Khamida

Dari Perawat hingga Dekan, Semua Dijalankan Penuh Ikhlas dan Amanah

“Keikhlasan akan membantu mempermudah setiap jalan”

Universitas Airlangga (UNAIR) seolah tak pernah gagal dalam mencetak lulusan dengan kiprah karier yang luar biasa. Khamida adalah salah satunya. Perempuan yang akrab disapa Mida ini merupakan alumnus FKp UNAIR yang menjabat sebagai dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Membutuhkan perjalanan panjang bagi Mida untuk sampai pada posisinya saat ini. Ia telah menempuh pendidikan dari jenjang ke jenjang sebelum akhirnya banting setir dari perawat menjadi akademisi dan petinggi kampus. Perempuan kelahiran Pasuruan ini memulai pendidikan jenjang diploma pada Akademi Keperawatan di bawah naungan Rumah Sakit Islam Surabaya. Lulus pada tahun 2000, Mida semula sempat bekerja sebagai seorang perawat.

Tahun 2005, Mida memutuskan untuk beralih jenjang sarjana. Ia memilih UNAIR sebagai tempatnya menimba ilmu bahkan hingga jenjang doktoral. Mida lulus jenjang sarjana hingga profesi pada tahun 2008. Ia melanjutkan pendidikan magister selama dua tahun, yaitu 2011 hingga 2013. Enggan berpuas diri, ia kembali menimba ilmu di UNAIR khususnya pada jenjang doktoral pada tahun 2020. Ia berhasil menuntaskan studi dan lulus dengan predikat terbaik pada 2023.

Menjalani Amanah dengan Ikhlas

Mida tak pernah menyangka bahwa dirinya akan didapuk sebagai seorang dekan. Pasalnya, sebagai seorang perawat, ia hanya ingin berfokus memberikan layanan kesehatan pada masyarakat. Akan tetapi, takdir ternyata berkata lain.

Pada tahun 2021, ia diamanahi sebagai Dekan FKK UNUSA. Meski begitu, jabatan itu ia peroleh bukan secara instan. Sebelumnya, ia pernah menjadi sekretaris program studi S1 Keperawatan STIKES YARSIS pada tahun 2010. Tiga tahun kemudian, STIKES YARSIS berubah menjadi UNUSA, ia diangkat sebagai Wakil Dekan FKK UNUSA.

Kendati berbeda tujuan dengan karier awalnya, tetapi Mida percaya bahwa selalu ada alasan dan hikmah di balik setiap peristiwa, termasuk penunjukannya sebagai dekan. Ia percaya bahwa setiap profesi dan jabatan merupakan amanah. Ikhlas dan penuh tanggung jawab adalah prinsip yang terus ia tanamkan untuk menjalankan amanah itu. “Ketika saya diamanahi sebagai apa pun dan di mana pun, saya harus ikhlas dan harus menjalankan sebaik-baiknya. Berpikirnya begini, kalau memang pimpinan memberi amanah, berarti memang ada alasannya. Sehingga saya percaya bahwa tanggung jawab yang diberikan harus dilaksanakan dengan baik,” ujar Mida.

Jalani Berbagai Peran

Mida merupakan perempuan yang berdedikasi tinggi pada setiap yang ia kerjakan. Ia menjalankan peran sebagai mahasiswa, dekan, sekaligus seorang ibu. Mida bercerita, tak mudah baginya untuk menyeimbangkan ketiga peran itu. “Menjadi mahasiswa, dekan, dan ibu tidak mudah, ya. Kesulitan saya utamanya dalam manajemen waktu. Saya rasa itu tantangan terberat. Apalagi jika pekerjaan di kantor juga menumpuk, revisi yang nggak selesai-selesai,” katanya.

Untuk menyiasati kesulitan itu, Mida selalu berupaya menentukan skala prioritas terlebih dulu. Tidak mudah, tetapi bukan pula suatu hal yang mustahil. Buktinya, dengan keseriusan dan kegigihan, akhirnya Mida dapat meraih gelar doktornya dengan nilai sempurna, 4.00.

Seolah tak cukup dengan kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral dan dekan, ia juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia menjadi Pengurus Pusat Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Bendahara Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Provinsi Jawa Timur, dan Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Pembelajaran dan Kemahasiswaan AIPNI Regional IX Jawa Timur.

Tentu saja bukan perkara mudah untuk menjalankan berbagai peran sekaligus. Akan tetapi, Mida percaya bahwa dirinya harus merampungkan apa saja yang telah ia mulai. Kembali pada prinsipnya, semua akan terasa mudah jika dijalankan dengan penuh keikhlasan. “Saya juga aktif di organisasi. Memang kalau dilihat sibuk sekali. Tapi saya yakin bahwa ketika keikhlasan selalu saya tanamkan dalam diri saya, maka akan membantu mempermudah saya untuk menjalani semuanya,” ujarnya.

Di balik semua tantangan itu, Mida mengaku bahwa masa-masa perkuliahan di bangku S3 memberinya pelajaran hidup yang begitu melimpah. Bagi Mida, menjadi mahasiswa bukan saja perihal bertambahnya ilmu pengetahuan dan gelar, tetapi juga perihal bertambahnya nilai-nilai kehidupan yang harus ditanamkan dan diamalkan. 

“Kalau saya dari D3 sampai S3 pelajaran hidup yang paling banyak saya dapat selama S3. Di sini kita semua dilatih untuk memberikan komitmen tinggi, semangat tinggi, dan tidak boleh merasa paling pintar,” tutupnya.

Riwayat Pekerjaan

  • Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

    Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

    2001 - now

  • Sekretaris Prodi S1 Keperawatan

    STIKES Yarsis

    2010 - 2013

  • Wakil Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

    2013 - 2021

  • Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

    Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

    2021 - now

Riwayat Pendidikan

  • D3 Keperawatan

    Akper RSI Surabaya

    1997 - 2000

  • S1 Keperawatan dan Profesi Ners

    Universitas Airlangga

    2005 - 2008

  • S2 Keperawatan

    Universitas Airlangga

    2011 - 2013

  • S3 Keperawatan

    Universitas Airlangga

    2020 - 2023

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga