Nuraida Wahyu Sulistyani

Pantang Batasi Kemampuan Diri, Sukses Jalani Empat Peran Penting Setiap Hari

Dr. Hj.  Nuraida Wahyu Sulistyani, S.Psi., M.Psi. Psikolog  (Nuraida) adalah seorang ibu, dosen, praktisi, sekaligus pengusaha. Empat peran tersebut dijalani setiap harinya dengan penuh semangat. Alumni S3 Psikologi 2022 tersebut memulai karir sebagai pengusaha dan karyawan. Karena ajakan teman, Nuraida yang saat itu juga berprofesi sebagai manager HRD di sebuah perusahaan kemudian mengajar di Fakultas FISIPOL, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Kota Samarinda dan tetap aktif di dunia praktisi dengan membuka praktik. 

Seorang Pengusaha dan Karyawan 

Sebelum menjadi dosen, Nuraida adalah seorang pengusaha sekaligus karyawan. Karirnya sebagai karyawan bermula ketika dirinya ditunjuk sebagai manajer HRD di PT. Raindo Putra Jawa Timur tahun 1995-1997. Kemudian manajer HRD di PT. Kayu Alam Perkasa Raya pada tahun 1998-2004, dan PT. Cipta Sumina Indah Satresna pada tahun 2004-2010.

“Kurang lebih sudah selama enam belas tahun saya bekerja sebagai manajer HRD,” ucapnya.

Rasa jenuh kerap menghampiri Nuraida ketika menjalani karirnya sebagai manajer HRD. Akhirnya pada tahun 1999 Nuraida membuka usaha fashion mulai dari baju bayi hingga baju untuk orang dewasa, kolaborasi dengan seorang teman yang memiliki usaha garment di Bandung, dengan modal kepercayaan. 

Jatuh bangun sebagai pengusaha, pada tahun 2004, Nuraida mengembangkan bisnis di industri kreatif dengan membuka jasa pembuatan parcel, buket bunga, yang merupakan hal langka di Samarinda, yang berawal dari kesulitan saat mendapat tugas dari perusahaan untuk memberikan bingkisan lebaran kepada rekanan. Membaca peluang tersebut maka Nuraida memberanikan diri untuk membuat proposal penawaran bingkisan lebaran. 

“Membangun jejaring untuk pemasaran  dan kesibukan sebagai manajer HRD adalah tantangan yang harus saya hadapi waktu itu,” lanjutnya.

Diantara segala kesibukannya, Nuraida tetap semangat menjalankan peran sebagai ibu dari tiga orang anak. Salah satu kuncinya adalah pandai manajemen waktu dan membangun support system di keluarga. Ketika memulai usaha, Nuraida memutuskan untuk memulainya dari hobby dan bekerja di rumah, sepulang dari kantor.  karena dengan itu maka akan muncul rasa senang dan tanpa paksaan saat mengerjakannya. 

“Sebagai karyawan saat itu saya merasa menjalani rutinitas tanpa henti untuk membangun mimpi orang lain, namun ketika sebagai pengusaha saya membangun mimpi saya sendiri,” terang Nuraida.

Kini Nuraida sukses menjadi pemilik bisnis kreatif Aida Parcel dan beberapa bisnis makanan dan minuman. Yaitu Mackphok Culinary, My Bestea, Mentoast, Sego cokot, Kedai Ma’ Tirri dan Sei Sapiku Samarinda. Sukses menjadi pemilik PT. Avicenna Berkah Berjaya dan U.D Aida Jaya Lestari. Juga sebagai Owner Diva Assessment Center dan Direktur Millenial Resourches Center.

“ Yang sulit adalah membangun sistem agar semua usaha bisa berjalan meskipun kita tidak ada ditempat, saat membangun saya harus bekerja 2 kali lebih keras dari karyawan saya. Tetapi pada saat sistem sudah terbangun kita tinggal menikmati hasilnya”

Merintis Terbentuknya Program Studi Psikologi Pertama di Kalimantan Timur

Meski berawal dari ajakan teman, Nuraida menikmati hari-harinya sebagai dosen. Menurutnya, menjadi dosen adalah salah satu sarana untuk aktualisasi diri, berbagi ilmu, dan mengembangkan keilmuan yang dia miliki. 

Selama mengajar di Fakultas FISIPOL UNTAG, Nuraida melihat adanya peluang untuk membuka program studi psikologi karena belum ada di wilayah Kalimantan Timur. Peluang tersebut dia sampaikan kepada Dekan FISIPOL dan dilanjutkan pada Rektor UNTAG Samarinda.

“Alhamdulillah ide pendirian program studi psikologi mendapat sambutan yang baik oleh Pak Rektor yang kemudian meminta saya untuk membuat tim pendirian dengan difasilitasi oleh Dekan,” terangnya.

Proses pendirian program studi psikologi tersebut berjalan lancar hingga pada 2007 mendapatkan izin operasional. Sebagai  Program studi psikologi pertama yang ada di wilayah Kalimantan Timur. 

Nuraida yang memiliki peran penting dalam pendirian program studi tersebut akhirnya diangkat menjadi ketua program studi. Namun perjuangannya tidak berhenti pada tahap tersebut. Nuraida dan tim terus berupaya agar program studinya berhasil mendapatkan akreditasi serta dapat berdiri sendiri sebagai sebuah fakultas.

