Sasongko

Menyesuaikan Diri dengan Urusan Manajemen

Biasa menghadapi pasien dan tugas-tugas pelayanan fungsional membuat Dr. Sasongko, Sp.A. harus beradaptasi untuk mengurus manajemen. Sejak November 2015, dokter spesialis anak itu menjabat Direktur RS Haji Surabaya. Padahal, tugas mengurus manajemen rumah sakit tidak pernah terlintas di pikirannya.

Sebetulnya, arek Suroboyo asli itu sudah lama masuk RS Haji. Tepatnya sejak 1997, setelah menyelesaikan pendidikan spesialis. Namun, waktu itu tugasnya fungsional. Dia berada di bidang pelayanan sebagai spesialis anak.

Dia baru ditarik ke manajemen pada 2010 sebagai Wakil Direktur (Wadir) Penunjang Medis. Kemudian, sebagai Wadir Pelayanan Medis. Sebelum ditarik menjadi Direktur RS Haji, Dr. Sasongko full mengurusi manajemen RSUD Dr. Soedono, Madiun, pada 2014–2015.

Tugas fungsional dinilai lebih mudah dibanding urusan manajemen rumah sakit. Sebagai spesialis anak dia cukup berhadapan dengan anak dan orang tuanya, mendiagnosis, dan melakukan tindakan yang sesuai dengan diagnosis.

Kebalikannya, urusan manajemen bermacam-macam. Mulai keuangan, laporan-laporan, rapat, sampai rumah tangga karyawan. Namun, dia menjalaninya dengan sabar dan ikhlas. Kalau ada sesuatu yang tidak dimengerti, dia tak malu-malu untuk bertanya.

Memulai Karir Dokter di Pulau Haruku

Sasongko mengawali karir sebagai dokter Inpres di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pada 1985.

Mestinya dia melakukan Wajib Kerja Sarjana (WKS) di sana hanya dua tahun. Tapi, praktiknya sampai lima tahun. Sebab, dengan 80 puskesmas waktu itu, dokternya tidak sampai sepertiga dari jumlah puskesmas.

Meski waktu WKS telah habis, Bupati Maluku Tengah mencegah Sasongko meninggalkan Haruku sebelum ada penggantinya. Akhirnya, dia minta surat panggilan dari Surabaya agar bisa melanjutkan pendidikan spesialis.

Selama di Maluku dia terkesan dengan penduduknya yang ramah, alamnya yang indah, dan filosofi warga yang menganggap hidup ini gampang.

Di sanalah Sasongko dan anak istri belajar tak selalu makan nasi (beras). Belajar makan singkong atau sagu sebagai makanan utama. Belajar makan segala jenis ikan yang baru diambil dari laut. Ingin dia sekali waktu berkunjung ke Ambon.

Alumni Senior Harus Kawal Alumni Junior

Dalam perjalanan waktu dan pengalamannya bersosialisasi dengan alumni perguruan tinggi negeri (PTN) lain, dia mengaku iri hati atas kekuatan jaringan mereka.

Di PTN lain, alumni senior akan mengawal juniornya sampai ke tempat yang dituju. Mulai menginformasikan peluang, membantu pengurusan, sampai memberikan rekomendasi.

Ayah dua anak dan kakek tiga cucu itu merindukan Unair punya ikatan alumni yang guyub, rukun, dan saling mendukung.

Selain itu, Unair harus berbenah di bidang penelitian yang berkualitas, aplikatif, dan original. Yang tidak kalah penting adalah publikasi internasional. (*)

Riwayat Pekerjaan

  • Direktur

    RS Haji Surabaya

    2015

  • Direktur

    RSUD Dr. Soedono

    2014 - 2015

  • Wakil Direktur

    RS Haji Surabaya

    2011 - 2013

  • Wakil Direktur

    RS Haji Surabaya

    2010 - 2011

Riwayat Pendidikan

  • Spesialis Anak (Spesialis)

    Universitas Airlangga

    1997

  • Kedokteran (Sarjana)

    Universitas Airlangga

    1978 - 1985

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga