Dari Penyiar Radio ke General Manager Human Resources
“Hidup yang bermakna bukan hanya tentang diri sendiri, melainkan tentang jejak kebaikan yang kita tinggalkan bagi orang lain, dengan ikhlas”.
Memulai Karier di Dunia Penyiaran
Binafita Merianti, salah seorang alumnus program studi Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), memiliki perjalanan karier yang mampu menginspirasi setiap orang yang mendengarnya. Melalui segudang pengalaman dan semangat yang tak pernah surut, kini ia menjabat sebagai General Manager Human Resources (GM HR) Talent and Performance Development di salah satu perusahaan ternama, yaitu Agung Podomoro Land, Tbk.
Setiap perjalanan karier adalah suatu cerita yang unik dan kisah ini mengisahkan perjalanan seorang profesional yang memulai kariernya sebagai penyiar radio hingga akhirnya menjadi seorang GM HR. Ini adalah kisah tentang pertumbuhan, adaptasi, dan pencapaian yang sangat disyukurinya.
Wanita yang akrab disapa Vita tersebut memulai perjalanan kariernya dalam dunia komunikasi. Sejak SMA, Vita memiliki kegemaran dalam menulis cerpen, menulis di surat kabar dan menjadi penyiar. Kesukaannya berbicara membawa dirinya terjun ke dalam dunia penyiaran saat ia duduk di bangku kuliah. Di situlah, ia lebih banyak belajar berkomunikasi dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang, membentuk kepribadian yang komunikatif dan mampu berdiri di depan publik dengan percaya diri. Tidak jarang pulang menjadi MC di berbagai acara perusahaan.
Menelusuri Bidang SDM
Setelah lulus kuliah, Vita menemukan “panggilan lain”. Ia ingin berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan sumber daya manusia di perusahaan. Passion saya terhadap manajemen SDM semakin kuat Diawali sebagai recruiter, ia mulai menyelami dunia sumber daya manusia. Di sini, ia belajar tentang dinamika pasar tenaga kerja, teknik wawancara, dan pentingnya mencocokkan bakat dengan peluang yang tepat.
Kerja keras dan dedikasi membuahkan hasil. Tidak lama kemudian, perjalanan karir makin tinggi. Peran baru ini membawa tanggung jawab yang lebih besar, termasuk mengelola tim recruiter dan mengoptimalkan proses perekrutan. Pengalaman ini memperluas pemahaman Vita tentang manajemen tim dan strategi rekrutmen yang efektif.
Lebih menantang lagi, Vita mendapat tanggung jawab dalam pembuatan sistem dan kebijakan perusahaan. Ini adalah kesempatan emas untuk membentuk budaya organisasi dan mempengaruhi arah strategis perusahaan. Pengalaman ini memperdalam pemahamannya tentang HR secara lebih luas dan bagaimana HR dapat menjadi mitra strategis dalam mencapai tujuan bisnis.
Sebagai manajer HR, Vita memimpin seluruh fungsi sumber daya manusia, dari perekrutan dan pengembangan karyawan hingga manajemen kinerja dan strategi retensi. Perjalanan kariernya yang beragam memberinya perspektif unik dalam memahami kebutuhan karyawan di berbagai tingkatan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan kesuksesan semua orang.
Bagi Vita, pengalaman berharga dalam bidang industrial relation ketika melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). "Ini bukan hanya perihal uang. Ini adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan manusia dan saya harus dapat menyampaikan keputusan perusahaan dengan cara yang bisa pekerja terima. Hal tersebut mengajarkan saya banyak hal tentang bagaimana berempati dan memahami orang lain," ungkap Binafita.
Perjalanan panjang dan berliku, akhirnya membawa alumnus UNAIR ini ke posisi GM HR. Di posisi ini, ia dapat menggabungkan semua pengalaman dan pengetahuan yang telah ia kumpulkan sepanjang kariernya. Dimana saat ini beliau menangani proses recruitment, mengelola talent management system dan performance management system.
Menemukan Passion di Dunia HR
Dari seluruh pengalaman hidup yang pernah ia lalui, Binafita menemukan bahwa dunia HR adalah tempat di mana ia benar-benar merasa berada "di rumah". Meski awalnya tak direncanakan, kecintaannya pada manusia dan keinginannya untuk membantu orang lain tumbuh dan berkembang membuatnya semakin yakin bahwa HR adalah sebagian dari jiwanya.
"Sejak kecil, saya selalu senang mengumpulkan anak-anak di sekitar rumah untuk bermain bersama. Ada rasa bahagia tersendiri saat melihat orang lain bahagia," ceritanya sambil tertawa kecil.
"Itulah yang saya rasakan ketika bekerja di HR. Saat saya melihat orang lain berhasil, di situlah saya merasakan adanya kepuasan tersendiri bagi saya,” ungkap Vita.
Vita telah menghadapi berbagai tantangan dalam kariernya, mulai dari mendirikan assessment center hingga turut serta dalam proses pengalihan hak milik perusahaan. Namun, dengan tekad dan mindset positif, ia selalu percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin.
Momen Berharga ketika Umroh
Salah satu momen besar dalam hidup Binafita yang benar-benar mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan, yaitu tepat pada saat ia melaksanakan ibadah umroh. Ketika mencium Hajar Aswad, ia merasakan getaran spiritual yang sangat kuat, seolah-olah Allah memberi isyarat untuk merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.
"Itu adalah titik balik bagi saya. Di sana saya sadar, hidup ini lebih dari sekadar mengejar dunia. Saya ingin menjadi lebih baik, bukan hanya di mata Allah, tapi juga dalam hubungan saya dengan orang-orang di sekitar saya," ujarnya dengan mata berbinar.
Setelah melaksanakan ibadah umroh, ia merasakan perubahan cukup besar yang merembet ke semua aspek dalam hidupnya, termasuk bagaimana dirinya memimpin dan berinteraksi di tempat kerja. Vita menjadi lebih bijak, lebih sabar, dan lebih peduli pada sekitarnya.
Sumber Kekuatan dan Inspirasi Adalah Keluarga
Jika ditanya siapa yang menjadi motivasi terbesar dalam hidupnya, Binafita tak ragu menyebut nama ibunya. Sang ibunda, yang telah menggantikan peran ayah sejak beliau wafat, menjadi pilar utama yang mendukung setiap langkah dalam hidup Vita.
"Saya selalu ingin membuat mama bangga," katanya sambil tersenyum.
"Itu adalah dorongan terbesar saya untuk dapat melihat mama saya bahagia dan merasa bangga dengan apa yang saya capai," sambungnya.
Keluarga bagi Binafita bukan hanya sekadar tempat pulang, tapi juga sumber kekuatan yang selalu ada dalam setiap keputusan besar yang ia ambil.
"Selalu berpikir positif adalah kuncinya. Jika kita yakin, maka hal itu pasti bisa tercapai," tegasnya.
Kisah sosok alumnus UNAIR ini mampu membuktikan bahwa dengan ketekunan, doa, dan dukungan keluarga, tak ada mimpi yang terlalu besar untuk digapai.