Impian tersebut terwujud pada tahun 2012, yaitu tepat setelah proses akreditasi prodi selesai, program studi psikologi yang sebelumnya berada di bawah naungan FISIPOL kini menjadi Fakultas Psikologi pertama dan satu-satunya di wilayah Kalimantan Timur. Nuraida kemudian secara resmi ditunjuk sebagai dekan periode 2013-2017.

“Ketika menjadi akademisi, hal yang saya rasakan adalah kepuasaan ketika bisa berbagi ilmu dengan mahasiswa. Melihat mahasiswa bimbingan lulus dan bekerja sesuai bidang ilmu adalah kebanggaan yang tidak bisa dihitung harganya,” jelas Nuraida.

Nuraida juga aktif sebagai praktisi di bidang psikologi. Rekam jejaknya di dunia praktisi bermulai pada tahun 2014 ketika dirinya menjadi ketua bidang sumber daya manusia KONI Kalimantan Timur. Kemudian pengasuh ruang remaja PRO 2 RRI Kalimantan Timur; Pembina UKM dan UMKM UPPKS Provinsi Kalimantan Timur; Ketua Kompartemen I HIMPSI bidang pengabdian masyarakat periode 2018 - 2022; Assessor BNSP Bidang SDM’ Ketua Kompartemen D Himpunan Psikologi Indonesia periode 2022 - 2026; Pengurus KADIN Kalimantan Timur periode 2023-2027.  Nuraida juga merupakan Direktur Millenial Resources Center dan Owner Diva Assessment Center.

Ingin Sebarkan Semangat Wirausaha pada Mahasiswa

Empat peran tersebut tidak lantas berjalan dengan baik setiap harinya. Ada momen suka dan duka yang Nuraida harus lewati. Duka yang paling banyak Nuraida alami adalah pada perannya sebagai pengusaha. Jatuh-bangun merintis usaha. Pahitnya kegagalan dan kerugian. 

Namun itu semua tidak lantas menyurutkan semangat Nuraida untuk terus menjalankan bisnisnya. Nuraida berharap agar dapat berbagi ilmu kepada mahasiswa di bidang kewirausahaan dan menambah jumlah wirausaha di Indonesia. Nuraida ingin mewariskan semangat sebagai pembuka lapangan pekerjaan pada mahasiswa, bukan semangat sebagai pencari kerja. Selain itu, Nuraida juga berharap dapat mempertahankan dan meningkatkan akreditasi fakultas saat ini.

Peran Ganda sebagai ibu yang bekerja

Bagaimana meluangkan waktu buat keluarga adalah pertanyaan yang rutin di sampaikan. Jawabannya cukup sederhana, menurut Nuraida kuncinya ada pada komitmen dan komunikasi, yang harus dibuat oleh suami dan istri, sehingga aktifitas diluar dan di dalam rumah bisa berjalan seimbang.

Menjadi ibu dan istri yang cerdas, pandai memanfaatkan peluang, tangguh, dan menjadi panutan anak-anak  adalah perjuangan panjang dalam meraih impian. Sesibuk apapun keluarga adalah prioritas yang harus diutamakan. Nuraida dari awal selalu mengajak dan melibatkan suami dan putra-putrinya dalam menjalankan bisnis yang ditekuni. Beliau juga mengajarkan putra-putrinya untuk memahami dunia usaha sejak dini.

“berdagang mengajak anak itu banyak untungnya, dalam perjalanan bisa ngajak mereka ngobrol dan menggali informasi aktifitas harian mereka, sambil nunggu dagangan bisa nyuapin sambil ngajak main, saat melayani pembeli bisa mengajarkan etika sopan santun..”

Hal ini terbukti  saat ini putri pertama Nuraida yang bernama Syaviera Alifiah Fauziah setelah menyelesaikan gelar sarjananya di tahun 2021 kemudian memulai dan membangun usaha dan saat ini memiliki serta mengelola beauty Studio dengan brand SV Beauty. Putra kedua Nuraida Avicenna Syeh Brillyant Lastono selain sebagai mahasiswa ITS juga mulai membangun brandnya sendiri di dunia fashion dengan brand Lexxy Project. Sedangkan putri bungsu Nuraida Attasya Intan Sakinah yang duduk di kelas XI SMAN I Samarinda saat ini aktif belajar di dunia marketing.

Riwayat Pekerjaan

  • Direktur

    Millenial Resourches Center

    2020 - now

  • Wakil Dekan II Fakultas Psikologi

    Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

    2021 - 2025

  • Owner

    PT. Avicenna Berkah Berjaya dan U.D. Aida Jaya Lestari

  • Owner Bisnis F&B

    Macphok Culinary, My Bestea, Mentoast, Sego cokot, Kedai Ma’ Tirri dan Sei Sapiku Samarinda

Riwayat Pendidikan

  • S1 dan Profesi Psikolog

    Universitas Muhammadiyah Malang

    1990 - 1994

  • S2 Psikologi

    Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya

    2009 - 2011

  • S3 Psikologi

    Universitas Airlangga, Surabaya

    2018 - 2022

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga