Dari Penerima Beasiswa Luar Negeri Menjadi PNS Berprestasi
Reghi Perdana adalah alumni UNAIR yang sukses menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kementerian PPN/Bappenas. Kiprahnya di dunia Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tidak bisa diragukan lagi. Perjalanan kariernya dalam pemerintahan pusat berkembang sedemikian rupa. Mulai dari menjadi staf, jabatan eselon IV sampai dengan jabatan Eselon III hingga menjadi kepala biro hukum BPOM berhasil ia lakoni dengan baik.
Walaupun bukan lulusan teknik planologi, Reghi memiliki ketertarikan dalam ilmu planologi sejak menempuh bangku menengah atas. Ia merupakan alumni lulusan Fakultas Hukum (FH) tahun 1998. Reghi mengaku mengambil jurusan Hukum merupakan sikap banting setirnya karena tidak dapat mengambil teknik planologi.
Dalam kehidupan perkuliahannya, Reghi berhasil meraih beasiswa luar negeri pada masanya. Pria kelahiran Garut pada tanggal 2 Juni 1974 tersebut berhasil mendapatkan beasiswa dari Sanwa Bank of Tokyo saat menempuh studi di UNAIR. Tidak hanya itu, ia juga berhasil mendapatkan dua beasiswa untuk menempuh studi S2, diantaranya; STUNED dari pemerintah Belanda dan Beasiswa ADS dari Pemerintah Australia.
Tidak mudah bagi Reghi menyelesaikan studinya. Hal itu lantaran ia harus berjuang dari semester ke semester untuk mendapatkan IPK yang cukup untuk lulus. Usahanya mengejar ketertinggalan tersebut membuahkan hasil dengan mendapatkan dua beasiswa S2 sekaligus.
“Ketika saya berjuang dari semester ke semester untuk mendapatkan IPK yang cukup untuk lulus. Saya terus berjuang untuk mengejar ketertinggalan tiap semester agar lulus dengan IPK memadai. Alhamdulillah setelah 6 tahun dari masa kelulusan, IPK S1 tersebut menjadi salah satu faktor penentu bagi saya mendapatkan dua beasiswa S2 secara bersamaan,” kenang Reghi.
Berbagai Profesi Dijalani
Berbagai bidang pekerjaan sudah ia jalani, baik bidang hukum, humas, kepegawaian, analis kebijakan hingga bidang pendanaan pembangunan infrastruktur melalui skema Public Private Partnerships. Diawali dengan saat kelulusan, Reghi hanya membuat 3 lamaran yang dituju ke beberapa instansi. Setelah berbagai drama penolakan akhirnya ia menjadi wartawan Gatra,
Setahun kemudian ia mendapatkan panggilan tes dari Kementerian PPN/Bappenas. Beruntungnya Reghi, diikutsertakan dalam seleksi CPNS untuk posisi staf pada Biro Hukum. Setelah melalui serangkaian tes yang ketat, diterimalah saya sebagai Calon PNS dan kemudian diangkat menjadi PNS pada Kementerian PPN/Bappenas pada tahun 2000.
Selama 20 tahun sebagai PNS Kementerian PPN/Bappenas berbagai posisi sudah saya jalankan mulai dari staf, jabatan eselon IV sampai dengan jabatan Eselon III. Diakhir tahun 2020, ia diamanahi menjadi Kepala Biro Hukum dan Organisasi pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga saat ini.
Aktif Kegiatan Sosial
Selain mengabdi sebagai PNS, Reghi juga terlibat dalam beberapa kegiatan sosial dan bahkan menjadi pengurus di dalamnya. Misalnya saja ia pernah menjadi pengurus Koperasi Bappenas sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2018 dengan berbagai posisi.
Posisi tertinggi saat menjadi Ketua Pengurus Koperasi periode 20162018. Pada tahun itulah kinerja koperasi naik signi ikan dan bahkan diliput oleh beberapa media nasional.
“Saat ini saya aktif menjadi pengurus Ikatan Alumni, baik IKA FH Unair Wilayah Jabodetabek maupun IKA Unair Wilayah Jakarta. untuk organisasi profesi, saya merupakan pendiri dan anggota dewan pengawas Perkumpulan Ahli Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Indonesian Public Private Partnerships Specialist Association),” terangnya.
Peroleh Penghargaan
Atas pengabdian saya menjadi PNS, pemerintah telah memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 Tahun. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan kelulusan Diklat Pimpinan Tingkat III dengan kriteria “Sangat Istimewa”.
Selain itu, Reghi juga memegang 2 serti ikat internasional sebagai Public Private Partnerships Specialist yang diterbitkan APMG dan 1 serti ikat Better Business Case yang diterbitkan oleh Infrastructure Project Authority (United Kingdom).
Jika menulis buku dianggap sebagai prestasi, maka ia terlibat dalam penulisan beberapa buku yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/ Bappenas yang diantaranya:
- Pedoman Negosiasi Pinjaman Luar Negeri
- Pedoman Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa di
Kementerian PPN/Bappenas
- Bappenas Dalam Gugatan
- Regulatory Impact Assessment Manual
Ia juga menulis buku secara mandiri yakni
- Hukum Perjanjian yang diterbitkan oleh Universitas Terbuka
- Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Upaya Meminimalikan Risiko Kegagalan Pelaksanaan Kontrak yang diterbitkan oleh LPKN
Reghi selalu termotivasi untuk wajib membalas kebaikan tersebut dengan berbuat baik. Berbuat baik kepada negara, melalui pelaksanaan tugas dengan sebaik baiknya, penuh tanggung jawab dan yang paling penting adalah integritas dan menghindari perilaku koruptif.
Selain itu juga berbuat baik kepada masyarakat dan stakeholders dengan memberikan pelayanan sebaik mungkin. Tidak mempersulit, tidak mengada-ada.
“Allah sudah banyak memberikan kemudahan bagi saya baik saat kuliah ataupun saat masuk ke dalam dunia kerja,” pungkasnya.*