Retno Puji Lestari

Dari Bisnis Rumahan hingga Skala Nasional

“Selalu ada kesempatan bagi siapa yang mau belajar”

Tidak ada bisnis yang langsung sukses dalam semalam. Perlu proses yang panjang dan berkelanjutan untuk membangun bisnis yang kuat. Pemilik bisnis juga harus berkomitmen dan terus memberikan waktu dan strategi yang tepat. Hal inilah yang dirasakan oleh Retno Puji Lestari, alumni Universitas Airlangga (UNAIR) yang kini telah berhasil mengembangkan bisnis rumahannya menjadi bisnis skala nasional dengan pabrik sendiri. Seperti pemilik bisnis lainnya, Retno juga mengalami berbagai tantangan sebelum bisa mencapai titik seperti saat ini.

Jurusan Matematika dan Bisnis

Selepas SMA, Retno awalnya memiliki impian untuk melanjutkan studi di sekolah bisnis. Namun, keinginannya itu harus dipendam karena sang ibu memintanya untuk kuliah di UNAIR pada jurusan Matematika. Meski awalnya kecewa, Retno akhirnya menerima keputusan ibunya dan menjalani kuliah dengan baik. Ia memendam jauh-jauh keinginannya untuk bergelut di dunia bisnis. “Saya berdoa Insyaallah Allah akan berikan yang terbaik dan memantaskan jika memang dunia bisnis adalah untuk saya,” sebutnya.

Program studi Matematika memang menjadi momok bagi sebagian besar orang. Bagaimana tidak, bidang itu sangat luas, kadang bahkan tidak berbentuk dan tidak ada praktik nyatanya, namun harus bisa mendapatkan hasil yang tepat dengan berbagai operasi yang sulit. Namun, Retno memang sedari dulu sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan angka. Tak heran, selama masa perkuliahan, ia juga sangat menikmati sks demi sks yang ditempuhnya. “Selain itu, dosen-dosen di program studi kami juga sangat merangkul para mahasiswa, jadi kami tidak pernah merasa berjuang sendirian,” kisahnya.

Siapa sangka, Retno sangat bersyukur bisa masuk dan mendalami jurusan ini karena keterkaitannya dengan bidang yang sangat ia sukai, bisnis. Baginya, ilmu matematika benar-benar mengasah pola pikir sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang kritis dan mampu menganalisis berdasarkan data. Fundamental inilah yang membuat seseorang mampu bertahan dalam mendirikan sebuah bisnis. 

Meskipun tidak belajar bisnis secara gamblang, Retno mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis dan alasan-alasan matematis berkat ilmu matematika yang didapatkannya. “Fundamental matematika sangat berguna hampir dalam segala bidang. Kalau di bidang bisnis, berkaitan dengan bagaimana kita bisa menganalisa setiap masalah, mengoptimalisasi operasional, serta mengurangi biaya yang diperlukan dalam menjalankan bisnis,” ungkapnya.

Memupuk Jiwa Kewirausahaan Sejak Bangku Kuliah

Selain memetik ilmu melalui bangku perkuliahan, Retno juga terus memanfaatkan peluang yang ada untuk memenuhi passion dalam bidang bisnis. Sedari kuliah, Retno pernah berkali-kali berbisnis, sebut saja menjual susu di kantin kejujuran, berjualan baju, dan lain-lain. Untuk mengasah keahlian bisnis, Retno dan tim juga pernah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK). Ia bahkan sempat terpilih menjadi salah satu tim yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan. Saat itu, ia berhasil meraup untung hingga 5 juta rupiah dengan bisnis aksesoris yang diimpor dari China.

Meski semuanya tak berlanjut hingga saat ini, Retno mengaku tak pernah menyesali pengalaman tersebut. Baginya, kegagalan bukan berarti memulai dari nol. Justru, kegagalanlah yang mampu membuatnya bangkit lebih tinggi dari sebelumnya. “Pengalaman sungguh sangat mahal harganya,” sebutnya.

