Ulul Azmy

Tekuni Bidang Gizi Olahraga Sejak Tempuh Pendidikan Sarjana

“Jangan setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu,”

Siapa sangka bahwa keputusan Ulul Azmy, S.Gz., M.Kes saat mengambil mata kuliah gizi olahraga saat menempuh pendidikan sarjana dulu, bisa membawanya berproses hingga sejauh ini. Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga pada 2014 kini tercatat sebagai ahli gizi di Badan Sport Science (BSS) KONI Jawa Timur. Ia juga telah merampungkan studi magister pada bidang Ilmu Kesehatan Olahraga Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. 

Sempat Mengalami Keraguan

Ulul bercerita awal mula ia menggeluti profesi sebagai ahli gizi para atlet dimulai saat ia menempuh mata kuliah pilihan saat studi sarjana. Usut punya usut, ia memilih gizi olahraga pada waktu itu. Oleh karena itu ia mendapatkan tugas untuk berkunjung dan melakukan pemeriksaan gizi pada atlet Jawa Timur.

Lalu setelah satu bulan wisuda, Ulul memberanikan diri untuk bergabung pada BSS KONI Jawa Timur. Kendati demikian, keraguan sempat Ulul alami saat memilih karir yang akan ia tempuh. “Bergabung dengan BSS KONI Jawa Timur waktu itu melalui proses seleksi. Walaupun awalnya saya merasa ragu dan belum ada ketertarikan pada dunia olahraga. Dulu inginnya meniti karir dan melanjutkan studi pada bidang pangan, tapi setelah meyakinkan diri maka saya putuskan untuk menjadi ahli gizi para atlet,” terangnya.

Proses awal yang Ulul lewati tidaklah mudah, karena menurut Ulul ilmu gizi olahraga yang ia miliki masih terbatas. Hal ini membuat Ulul harus banyak belajar, membaca, mengikuti pelatihan dan sertifikasi tambahan, hingga berdiskusi bersama senior. Semangat Ulul dalam memberikan kontribusi terbaiknya terhadap gizi olahraga, mengantarkannya melanjutkan studi S2 Ilmu Kesehatan Olahraga FK UNAIR.

Melihat Permasalahan Olahraga dari Berbagai Sisi

Banyak pengalaman yang Ulul dapatkan semasa kuliah. Terlebih saat menjalani studi S2 ia bertemu teman-teman dari berbagai latar belakang profesi. “Selain banyak belajar dari para pengajar, saya banyak belajar dari teman-teman S2 yang hampir seluruhnya adalah pelaku olahraga. Teman-teman ada yang menjadi atlet, pelatih, hingga fisioterapi. Dari sini saya bisa melihat permasalahan gizi olahraga dari berbagai sisi,” ucapnya.

Meski saat menempuh studi Ulul dihadapkan dengan berbagai kesibukan, hal ini tak menjadi masalah besar baginya. Sejak menempuh pendidikan sarjana Ulul telah terbiasa melewati berbagai kesibukan yang beragam. “Mengatur waktu bagi saya tidak terlalu sulit, karena selama kuliah sarjana selain belajar saya juga menjadi Ketua Himpunan Gizi FKM UNAIR. Jadi sudah terbiasa menghadapi kegiatan yang cukup padat,” tuturnya. Semangat Ulul dalam menempuh pendidikan akhirnya membuahkan hasil. Selama studi S2 ia berhasil publikasi 3 artikel ilmiah yang terindeks Scopus. 

Tugas Mulia Ahli Gizi Olahraga

Ulul mengungkapkan bahwa ia telah menjadi ahli gizi olahraga sejak 2019 hingga saat ini. Tugas yang ia lakukan adalah melakukan pendampingan terhadap gizi atlet pada beberapa cabang olahraga tertentu. Pendampingan ini dilakukan selama masa persiapan umum dan khusus sesuai standar pelayanan gizi. Pendampingan yang dilakukan salah satunya pemeriksaan gizi para atlet. Hal ini dilakukan dengan memeriksa komposisi tubuh dan pola makan para atlet.

Dari hasil pemeriksaan tersebut lalu akan diberikan intervensi berupa edukasi gizi, pemberian suplemen, rekomendasi makanan dan meal plan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi gizi para atlet. Ulul juga bertugas memastikan bahwa target berat badan dan komposisi tubuh masing-masing atlet telah sesuai standar cabang olahraga. Tugas mulia ini bertujuan untuk mendukung performa para atlet agar tampil maksimal. “Saat masa pertandingan ada pendampingan nutrisi di lapangan, mulai dari memperhatikan ketersediaan asupan makanan sebelum tanding, antar tanding, dan pasca tanding untuk atlet,” paparnya.

Selama menjadi ahli gizi para atlet, pengalaman menarik pernah Ulul rasakan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada 2021. Saat itu ia dituntut untuk memastikan makanan yang diterima dan dikonsumsi para atlet. Selain itu ia bertugas untuk mendistribusikan makanan dan snack tambahan. Ia bekerja sejak pukul 05.00 WIT atau 03.00 WIB. “Tidak ada waktu jetlag, agar snack dan makanan tambahan bisa terdistribusi ke berbagai lokasi pertandingan,” ujarnya.

Bahkan saat pertandingan pamungkas, Ulul harus memastikan konsumsi snack atlet yang berada pada lebih 10 lokasi. Tak tanggung-tanggung jarak sejauh 30 kilometer ditempuh setiap hari selama PON berlangsung. “Pengalaman itu menjadi kesan tersendiri bagi saya. Apalagi saat itu sambil kuliah online dan tidak semua lokasi di Jayapura saat itu terjangkau internet,” katanya.

Dalam menjalani hidup Ulul selalu menerapkan semangat belajar, kerja keras, dan tidak menunda apa yang harus dikerjakan. Menurutnya dengan selalu belajar akan membuat seseorang menjadi lebih tahu, apa yang dibicarakan dan dipikirkan akan lebih terarah dengan belajar. Tak lupa belajar dari kegagalan menjadi pembelajaran hidup yang berarti. “Belajar dari kegagalan yang pernah ada, saya menerapkan prinsip tidak ada kegagalan kedua dengan kesalahan yang sama. Kuncinya adalah kerja keras,” pungkasnya.

Riwayat Pekerjaan

  • Badan Sport Science (BSS)

    KONI Jawa Timur (Tim gizi atlet PUSLATDA KONI JATIM)

    2019 - 2021

  • konsultan gizi dan kebugaran pada kolaborasi antara GorryWell dengan PT. Bukit Makmur Mandiri Utama

    2022 - 2023

  • Ahli gizi atlet

    PUSLATDA KONI Jawa Timur

    2023

Riwayat Pendidikan

  • S1 Gizi

    Universitas Airlangga 2014 - 2018

    201 - 2018

  • S2 Ilmu Kesehatan Olahraga

    Universitas Airlangga

    2021 - 2023

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga