Tetap Membantu dan Rendah Hati
Airin Levina, S.Gz Merupakan wanita kelahiran Banyuwangi, 21 Maret 1996 yang kini bekerja sebagai Product Management pada PT FIMA – Kalbe Group. Wanita yang memiliki hobi travelling dan berkegiatan sosial ini menamatkan pendidikan sarjananya di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) jurusan Gizi. Baginya, memilih jurusan Gizi bukanlah tanpa pertimbangan, sejak SMA, ia telah tertarik memperdalam ilmu Gizi sebagai bekalnya untuk masa depan.
“Kenapa UNAIR? Karena Best University in East Java gitu. Dari kecil taunya kampus, yha, UNAIR. So, cita-cita dari kecil udah mau masuk UNAIR,” ujar Airin
Aktif Berkegiatan Sosial
Dalam perkuliahan, Airin sadar, bahwa ilmu kehidupan tidak hanya sekadar didapatkan di bangku kelas. Ada banyak hal-hal baru yang harus dia miliki, ada banyak orang-orang baru yang harus diajak bicara, serta pengalaman-pengalaman baru yang harus ia dapatkan. Walau begitu, dalam perkuliahan formal, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Baginya, untuk menguasai ilmu gizi yang merupakan terapan dari ilmu biologi dan kimia, haruslah menguasai dasar ilmunya terlebih dahulu. Ilmu dasar tersebut ia pelajari saat semester satu dan dua.
“Semua ilmu kepake, tapi kalau ditanya suka banget, yha, mata kuliah clinical nutrition, community nutrition, dan juga genetika,” ungkap Airin ketika ditanyai tentang Mata Kuliah favoritnya.
Selain disibukkan dengan beragam jurnal dan praktikum dalam kelas yang harus diikuti setiap saat, ia juga aktif dalam UKM Penalaran, disana, Airin mendapatkan banyak masukan mengenai karya tulis, hingga cara berpikir yang komprehensif.
Tetapi, kegiatan Airin tak melulu dibidang akademik, menurutnya, kebermanfaatan kepada sesama tetaplah menjadi yang utama. Belajar dikelas, mungkin akan berdampak pada diri sendiri, namun, melihat orang lain dapat tersenyum karena uluran tangan sendiri, jauhlah amat berarti. Oleh karena itu, terpacu dari hati, sejak kuliah, ia aktif dalam kegiatan sosial, salah satunya Pengabdian Masyarakat (Pengmas). Ketika kegiatan Gizi internal, ia diamanahkan untuk menjadi konselor. Tentu saja, Airin dapat membantu menjadi konsultan gizi bagi mereka yang membutuhkan.
Tidak hanya kegiatan sosial di intra kampus, dirinya ingin melihat dunia lebih jauh lagi. Menurutnya, dunia terlalu sempit ketika sibuk berputar di dalam lingkungan kampus. Hatinya ingin mencoba menembus cakrawala dunia yang selama ini ia impikan. Airin pernah berkegiatan sosial bersama Himpunan Mahasiswa Gizi Nasional di Sulawesi Selatan, melakukan community development di Raja Ampat bersama YouCAN, keliling Indonesia untuk membangun masyarakat dengan bergabung dengan InterVarsity Christian Community, hingga beraksi di Yonsei University, Korea Selatan.
“Yang pasti semua kegiatan tersebut membangun softskill, yha, serta juga hardskill. Mulai dari communication, time management, leadership, adaptation skill, teamwork, EI. dan menerapkan gizi di semua kegiatan tersebut,” tambahnya
Mengikis Idealisme
Usai melaksanakan sidang pada 2018, banyak hal yang membuat dirinya patut bersyukur dengan karunia yang diberikan tuhan kepadanya. Bagaimana tidak? berawal dari membantu seorang Dosen, ia dimintai CV dan akhirnya bergabung bersama PT. FIMA – Kalbe Group. Padahal, sejak awal, ia ingin mengembangkan karir di dunia pendidikan, yaitu Dosen.
Tambahnya, dengan menjadi dosen, ia mampu menjalani segala hal yang disukai. Mulai dari penelitian, mengajar, hadir dan mendengar simposium, menjalani pengabdian masyarakat, hingga jalan-jalan. Pada dasarnya, Airin memang suka berkegiatan sosial, mengajar, dan travelling. Bagai sekali mendayung sehingga beberapa pulau terlampaui, menjadi dosen merupakan jalan pintasnya.
Namun, kini, hal tersebut justru ia syukuri, walaupun cita-cita mulianya menjadi dosen harus teralihkan menjadi seorang Product Management. Menurutnya, dengan posisinya kini, ia justru mendapatkan hal-hal yang ia impikan sejak dulu. Kini, ia diharuskan menjadi “peneliti” untuk membuat formula baru dan menguji cobakannya, ia pun harus menjadi “pengajar” saat memberikan edukasi terhadap orang awam mengenai produk baru. Tidak hanya itu, perusahaannya pun sangat memfasilitasi kegiatan simposium hingga Pengmas dengan memberikan bakti sosial atau sejenisnya.
“Yes! Pas ini (saat dimintai keterangan) posisiku lagi di Solo – Purwokerto, hahaha .Satu bulan setidaknya ada satu kali ke luar kota untuk supervisi cabang,” imbuh Airin ketika menjelaskan bahwa kecintaannya untuk travelling juga terfasilitasi.
Ketika memasuki dunia kerja, tambahnya, pengalaman berharga ketika kuliah akan sangat berpengaruh, setidaknya dengan cara berpikir yang kita pupuk sejak mahasiswa. Namun, ia pun harus memaksa mengikis idealisme yang selama ini ia pegang ketika melanjutkan karirnya. Baginya, kita harus terus beradaptasi dengan lingkungan. Dalam dunia kerja, tidak semua hal akan saklek jawabannya.
“Banyak sekali hal-hal di dunia kerja yang bervariasi. Mahasiswa kadang hanya melihat hitam dan putih dan mau cepat alias instan. Tapi di dunia kerja, masing-masing ada lika-likunya, ada prosesnya, hahaha,” tambah Airin yang juga salah satu fans dari penulis Harry Potter, J.K Rowling
Keluarga yang Suportif
Pencapaian yang ia dapatkan hingga kini, menurutnya, bukan hanya hasil belajar dan keringatnya. Ia bersyukur terlahir dari keluarga yang selalu mendukung setiap langkahnya. Walau tidak terlahir dari keluarga kaya raya, baginya, keluarga selalu mengusahakan yang terbaik untuk masa depan Airin. Selain keluarga, rasa syukurnya pun ditambah karena mendapatkan teman-teman yang baik, terutama saat kuliah. Teman yang mampu membawanya semangat belajar hingga keliling perpustakaan.
Selain itu, untuk almamater tercinta, Airin berharap, UNAIR selalu berkarya dan terus mengisi posisi strategis untuk kemajuan Indonesia. “Terus mengusung motto Excellence with Morality. Ini motto ku juga loh. Excellent di hardskill, soft skill, dan moral, harus balance,” tutupnya.