Terlebih, di bidang kewirausahaan yang kini semakin marak. Lanjutnya, ia juga mendorong pihak kampus untuk dapat memberikan bekal ilmu yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
“Kesempatan menjadi entrepreneur saat ini sangat besar. Sehingga mahasiswa harus memiliki mindset tidak hanya menjadi pegawai, melainkan mandiri dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” terang Alef.
Selain itu, ia menyebut, tidak perlu merasa rendah diri apabila berkarier tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Sebab bagi Alef, tujuan kuliah bukan untuk mencari kerja atau mengejar gelar, namun menambah wawasan dan relasi.