Tim UNAIR Raih 7 Penghargaan Internasional hingga Sabet Gelar Grand Champion

10 Jun 2025

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa lintas fakultas berhasil mengharumkan nama almamater dengan prestasinya. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Firman Maulana Barokah dan Sanjati Nughroho (FPK); Salfa Dwi Firmansyah (FKH); Zhafa Putra Syah (FISIP); Muhammad Dani Anko Putra (FKG); Deva Fitra Firdausa Anwar (FK); serta Mochammad Dava Hibrawardana (FEB).

Lomba ini terselenggara pada Sabtu-Minggu (24-25/5/2025) di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Negeri Sembilan Malaysia. Tim UNAIR berhasil meraih gelar Grand Champion. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa di berbagai negara untuk memperlombakan karya ilmiah dengan tema tantangan global masa kini.

Mereka meraih lima penghargaan yaitu medali emas di subtema pendidikan, medali perak di subtema pangan, medali perak di subtema lingkungan, medali perunggu di subtema teknologi, medali perunggu di subtema ekonomi. Serta dua piala yaitu juara favorit poster ekonomi dan pangan. Dalam kompetisi ini, mereka mengusung berbagai inovasi.

 

Inovasi Platform Belajar

Tim UNAIR berkomitmen dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang setara bagi semua, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Melalui pemanfaatan teknologi terkini, mereka mendorong solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan akses pendidikan yang kerap dihadapi oleh siswa disabilitas.

Anak-anak penyandang disabilitas seringkali menghadapi hambatan dalam akses pendidikan. Mulai dari infrastruktur, metode pengajaran, hingga media pembelajaran yang belum adaptif. Hal ini menjadi perhatian utama dalam mendukung SDG 4, Pendidikan Berkualitas, yang berfokus pada sistem pendidikan inklusif dan merata.

“Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Dengan mengintegrasikan teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Internet of Things (IoT) dalam platform pembelajaran adaptif, kami berupaya memberdayakan siswa disabilitas untuk mencapai potensi penuh mereka,” terang Firman.

 

Inovasi Atasi Stunting

Tingginya prevalensi stunting akibat kurangnya asupan gizi mikro, khususnya kalsium dan serat pada anak usia dini, menjadi masalah serius di Indonesia. Tim UNAIR mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan ini, sejalan dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab dalam mengurangi limbah makanan.

“Kami melihat potensi besar pada limbah organik yang sering terbuang ini. Dengan mengolah tulang ikan menjadi sumber kalsium dan serat singkong sebagai penguat nutrisi, kami dapat menciptakan alternatif pangan bergizi tinggi yang murah dan mudah diakses oleh masyarakat,” jelasnya.

 

Inovasi dari Limbah Organik

Penumpukan sampah organik seperti kulit pisang berkontribusi pada produksi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan. Menjawab masalah ini, Tim UNAIR mengintegrasikan penelitiannya dengan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim untuk mengurangi emisi dari limbah organik, dan SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Setiap hari, tonase limbah organik, termasuk kulit pisang, berakhir di TPA dan memperparah masalah lingkungan. Melalui penelitian kami, kulit pisang dapat diubah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, mulai dari pupuk organik hingga bahan baku alternatif. Ini adalah langkah nyata kami dalam mendorong praktik daur ulang limbah rumah tangga,” ucap Firman.

 

Inovasi Teknologi Pakan Otomatis

Pembudidaya ikan kerap menghadapi tantangan dalam pemberian pakan yang tidak efisien, mengakibatkan kerugian finansial dan dampak negatif terhadap ekosistem perairan. Inovasi Unair ini sejalan dengan SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur untuk mendorong inovasi teknologi pada sektor akuakultur, serta SDG 14 Ekosistem Lautan untuk mengurangi pencemaran air.

Firman menjelaskan sistem pakan otomatis yang ia dan tim kembangkan ini dirancang untuk memberikan pakan secara presisi, sesuai dengan kebutuhan ikan. “Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional bagi petani tambak, tetapi juga secara signifikan mengurangi limbah pakan yang mencemari air,” ucap Firman. Teknologi ini harapannya dapat membantu petani tambak meningkatkan hasil panen dan menurunkan biaya produksi, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. 

 

Inovasi Social Enterprise

Permasalahan emisi dan minimnya pemahaman masyarakat tentang energi terbarukan menjadi tantangan besar dalam upaya transisi energi. UNAIR berperan aktif dalam mengatasi hal ini melalui pendekatan berbasis komunitas, selaras dengan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Tujuannya mempercepat pencapaian target net zero emission melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor energi terbarukan.

“Pencapaian Net Zero Emission 2060 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Melalui social enterprise ini, kami tidak hanya membuka lapangan kerja baru berbasis energi bersih. Tetapi juga meningkatkan keterlibatan komunitas dalam mencari solusi iklim lokal. Ini adalah langkah nyata kami dalam membangun ekonomi berkelanjutan dan sadar lingkungan,” terang Firman.

Dampak dari program ini harapannya mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang mandiri dalam pengelolaan energi. Sekaligus mempercepat tercapainya target ambisius Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau.

Tim UNAIR berharap kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun universitas, namun juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan bersuara dalam forum-forum internasional. 

“Kami berharap karya-karya kami bisa menjadi inspirasi untuk solusi nyata di masyarakat. Ke depannya, kami ingin mengembangkan ide-ide ini menjadi proyek jangka panjang yang aplikatif, dan terus berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik,” tutur Firman.

 

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati

Sumber : https://unair.ac.id/tim-unair-raih-7-penghargaan-internasional-hingga-sabet-gelar-grand-champion/

Copyright © Universitas Airlangga