Mengejar Regenerasi TBC, Gandeng Bagian Farmasi
tuberculosis pernah menjadi salah satu penyakit yang ditakuti. Meski sudah
ditemukan obatnya, sampai sekarang penyakit itu belum punah.
Kuman tBc terus berkembang, melahirkan generasi baru. Kuman ini –sederhananya– biasa menyerang paru. penderitanya sering tersengal dan cepat lelah. produktivitas kerjanya merosot tajam.
Kuman tBc mudah menyebar dan menular. Khususnya melalui udara. namun, tingkat penularan tersebut kembali pada kekebalan setiap individu. Yang kekebalan tubuhnya lemah, mudah terserang. Kuman ini kemudian bersarang di paru melalui penapasan.
Dalam skala berikutnya, kuman tBc beregenerasi. Dari paru, menyerang organ tubuh lain di luar paru. Dalam beberapa kasus, kini ada temuan tBc tulang belakang. lalu, ada lagi tBc kelenjar. pada anak juga ada temuan tBc yang menyerang otak.
pola regenerasi tBc inilah yang dikejar prof. Made. sebagai dokter, putra ked-
ua dari lima bersaudara itu terus melakukan penelitian. Karena sifat kuman yang terus berkembang, dipastikan selalu ada tBc `varian’ terbaru. Varian terbaru ini
imun terhadap obat yang sudah ada.
Karena itu, dalam penelitiannya prof. Made bekerja sama dengan bagian farmasi. targetnya bisa ditemukan formula obat yang pas untuk mengatasi penyakit tersebut. namun, begitu obat dengan formula baru ditemukan, muncul lagi tBc varian baru. Begitu seterusnya. Karena itu, dalam penanganan tBc perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu sebelum kumannya menyebar. prof. Made memulai karir dokter pada 1983. Kuliahnya di FK unair ditempuh
dengan mulus. Walaupun masa itu semua dalam kondisi sulit.
proses pembelajarannya bagus. Fasilitas perpustakaan, misalnya, lengkap den-
gan layanan hampir 24 jam. Kerja sama mahasiswa senior dan junior berlangsung harmonis. ini yang mendukung mahasiswa bisa mengembangkan diri. soal biaya, Made tak pernah kesulitan. selain program beasiswa, saat itu beberapa bank juga memberi dukungan melalui program kredit mahasiswa.
selepas s-1, Made tak perlu mengambil jalur ptt sebagai jenjang mendapatkan status pns. Dia langsung magang sebagai dosen. Dia ditempatkan di Departemen Mikrobiologi Kedokteran. setahun kemudian, sK pns-nya keluar. Wanita yang kini dikarunai tiga cucu itu melanjutkan pendidikan magister di unair pada 1986 dan lulus setahun kemudian.
Masih tetap di unair, pada tahun itu pula dia memperdalam studi melalui program doktor dan lulus pada 2000. Gelar profesor diraih pada 2007 dengan karya
ilmiah berjudul Tubercolosis Diagnosis Molekuler. Jabatan sebagai wakil dekan iii Fakultas Kedokteran disandang sejak 2015 lalu.
Dengan disiplin ilmu yang digelutinya itu, alumnus sMan 5 surabaya ini berupaya mewujudkan program ’stop tBc’ yang dicanangkan pemerintah. Karena itu, beberapa program penelitiannya didukung Kemenristek Dikti dan Kementerian Kesehatan.
sebagai akademisi, Made optimistis, target unair masuk 500 perguruan tinggi dunia bisa tercapai dalam waktu empat tahun mendatang. poin 30 persen melalui penelitian dosen unair yang dipublikasikan di jurnal internasional harus dikejar. Dalam hitungannya, pada 2016 ini saja ada 65 jurnal internasional yang terpublikasi. Dengan asumsi itu, dalam waktu empat tahun, akan ada 260 jurnal ilmiah.
inilah salah satu poin itu.(*)