Titik Balik Berbisnis

Setelah lulus kuliah, berhenti bekerja, menikah, hamil dan melahirkan, Retno sempat mengalami kekurangan produksi Air Susu Ibu (ASI). Kesulitan ini juga ditambah Retno yang tidak suka minum obat untuk menambah produksi ASI. Setelah mencari dari berbagai sumber, Retno kemudian mulai mengonsumsi susu Almond yang rupanya terbukti melancarkan ASI tanpa obat. Namun, mahalnya susu Almond membuat Retno kembali memutar otak. “Mengingat mahalnya susu Almond saat itu, saya juga kepikiran, bagaimana kondisi ibu-ibu lain yang juga mengalami kondisi seperti saya?,” ungkapnya.

Akhirnya Retno merintis sedikit demi sedikit bisnis susu Almond yang berkualitas dan terjangkau untuk dapat melancarkan ASI. Berbeda dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lain yang biasanya hanya berfokus pada keuntungan, Retno berusaha berfokus pada keberlanjutan bisnis. Ia berusaha terus belajar dari berbagai pengalaman dalam bisnisnya. “Bagi saya yang penting tidak menggunakan mentalitas instan untuk mengembangkan sebuah bisnis, karena semuanya bisa diperbaiki sambil jalan. Pastikan untuk mulai dulu, dan pertahankan konsistensi untuk terus belajar,” ungkapnya.

Bermula dari bisnis rumahan yang hanya mampu memproduksi susu Almond botolan, kini usaha Retno berkembang dan mampu mendirikan pabrik yang menghasilkan susu Almond merk Almom kardus yang lebih instan dan higienis. Bila awal mulanya hanya didistribusikan pada lingkup kecil, susu Almond merek Almom dari Yummys Motherlacto Indonesia kini mampu menembus minimarket-minimarket yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 100 karyawan.

Retno menyebutkan kesuksesan bisnisnya saat ini juga tak lepas dari teknologi digital marketing yang dipakainya dalam menyebarkan informasi mengenai produknya. “Alhamdulillah, sejak kami mengoptimalkan digital marketing pada bisnis ini sejak 2021, pada tahun 2023 bisnis ini berhasil menyentuh revenue 10x lipat bahkan lebih,” jelasnya.

Melalui perkembangannya, CV. Yummys Motherlacto Indonesia kini tidak hanya menyediakan susu Almond merk Almom untuk melancarkan ASI namun juga berbagai produk untuk mendukung kehamilan, menyusui, dan menghilangkan luka setelah melahirkan. Retno sendiri mengaku bangga, karena atas konsistensi yang dilakukannya, kini ia juga mengembangkan PT INYC Naturessential Indonesia yang merupakan pabrik maklon skincare miliknya dan juga PT Aaron Innovation Indonesia yang bergerak di pemasaran digital untuk membantu pengusaha lainnya melakukan pemasaran digital.

Semakin berkembangnya usaha yang didirikan tidak membuat seorang Retno berpuas diri. Retno yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Master Of Entrepreneurial Management ini tidak hanya mau berkembang sendiri, oleh karena itu ia juga menyediakan pabrik maklon produk minuman dan skincare yang bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis maupun UMKM untuk mendapatkan produk berkualitas dan siap dijual dengan merek mereka masing-masing. “Saya berharap banyak sekali, usaha yang saya dirikan bisa melahirkan pengusaha-pengusaha kreatif yang tegak berdiri, yang produknya 100% diproduksi dari dalam negeri namun dengan kualitas Global (Local manufacture, Global Quality),” sebutnya.

Retno berharap dan percaya, bahwa suatu hari nanti, bisnisnya bisa menjadi selevel dengan Unilever-nya Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen menggunakan produk-produk asli buatan dalam negeri.

Saat ini Retno masih terus belajar untuk mengoptimalkan seluruh bisnisnya demi meningkatkan kepuasan konsumen. Selain itu, lulusan Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR ini juga aktif dalam menjadi mentor di berbagai inkubasi bisnis dan seminar-seminar bagi pengembangan UMKM.

Riwayat Pekerjaan

  • Data Analyst

    PT Gading Murni

    20162 - 2017

  • Komisaris

    PT INYC Naturessential Indonesia

    2016 - now

  • PT Aaron Innovation Indonesia

    2016 - now

  • CEO

    CV.Yummys Motherlacto Indonesia

    2016 - now

Riwayat Pendidikan

  • S1 Matematika

    Universitas Airlangga

    2015

  • Master of Entrepreneurial Management

    Universitas Ciputra

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga