Wujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Lewat Kursi Legislatif
“Terus bergerak ke depan, ambil setiap kesempatan yang ada”
Pemuda memiliki peran penting dalam membangun bangsa dan negara. Seperti halnya yang dikatakan Presiden Pertama Republik Soekarno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Hingga hari ini, agaknya kalimat itu masih sangat relevan. Pasalnya, para muda-mudi di era disrupsi ini menjadi tonggak utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa dan negara di masa yang akan datang.
Kesadaran akan pentingnya peran pemuda untuk bangsa dan negara, lahir dari sosok Faris Abidin. Ia adalah alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) yang kini menduduki kursi legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Tentu saja ini adalah capaian membanggakan bagi Faris, sapaannya. Pasalnya, jabatan penting itu ia dapat di usia yang masih cukup belia, yakni 27 tahun.
Faris memulai pendidikan di UNAIR pada tahun 2015, tepatnya pada program studi Teknologi Industri Hasil Perikanan. Ia lulus pada 2020 dan memulai kariernya sebagai manager marketing di klinik utama Prima Medika. Selepas itu, barulah perjalanan karier politik Faris dimulai.
Faris bercerita, keinginan untuk terjun dalam dunia politik memang telah ia pikirkan sejak lama. Namun, ia tidak menyangka bahwa momentum untuk menjadi anggota DPRD itu akan datang lebih cepat. “Saya memang ingin terjun ke dunia politik, tapi rencananya lima hingga sepuluh tahun lagi. Akan tetapi, namanya perjalanan hidup, ya, tidak bisa ditebak. Jadi, kemarin ketika ada momentum, saya akhirnya mendaftarkan diri dan lolos,” terang pemuda kelahiran Surabaya itu.
Berasal dari bidang perikanan dan kelautan, Faris menyadari bahwa latar belakang pendidikannya itu tidak selaras dengan karier yang ia jalani sekarang. Kendati demikian, keaktifan Faris di berbagai organisasi sejak kuliah, menjadi salah satu pembentuk kualitas dan integritas diri yang membuatnya yakin dapat berkembang dan berkontribusi aktif sebagai anggota legislatif.
“Kalau dilihat dari latar pendidikan memang tidak ada korelasinya, ya. Tetapi dari pengalaman organisasi, pengalaman berkomunikasi dengan teman-teman, itulah yang menjadi amunisi bagi saya. Bahwa saya yakin dengan kemampuan diri saya, bisa menjadi peluru bagi saya ke depan,” ujarnya.
Menjadi penyambung lidah rakyat, Faris berkomitmen untuk melahirkan ide-ide kreatif guna menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Ia juga dengan tegas mengatakan keinginannya untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. “Belum banyak yang bisa saya berikan tapi saya berkomitmen untuk menjadi bagian dari masyarakat, untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat,” tuturnya.
Faris menambahkan, “Adil artinya, masyarakat bisa menerima bantuan atau solusi sesuai porsinya masing-masing. Kemudian, karena porsinya sudah kita bagi secara rata, harapannya masyarakat Surabaya bisa sejahtera, bisa menjadi masyarakat mandiri, tangguh, dan memang punya potensi atas dirinya sendiri.”
Meski telah menduduki jabatan cukup cemerlang di usia muda, Faris tidak ingin berhenti mengembangkan ilmu dan potensi dirinya. Bagi Faris, meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan sangatlah penting, terlebih bagi dirinya yang mengemban amanah untuk melayani hajat hidup banyak orang. Untuk itu, saat ini Faris melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, tepatnya pada program Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK).
Meskipun belum lama Faris mengemban jabatannya, tetapi ia mengaku telah merasakan berbagai pengalaman berharga yang juga sekaligus menjadi tantangan baginya. Pertemuan dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang menjadi salah satunya. “Tentunya banyak, ya, karena yang pertama saya bertemu orang-orang baru dengan latar belakang berbeda-beda, ada pengusaha, akademisi, dan lain-lain. Ini menjadi tantangan sekaligus kelebihan yang nantinya akan bisa saya kembangkan,” tegas Faris.
Kendati karier politik Faris berjalan lebih cepat daripada yang ia rencanakan, tetapi ia tidak pernah menyesali atau meragukan pilihannya itu. Sebaliknya, ia semakin menyadari bahwa keterlibatan pemuda dalam kancah politik sangatlah penting. Bahkan, ia mengajak para pemuda dan rekan-rekannya untuk lebih melek terhadap politik atau terjun langsung ke dunia politik bila perlu.
“Saya sebagai pemuda, mengajak teman-teman untuk selalu bergerak aktif maju ke depan. Kita sebagai pemuda harus melek politik, karena apa pun di hidup kita, semua adalah politik. Baik itu terkait aturan perundang-undangan, kebijakan, dan lainnya. Maka dari itu, kita harus aktif, sinergis, dan kontributif dengan pemerintahan,” tutupnya.