Muhammad Ibnu Said

Indonesia Sejajar dengan Negara-Negara Besar di Dunia
Muhammad Ibnu Said menempuh pendidikan di Jurusan Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair). Dia masuk pada tahun 1974 dan lulus pada tahun 1979. 
Selama menjadi mahasiswa, Ibnu Said mengaku banyak berinteraksi dengan kegiatan kemasyarakatan dan so sial melalui keterlibatan dalam penelitian yang diselenggarakan Fakultas Hu kum Unair.
Bagi Ibnu Said, pengalaman belajar yang paling positif dan bermanfaat 
ada lah mempelajari bahasa Inggris sambil kuliah. Sebab, dia menyadari, sebagai mahasiswa dirinya harus dapat berbahasa Inggris untuk memudahkan membaca literatur-literatur berbahasa Inggris. Tujuannya adalah memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan. 
Selain itu, mengikuti diskusi, seminar, dan lokakarya yang diselenggarakan Fakultas Hukum. Dia juga terus mengikuti perkembangan melalui surat kabar, radio, dan televisi. Di luar perkuliahan, Ibnu Said tak jarang meluangkan waktu untuk memanfaatkan perpustakaan guna menambah ilmu dan wawasan.
Untuk kegiatan intra-ekstra kampus, Ibnu Said mengikuti olahraga seperti voli, sepak bola, badminton, sofbol, dan tenis meja yang difasilitasi fakultas. Selain itu, dia menjadi anggota perwakilan mahasiswa di bawah Senat Fakultas Hukum. 
Ibnu Said mengatakan. Ia juga ikut dalam lembaga bantuan hukum FH untuk memberikan nasihat dan advokasi hukum bagi masyarakat yang memerlukan bantuan hukum.
Ibnu Said pun aktif sebagai Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang telah memberikan pelatihan organisasi dan leadership yang sangat bermanfaat saat terjun ke masyarakat.

Berkarir di Kemenlu Sejak 1980
Setelah lulus, Ibnu Said diterima oleh Departemen Luar Negeri (Kementerian Luar Negeri) pada tahun 1980. Mengikuti pendidikan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri untuk diangkat menjadi diplomat. 
Pada tahun 1982, dia diangkat menjadi kepala seksi perpajakan internasional di Direktorat Jasa Ekonomi Kemenlu. Sejak saat itu, Ibnu Said menempati berbagai posisi hingga pada 2016 diangkat menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Denmark merangkap Lithuania hingga saat ini.
Untuk Indonesia, Ibnu Said berharap Indonesia menjadi negara yang maju, adil, makmur, dan sejahtera. Selain itu, Indonesia sejajar dengan negara-negara besar lainnya di dunia. Terbukti, sekarang Indonesia menjadi anggota kelompok negara G20 dengan GDP di atas 1 triliun US dollar. (*)

 

Riwayat Pekerjaan

  • Duta Besar

    Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

    2016 - now

  • Inspektur Jendral

    Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

    2014 - 2015

  • Senior Advisor for Management Issues

    Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

    2006 - 2009

  • Head of Bureau for Personnel

    Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

    2004 - 2006

Riwayat Pendidikan

  • Hukum (Sarjana)

    Universitas Airlangga

    1974 - 1979

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga