Misutarno

Selaraskan Peran Praktisi, Organisasi, dan Akademisi
“Kedisiplinan dan motivasi adalah kunci,”

Pantang menyerah dan kegigihan selalu membuahkan hal manis. Kondisi ini yang bisa menggambarkan sosok Dr. Misutarno, S.Kep.,Ns. M.Kep. Misutarno merupakan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) RSUD Dr Soetomo Surabaya, sekaligus alumnus Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR). Tak hanya itu saja, Tarno tercatat sebagai dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA) Surabaya.

Keseharian Misutarno dilalui dengan mengisi berbagai peran, mulai dari sosok praktisi, organisasi, dan akademisi. Bahkan Misutarno dikenal sebagai Ketua Rukun Warga (RW) di lingkungan tempat tinggalnya. Kendati demikian, Misutarno berhasil menyelaraskan berbagai peran tersebut. “Membagi waktu antara kuliah, bekerja, dan organisasi tidak mudah, saya sempat mengalami kesulitan. Namun saya berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Misutarno memulai karirnya sebagai seorang perawat sejak 1985 di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Berlanjut pada jenjang sarjana hingga program doktor telah berhasil Misutarno dapatkan. Dedikasinya terhadap profesi pun patut mendapat acungan jempol.

Hadapi Perjuangan yang Tak Mudah
Misutarno menceritakan kisah tak terlupakan baginya dalam menghadapi Pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Saat itu ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Surabaya. Kondisi pandemi terjadi cukup memporak porandakan sistem kesehatan yang ada. “Saat itu kondisinya dengan perawat yang ada dan keterbatasan alat ketika awal pandemi, kami tetap harus memberikan pelayanan yang baik,” katanya.

Menurut Misutarno, berkat seluruh kerja sama lintas sektoral yang terjalin membuat Misutarno dan tim berhasil menghadapi pandemi yang terjadi. Peristiwa lain yang tak kalah membekas bagi Misutarno adalah saat ia menjabat sebagai Ketua DPD PPNI Surabaya pada awal kepengurusan tahun 2010. Ia bercerita cukup kesulitan ketika bertekad membawa perubahan bagi organisasi profesi. Saat itu belum adanya kantor sekretariat membuat proses yang berjalan di organisasi mengalami kendala. “Dulu belum punya kantor, tapi saat itu saya dengan kerja sama anggota tim yang lain berusaha untuk mewujudkan itu. Akhirnya setelah perjuangan yang tidak mudah kami bisa mewujudkannya,” terangnya.

Miliki Sosok Motivator Idola
Usut demi usut Misutarno memiliki sosok motivator idola, yaitu Prof Dr Nursalam  MNurs (Hons), Guru Besar FKp UNAIR. Ia selalu teringat motivasi Prof Nursalam agar dirinya terus menorehkan prestasi. Sosok Prof Nursalam juga merupakan seseorang yang menjadi teladan bagi Misutarno. “Kesibukan yang Prof Nursalam jalani tapi terus menorehkan prestasi. Ini yang menjadi suntikan motivasi bagi saya untuk juga terus berprestasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Misutarno mengungkapkan bahwa kegemarannya dalam belajar sudah tertanam sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Tak heran jika sampai jenjang doktoral, Misutarno selalu mempersembahkan hasil yang terbaik. Hal ini bukan tanpa sebab, melainkan Misutarno percaya bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan seseorang.

Keberhasilan Misutarno tak luput dari peran serta dukungan dari keluarga. Bahkan keluarga sudah terbiasa melihat Tarno memulai jam belajarnya dari jam sembilan hingga dua belas malam. “Saya bersyukur memiliki keluarga yang selalu mencurahkan dukungan kepada saya. Meski terkadang sulit, dukungan dan doa dari keluarga ini yang membuat saya selalu semangat,” jelasnya.

Sosok Lulusan Terbaik
Berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah Misutarno pernah dinobatkan sebagai Konselor HIV/AIDS terbaik tingkat nasional pada 2014. Tak cukup sampai disitu saja, Tarno berhasil menyabet Wisudawan Terbaik program S2 Keperawatan FKp UNAIR pada 2017. Prestasi serupa kembali Misutarno raih sebagai Wisudawan Terbaik program S3 Keperawatan FKp UNAIR pada wisuda periode 242.

Menurut Misutarno kunci dari keberhasilannya adalah kedisiplinan dan motivasi. Kedua prinsip ini selalu ia jalankan dalam menjalankan kegiatan sebagai praktisi atau akademisi. Sabar ternyata turut menjadi resep lain yang Misutarno miliki. “Kedisiplinan dan motivasi adalah hal yang harus dimiliki oleh seseorang, karena menentukan hasil akhir yang didapat. Selain disiplin, jangan lupa selalu bersabar dan terbuka dalam menerima kritikan dari orang lain,” pesannya. 

Riwayat Pekerjaan

  • Dosen

    Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA) Surabaya

    2020 - now

  • Manajer Pelayanan Pasien (MPP)

    RSUD Dr Soetomo Surabaya

    2022 - now

Riwayat Pendidikan

  • S1 Keperawatan

    Universitas Airlangga

    2004 - 2007

  • S2 Keperawatan

    Universitas Airlangga

    2015 - 2017

  • S3 Keperawatan

    Universitas Airlangga

    2020 - 2024

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga